Sabtu, 28 Maret 2015

Ide mana Ide???

Pagi ini selepas beraktivitas, Aku tiba-tiba berkeinginan untuk membuka si putih mungil samsungku ini. Seketika terbesit difikiran dan tergerak tanganku untuk membuka blogku lagi-lagi. Lagi-lagi Aku teringat ingin menulis kisahku di sini, bumi Pattani ini. Namun pagi ini setelah meng-klik entri baru, Aku belum tahu topik apa yang hendak Aku tulis. Ide ... mana ide??? Yahh ... karena ide pun belum kunjung muncul juga dan Aku juga ingin melanjutkan aktivitas yang lain, oleh karena itu Aku menuliskan kalimat demi kalimat tanpa ada ide yang jelas. Hehehe. Jadi for the readers, so sorry there is no clear point in this page today. Hehehe.

Aku teringat agenda bedah buku di kampusku yang narasumbernya adalah dosen favoritku sendiri dan salah satu dosen yang masih asing bagiku. Beliau adalah Bp. Ngainun Naim dan Bp.Khutbuddin Aibak. Pada agenda itu, Bp.Ngainun Naim sengaja membedah buku Beliau yang terbaru berjudul "THE POWER OF WRITING" dan sekaligus memotivasi para mahhasiswa untuk memulai gemar dan membudayakan kegiatan menulis. Sedangkan Bp. Khutbuddin Aibak sebagai pembanding. Yaa.... yang paling Aku ingatkan adalah "tulislah apapun yang ingin kamu tulis, termasuk tak ada ide pun, TETAP TULISLAH". Maka dari yang tidak ada ide itu pun akan muncul kalimat demi kalimat yang bisa menjadi poin implisit dari ide yang tak kunjung datang tadi. Ternyata.... dari yang semula memang tak tahu akan menulis apa, akhirnya Aku pun bisa mendapatkan 2 paragraf. HAHAHAHA AMAZOOOOOONNNNN!!!!. 

So the readers, intinya kalau kita belajar untuk istiqomah tidak hanya dalam dunia tulis menulis, tetapi juga untuk segala hal, insyallah dari yang tidak bisa, pasti akan menjadi bisa. Fikiran yang kosong, tiba-tiba bisa menghasilkan karya dan itulah luar biasanya. So, what are you waiting readers? LET'S START NOW ..... GOOD LUCK 

Thailand, March 29th 2015
FYNA. 


Jumat, 27 Maret 2015

Kabut Pagi Thailand

Selepas sholat subuh pagi ini, dari ufuk timur, secercah cahaya matahari menyinarkan cahaya kekuning-kuningan. Nampak natural dan kaya eksotika alam. Inilah salah satu hal yang paling Aku sukai yakni bisa menikmati keindahan langit biru dihiasi cahaya kekuning-kuningan dari cipratan cahaya Sang Maha Siang yang akan memuntahkan seluruh pesonanya di siang hari. Sering kali di Thailand, pada waktu pagi hari Aku memilih keluar dari kamar dan menikmati indahnya pagi. Ketika di sini aku bisa memandang dengan leluasa apa yang Aku sukai. Ketika di Indonesia, tepatnya di rumahku sendiri, Aku bisa menikmatinya hanya dalam beberapa menit saja, Hal itu dikarenakan, banyak bangunan di sekitar rumahku sehingga menghalangiku untuk menikmati panorama alam seleluasa mungkin. Akan tetapi, itu bukan masalah. Aku masih tetap mensyukuri atas kesempatan yang diberikan kepada Allah untukku. Ketika Aku diberi kesempatan untuk menikmati cahaya pagi hari sebagai pengawal aktivitas, di situlah Aku berfikir bahwa Allah masih menyayangiku dan memberi kesempatan padaku untuk menjalani rutinitas pagi hari ini dan melanjutkan planning-planningku yang belum terselesaikan secara total.

Jadi pagi ini Aku akan segera menyelesaikan agendaku yang belum terealisasikan kemarin. Skripsi yang masih belum sampai titik finish, tugas di kantor Badan Alumni yang belum terjamah olehku, dan hutang nge blog. Bismillah. Semoga bisa selesai. Sekian dan salam pagi readers.....



Thailand, March 28th 2015
FYNA

Inikah resiko LDRan? Ubah Paradigma saja laahhh...

Sebuah hal yang tak ingin Aku ungkapkan namun akhirnya keluar juga. Ntah mengapa, Aku masih belum bisa menyembunyikan apa yang Aku rasakan. Di sini...lagi lagi Aku berurusan dengan sesuatu hal yang tak terlalu penting untuk dipermasalahkan. Salah satu kebiasaan burukku yang sampai sekarang belum bisa Aku benahi adalah menggangap segala masalah itu "COMPLICATED". Nah ... karena pola pikir yang seperti inilah maka timbul pikiran-pikiran kotor yang meracuni otak sehatku. Sehingga hal itu berdampak pada emosi yang tak bisa dikendalikan.

