Rabu, 16 September 2015

Tema: Goresan Cinta untuk Bunda

LESUNG PIPI SANG BIDADARI
Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai Sang Surya menyinari dunia

                Sepotong lirik lagu yang dahulu acap kali aku senandungkan di taman kanak-kanak. Lirik lagu yang pertama kali diajarkan oleh Ibu guru kepada anak didik Beliau. Sekarang Aku menyadari bahwa sepenggal lirik lagu tersebut syarat akan makna yang mendalam. Aku dapat merasakan betapa dalamnya kasih sayang seseorang yang melahirkanku di dunia 22 tahun yang lalu. Beliau yang mengandungku selama 9 bulan, berlinang air mata dan ribuan tetes peluh hanya demi merawat, menjaga, dan menjadikan aku manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Sungguh aku merasa beruntung terlahir dari rahim Beliau. Bagiku kelahiranku di dunia ini sudah menjadi anugrah yang terindah dan dari sinilah aku belajar untuk mengarungi manis pahit kehidupan demi membanggakan Beliau kelak.
            Tiba-tiba Aku teringat pengalaman di masa kecil yang masih jelas dalam memoriku. Di saat aku masih sangat membutuhkan Beliau, ternyata Allah telah mengirimkan adik kecil nan mungil untuk menjadi teman dalam keseharianku. Sayangnya, di saat itu aku merasa bahwa kehadirannya di dunia ini kelak akan mengurangi jatah kasih sayang dan perhatian Ibuku terhadapku. Aku akan sulit mendapatkan kasih sayang dari Beliau, tidak selalu dimanja, dan bahkan akan diduakan dengan dia. Pada saat itu aku ingat jelas bahwa ketika ibu menggendong adikku, aku merasa iri dan benci. Bagiku hal itu amat sangat manusiawi bahwa seorang anak merasa takut jika tidak mendapat kasih sayang dari seseorang yang setiap saat kita butuhkan. Namun, tanpa aku sadari ternyata Ibuku adalah sosok bidadari yang luar biasa. Di sela-sela kesibukan bersama adik kecilku, Beliau tetap bisa membagi waktu untukku. Seperti memandikan aku di sore hari, mengajak aku jalan-jalan, bahkan menjadi pendongeng menjelang tidur. Sedikit potret yang bisa aku ingat dari jasa Beliau yang tak pernah pamrih itu.
            Menjadi seorang anak kecil itu adalah masa dimana kita bisa mengekspresikan segalanya dengan apapun yang ada didekat kita. Misalnya, ketika seorang anak kecil memegang alat tulis, aku yakin tembok putih yang tak berdosa itu kerap kali menjadi korban ke-anarkisan dia. Tak hanya tembok, namun segala hal yang ada didekatnya akan menjadi umpan lezat bagi dia mengekspresikan diri. Sering kali aku juga melakukan hal yang sama. Dulu, aku ingat betul, ketika aku bermain-main, tak sengaja aku melihat di depanku ada snowman marker warna merah milik ayahku. Snowman marker yang tergeletak tak berdaya tersebut seperti melambai-lambai kepadaku seraya memintaku untuk membangkitkannya dari posisi awal. Tanpa pikir panjang, aku pun segera menghampiri si merah penuh gairah tersebut. Setelah si merah ada di tangan, mataku seketika berbinar-binar melihat tumpukan kertas yang ada di sebelah selatan meja kerja ayahku. Secepat kilat aku mengambil beberapa tumpukan kertas itu. Dengan sedikit ber-jinjit, akhirnya aku pun bisa meraih beberapa lembar kertas. Ahh….. aku langsung saja mengajak snowman marker menari-nari di atas kertas yang semuanya adalah milik ayah. Sayang, tak lama kemudian ayah pulang dari kantor dan menyadari akan perbuatanku. Seketika ayah menarik tangan mungil ini dan memarahiku. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku takut dengan nada keras ayah yang penuh dengan ledakan emosi. Tak lama kemudian, Ibu pun datang menghampiri dan mendinginkan suasana. Ibu menjelaskan duduk permasalahan, bahkan ibu mengatakan bahwa ibu yang ceroboh karena tak menyadari bahwa aku bermain-main di area kerja ayah. Ibu rela membelaku agar ayah memaklumi kekhilafan ini. Oh…. Ibu. Ku lihat senyum teduh tergambar jelas dari dua lekukan di pipi Ibu. Sorot mata penuh dengan rasa ingin melindungi diwarnai dengan tutur kata yang menyejukkan hati mampu menenangkan hatiku. Perlahan aku terdiam dari tangis dan ku dekap Ibu selalu. Itulah lesung pipi sang bidadari yang tak pernah hilang di kala badai menerpa. Lesung pipi yang menjadi isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja, serta lesung pipi ibu yang senantiasa kunanti sebagai tanda ini bukanlah kesalahan yang fatal.

Kini aku sadar, bahwa inilah cara ibu untuk memberikan kasih sayang kepadaku. Kasih sayang yang jauh lebih besar dari seorang Ibu. Bahkan sampai usiaku yang sudah menginjak kepala dua ini, aku yakin aku tak akan mungkin bisa membalas semua jasa dan pengorbanan tulusmu. Ibu….. sungguh kau bidadariku hatiku. Selamanya…..!


                                                                  SEKIAN

Rabu, 17 Juni 2015

Gawe Ayem e Ati

Ada hari dimana "tak semua harapanmu terpenuhi”

Ada hari dimana "kebahagiaan seolah hanya ditakdirkan untuk orang lain bukan

untukmu”


Ada hari dimana "engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya,

mengikuti semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah duka cita”


Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua

“Keburukan” yang terjadi, di akhir hari nanti akan kau temukan bahwa sebenarnya
Allah hanya menguji……..




Bersabarlah karena semua akan indah pada waktunya. Sesungguhnya Sang Maha Penguji tengah menciptakan rangkaian kehidupan yang luar biasa indah jika diantara kau senantiasa ikhlas dan belajar menerima segala ujian-ujianNya. Because of God is never ever sleep long. TRUST IT!



June, 17th 2015
Firdha Yunita

Kamis, 23 April 2015

Alhamdulillah .... Sebulan (PASSED)

Malam ini baru saja Aku sadari bahwa ini adalah tanggal 23 April 2015. Setelah Aku selesai menyusun sebuah test yang rencananya akan Aku berikan kepada peserta didik di Thailand Summer Course ini, Aku teringat bahwa sebulan yang lalu di tanggal dan tahun yang sama, Aku mulai berjalan untuk membagi ilmu yang sudah Aku dapatkan lebih dulu ini di negara kedua tempatku berpijak. Di tanggal yang sama, Aku meninggalkan segala urusanku yang ada di lingkunganku. Meninggalkan keluarga tercinta untuk sementara waktu dan memanfaatkan pengalaman semaksimal mungkin. Hidup memang pilihan. Bahwa yang sebelumnya Aku hanya mengucap dalam hati jika diberi kesempatan lagi, Aku bersedia untuk mengunjungi negara kedua ini dan alhamdulilah it comes true

Terlewati suka dan Aku pun berhasil mengantongi pengalaman baru di sini. Pengalaman tinggal bersama banyak orang dalam satu atap, pengalaman berbeda pendapat, pengalaman ketawa ketiwi bareng-bareng, pengalaman mengunjungi tempat baru, dan bahkan mendapat keluarga baru. AKu senang sekali bisa berkesempatan mengunjungi negara Gajah Putih ini untuk kedua kalinya. Namun, sayangnya waktunya berdekatan sekali dengan hari-hari sibuk kuliah yaitu target menyelesaikan SKRIPSI. Akan tetapi, AKu ikut menyakini wejangan dari kawanku di update BBMnya dan dikuatkan juga oleh Puteri Indonesia 2014 yaitu "TIDAK ADA KESUKSESAN YANG MENGKHIANATI USAHA". Dan... Aku akan mencobanya. Apapun itu Aku harus berusaha. Memaksimalkan kemampuanku, lebih membuka diri, lebih bisa mencair dengan segala lapisan masyarakat, bahkan belajar lebih sabar lagi. 