Apakah ini yang dinamakan dengan resiko orang yang LDR an? Hahaha. Mudah sekali salah faham salah satunya. Di situ kadang Saya merasa sedih. Salah faham yang jika tidak dijelaskan duduk perkaranya se-detail mungkin, maka akan berdampak pada hal-hal yang lain yang lebih dahsyat lagi. Jika memang salah satu resiko LDR adalah salah faham, cobalah kita ubah paradigmanya. Salah satu manfaat LDR adalah belajar untuk saling percaya..percaya...dan percaya. Dengan cara itulah kita bisa merasa lebih tenang ketika kita sedang dalam kondisi LDRan.

hence, for ya all the readers, don't be afraid to do LDR with everyone else. It just need trust , believe, and stay positively. then, everything will gonna be okay.
(Hahahah...okee selamat melakoni EL DE ER an readers ....... )
**Yang ngetik pun ini  jug lagi dalam fase itu. LOL
See ya.

Pattani, March, 27th 2015
FYNA

Begitu Berharganya Waktu

Sebelumnya, Saya minta maaf karena masih belum bisa membayar hutang menulisku selama dua hari ketika berangkat menuju Malaysia dan pengalaman di Malaysia hingga sampai Thailand. Saya masih ingin menuliskan tentang pengalaman hari ini.

Baiklah, Saya ingin berbicara tentang waktu. Setiap harinya, kita diberi kesempatan untuk memanfaatkan waktu 24 jam. Ntah itu kita manfaatkan untuk beribadah, bekerja, beristirahat, berolahraga, ataupun kegiatan lainnya. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing. Ternyata 24 ja itu bukanlah waktu yang lama. Mungkin secara kasat mata, angka 24 itu sudah angka banyak sekali. Setiap angka yang melebihi 3 itu menurutku sudah banyak. Apalagi 24. AMAAAZZOOOONNNN!!!!. Akan tetapi terkadang, 24 jam itu juga waktu yang sangaaaaatttt lama jika kita menanti-nanti sesuatuyang tak kunjung tiba dan kita mengharapkan sekali untuk segera tiba. Hahahaha. Manusiawi sekali, bukan? Apapun itu, untuk poin dari tulisan ini adalah berbicara tentang waktu.

Selama sehari ini, Saya merasakan sekali bahwa waktu ini berputaaar sangatlah cepat. Terasa sekali masih sebentar membuka mata di pagi hari dajn sekarang sudah kembali malam menyapa dengan hangatnya. yaa... begitulah rasanya kalau kita tidak mengharapkan sesuatu yang spesial. Hanya menjalaninya dan membiarkan berputar dengan sendirinya. Sungguh tak terasa sama sekali.

Agenda hari ini, Aku memang menyegajakan untuk segera menyelesaikan skripsiku yang masih ngangkrak didalam tas mika warna biru milikku itu. Rencananya memang malam ini Aku ingin melanjutkan lagi. Semoga tidak terkalahkan dengan rasa kantuk dan social media. Hehehe.
Baiklah ,,, sekian terimakasih. It is time for me to continue my next plan "FINISHING THESIS". Watchhaaaaaa!!!!!

Pattani, 27th March 2015
Fyna

Kamis, 26 Maret 2015

Hutang Menulis

Tulisan ini memang sengaja Aku jadikan tugas harianku selama menjalani rutinitas di negeri gajah Putih ini. Negeri yang sudah Aku kunjungi untuk yang kedua kalinya. Negeri yang mengajariku banyak hal dan di sini juga Aku mendapatkan keluarga baru yang sungguh seperti keluarga lama. Yaa ... apapun itu memang Aku ingin mengabadikannya dalam blogku ini. Aku ingin menjadikan rangkaian perjalananku  di sini menjadi cerita yang cukup memorable. Hehehe. 