Khusus untuk kegiatan belajar mengajar, perlu diketahui bahwa ketika Aku mengajar, sebelum mengajar, atau setelah mengajar, AKu teringat akan pengalaman masa kecilku dulu. Duluuuuu......duluuuu sekali....sekitar 10 tahun yang lalu, Aku sempat mengajak adik dan teman-teman adikku untuk belajar bersama. Sering kali Aku mengajak mereka untuk belajar bersama dan Aku dengan iseng mengatakan,"Dik..kita ini sedang ikut les ya. Aku jadi gurunya, kalian muridnya. Ngga perlu bayar-bayar, tapi belajar aja. Hehehe. Tapi kalo ada yang mau baayar....cukup bayar Rp. 500,- saja. hehehe". Dan adik-adikku tertawa lebar. Aku ingat persis, dulu Aku mengajak mereka belajar di rumah orangtuaku tepatnya di lantai atas. Di salah satu kamar yang kosong, Aku mengajak mereka belajar. Hehehe..... Yahh ..sayangnya hal itu tidk berjalan lama karena Adikku kandung sendiri sering kali malas jika aku mengajaknya belajar. Jadi teman-temannya pun ikutan tidak belajar lagi. Dari situ,,ternyata bisa berkembang sampai sekarang yang mana mulai setelah UAN SMA sekitar usia 17 tahun sampai 21 tahun ini, hidupku ngga jauh-jauh banget dengan kegiatan belajar mengajar. Hehehe... ternyata apa yang Aku dulu lakukan ketika berumur 10 tahun yang belum terealisasi dengan baik, akhirnya sekarang sudah bisa melanglang buana mengajar hingga tingkat internasional. Hehehhe. Senang ngga tuhhh? Pastinya....seneeeeeenggggg bangeeeet laahh. Hehehe. 
Ohh iya, dulu guru BK SMA ku bernama Ibu Siti Istiqomah juga sempat memberikan wejangan. Beliau berkata,"Nduk, sampean kuliah o loo nggih. Aku yakin ketika kuliah, banyak sekali yang nawarin kamu untuk mengajar entah privat ataupun di LBB. Aku yakiinn itu. Sukses buat kamu ya,,, Nduk". Sampai sekarang ini, AKu selalu ingat 3kenangan itu dalam hidupku terlebih ketika Aku benar-benar disibukkan dengan kegiatan belajar mengajar ini. Seperti sekarang ini. 
Yaaahhh..... AKu yakin bahwa ALLAH senantiasa mendengar doa setiap hamba-Nya dan juga menghargai setiap usaha. Dan... AKu membuktikannya. Thanks God.....

Sekian kisah satu bulan yang terlewati dengan amazing enough. Hehehehhe see ya readers,,

Thailand, 23 April 2015
FYNA.

Rabu, 22 April 2015

Berkorban bukan berarti Tak Berprinsip

Dari hari ke hari menurutku kegiatan belajar mengajar terasa biasa-biasa saja. Selama minggu ini, Saya sebenarnya memang sengaja untuk memberikan materi semaksimal mungkin melihat waktu pertemuan yang tidak berlangsung lama lagi. 

Pada hari ini, Saya melihat para pelajar bak baru saja kehilangan harta karun yang dia ditemukan di kolong meja rumah neneknya. Wajahnya datar, fikiran kosong dan tidak fokus, bahkan semangat yang sudah tinggal detik-detik penghabisan. Sungguh, situasi belajar seperti ini yang membangkitkan naluriku untuk sesegera mungkin menemukan sebuah ide CERDAS untuk membantu mengatasi permasalahan pembelajaran kali ini. "Kalau Saya terus-teruskan seperti ini, dijamin sampai akhir pembelajaran pun mereka akan tetap seperti ini,"gumamku dalam hati. Seiring berjalannya waktu, Saya tetap melanjutkan kegiatan belajar sesuai dengan planning yang sudah Saya buat dari kemarin. Yaaa.... rencananya memang hari ini Saya ingin menggelar kelas diskusi dan harapan Saya, mereka bisa memanfaatkan waktu itu untuk membuka cakrawala dan memperluas pemahaman mereka dengan mencari sendiri didalam media canggih dengan ribuan ilmu-ilmu brilian. Yaaa.... tak lain dan tak bukan adalah internet. 

Ketika kegiatan belajar sudah satu jam lebih beberapa menit berlangsung, suasana belajar sepertinya nampak biasa-biasa saja. "Demi kegiatan belajar yang lebih aktif, sepertinya Saya harus menyisipkan percikan-percikan semangat. Di sisa waktu ini, mungkin lebih baik Aku menunda untuk menambah materi baru. Yaa ...memasukkan game alternatif yakni MEMORY GAME atau bahasa yang tidak asing bagi kita yaitu PERMAINAN DAYA INGAT,"kataku dalam hati. Tanpa pikir panjang, Saya pun segera mengapplykannya dengan harapan Saya bisa membangkitkan semangat mereka laah. 

"Okay, baiklah kakak-kakak, setelah kalian mengerjakan soal-soal latihan yang Saya berikan ke kalian semua, sekarang coba kumpulkan lagi soal-soal kepada Saya (sambil menunggu setiap siswa mengumpulkan soal satu per satu)". 