Sayangnya, Aku bisa menuliskan ini setelah sehari Aku bermalam di sini. Ntah mengapa, dari kemarin hanya niat dan planning saja yang ada. Mungkin karena terlalu letih karena perjalanan yang memakan hari itu dan tulang punggung sepertinya mulai melepaskan jeratan keletihan. Perjalanann dari Surabaya lalu transit ke Malaysia dan naik mobil travel sampai Thailand. Waw.. di situ kadang Saya merasa sedih. Hahahaha namun sesedih apapun, inilah perjalanan dan pengalaman hidupku yang unforgetable. Sehingga dari situlah, akhirnya selama 2 hari Aku tidak menghasilkan tulisan apa-apa. Namun tidak berarti sama sekali tidak menghasilkan, melainkan Aku hanya menulis beberapa larik di note smartphoneku. Yaa...cukup bisa dihargai karena secapek apapun Aku tetpa berusaha untuk memulai misi ini sedikit demi sedikit. Insyallah selama 2 bulan di sini, Aku bisa menuliskan minimal 30 judul yang tak tentu arahnya dan tak tahu validitasnya (emang inin data penelitian, pake butuh validitas. hahaah) Just kidding, readers. 

Oke lah... sekian dan Aku mulai menembel kisahku 2 hari yang lalu. let's go to read my story. 

Love the readers
FYNA
Thailand, March 25th 2015

Sabtu, 21 Maret 2015

kalo jodoh ngga kemana

Setelah sekian bulan Saya menyusuri laman demi laman, mencoba menemukan berbagai referensi, mengutak-utik blog, dan akhirnya tibalah saatnya Saya berhasil menaklukkannya. hahaha. Rasa suka dan bahagia langsung menyergap dalam hati Saya. tahukah gerangan apa yang terjadi kepada saya sampai saya sebahagia ini? 
IT IS SO SIMPLE. Yaa.... that is right. Akhirnya Saya bisa nge-blog lagi. Hobi yang Saya tekuni semenjak Saya hijrah ke bumi Gajah Putih, hehehehe. Akhirnya, sehari sebelum saya terbang lagi ke negeri kaya pagoda itu, akhirnya blog Saya bisa kembali ke tangan Saya. Ternyata Saya sadar dan percaya betul bahwa "KALAU JODOH ITU NGGAK KEMANA". And now I faced it. Hahaha. Syukur alhamdulillah sekali. akhirnya Saya tidak perlu susah -susah lagi untuk membuat blog baru. heehhe. 
Oke... sekian muqodimmah saya tentang kembalinya blogger ke tangan si empunya. 
see ya to the next story. follow ... follow ... and follow me. Love you all. 

Fyna. 

Am I Wrong?

Am I wrong?
Am I wrong?
Am I wrong?

Ibarat  kata gelas kaca. Jika gelas itu terjatuh, maka seindah apapun dan semahal berapapun, gelas itu akan pecah dan hancur berkeping-keping. Menimbulkan suara yang ricuh, melesat ke segala penjuru, berserakan, dan berantakan. Tidak ada lagi gelas kaca indah dan elegan. bahkan rupiah-rupiah yang digunakan utnuk membelinya, seperti sirna dalam sekejap.

Menurut kalian, bisakah gelas kaca itu disatukan kembali? Tahukah kalian bahwa si empunya sangat menyayangi gelas kaca itu. Dia rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi mendapatkan dan memiliki gelas kaca indah itu seutuhnya, Dia juga rela pergi ke sebuah tempat terpencil demi membeli gelas kaca tersebut. bahkan dia berani bertaruh nyawa hanya untuk sebuah gelas kaca yang mungkin bagi orang lain itu sangat irrasional. Namun, dia si empunya tetap tidak peduli apa kata orang. Itulah kebahagiaannya, Itulah sejatinya dari hidup.

Namun, ketika gelas kaca yang diagungkan itu terjatuh dan pecah . Bisa dibayangkan, betapa terlukanya hati si empu gelas kaca tersebut. melihat pengorbanan dan perjuangannya yang begitu luar biasa, sekarang dia menyaksikan bahwa gelas tersebut sudah menjadi kepingan-kepingan kaca yang tak ada artinya lagi. meskipun si empunya berusaha memunguti kepingan-kepingan kaca dan berusaha menyatukannya kembali, akan tetap sulit dan menjadi berbeda hasilnya dengan sebelum gelas kaca itu terjatuh. Akan tetapi, si empunya tak boleh bersedih terlalu lama. Gelas kaca yang semula indah dan tidak pernah terfikirkan akan jatuh dan hancur berantakan seperti itu, akhirnya jatuh juga, Itulah takdir Allah. Itulah bukti kuasa-Nya. manusia tak akan pernah tahu takdir hidupnya, seperti halnya gelas kaca tersebut, namun setidaknya, hargailah usaha si empunya gelas kaca yang berusaha memperbaiki gelas tersebut dengan cara menembelnya, memberi aksen-aksen cantik, bahkan menambahnya dengan bahan yang bisa memperbaiki kerusakan fatal tersebut. meski tak sama, setidaknya itu tetap menjadi gelas kaca indah yang tak tergantikan.

Fyna.