(setelah semua soal ada di tangan)"Yupp.... jadi sekarang Saya akan membacakan sebuah paragraf yang Saya ambil dari teks yang sudah kalian kerjakan. Saya akan membacanya sebanyak 3 kali berturut-turut. Kalian akan bekerja group. Setiap group itu terdiri dari 2 orang. Nah ... selama Saya membacakan teks, kalian Saya harapkan untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan dilarang menulis apa yang Saya katakan. So, you have to listen carefully and write down after I give you the instruction anymore. Okayy .... are you ready students???,"dengan lantang Saya mencoba mengajak mereka belajar dengan menyenangkan. Mereka pun menjawab dengan semangat,"Yess...... I am ready". 

Kemudian, teks demi teks pun Saya bacakan. Setiap dua kali membaca, Saya memberi kesempatan mereka untuk menuliskan apa yang mereka dengar. Mereka cukup berhati-hati, namun ada juga beberapa yang masih saja berusaha menulis di tengah Saya membaca teks tersebut. Setidaknya di sini Saya belajar untuk melihat kejujuran mereka. Bukan nilai yang Saya harapkan. Sesungguhnya keseriusan, konsentrasi, dan kejujuran yang menjadi kunci bagi Saya untuk mencoba menerapkan permainan ini. Sederhana bukan???
Selang beberapa saat kemudian, Saya pun mulai memberi instruksi,"Baiklah ....pelajar. Ini adalah kesempatan terakhir bagi Saya membacateks ini. Di kesempatan akhir ini, Saya mengizinkan kalian untuk mendengarkan sekaligus menulis. Jadi, kalian harus betul-betul memanfaatkan kesempatan ini. Baiklah..... Saya mulai sekarang .... Bismillah .....". Lalu Saya pun membacakan teks tersebut. 

Nah ... seperti itulah permainan alternatif yang Saya terapkan dan mengorbankan materi yang sudah Saya siapkan. Sesungguhnya bagi Saya, seorang pendidik itu memang diwajibkan untuk membuat lesson plan sebelum Beliau melaksanakan kegiatan belajar mengajar ntah formal maupun informal. Lesson plan itulah yang menjadi nahkoda bagi seorang pendidik selama proses belajar mengajar. namun, tidak bisa dipungkiri terkadang lesson plan yang sudah direncanakan semaksimal mungkin, harus kandhas demi kegiatan belajar yang lebih fun dan yang pasti semangat. Apalagi ..peserta didik yang di didik seperti mereka yang butuh sekali semangat untuk mengenyam pendidikan semaksimal mungkin. Ini bukan masalah seorang pendidik berprinsip maupun tidak berprinsip, melainkan menurut Saya seorang pendidik yang berani mengubah lesson plan di tengah pembelajaran berlangsung demi peserta didiknya semangat dan materi bisa diterima, maka itu sebuah keunikan. Pastinya, hal itu juga mengandung resiko. Resikonya adalah materi yang seharusnya disampaikan pada hari itu, mau tidak mau harus ditunda terlebih dahulu. Itu salah satunya. Akan tetapi, kita belajar bukan untuk mengejar materi sebanyak mungkin, namun yang terpenting adalah pemahaman mereka terhadap materi yang sudah disampaikan. YAA.... PEMAHAMAN. SEDIKIT TAPI BERMAKNA, DARI PADA BANYAK NAMUN SIA-SIA. Insyallah ... dari sedikit itu akan membantu mereka dalam memahami materi itu lebih banyak lagi ke depannya. Insyallah .

Thailand, 23 April 2015
FYNA. 

Senin, 20 April 2015

Enam Jam demi 16,39 GB (LATE POST)

Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, Aku terbangun dari tidurku. Huuuaaaammmm......... cukup nyenyak, namun kepalaku terasa pusing. Pelan-pelan, Aku mengingat ingat aktivitas terakhir yang Aku lakukan. Selang beberapa saat kemudian, kawan sekamarku, melontarkan kalimat yang sontak mengagetkanku dari proses flashback ini. "Heeee ...... udah bangun?". Aku pun menjawab seketika,"Hu.uh..... Aku kok bingung ya? Seingetku .... Aku tadi nikmatin tutorial gokilnya Raditya Dika sama kamu deh Ciiiinnnn .... tapi lha koooookkkkk ........ (sambil cengengesan)". Begitu saja dan temanku melanjutkan ritual youtube annya.

Yaaaah .... lalu sambil mengucek-ucek mata, Aku melanjutkan kegiatanku sebelum tertidur tadi yaitu mem-back up foto-foto yang sudah menyesakki memori smartphone ku (ciieee bahasanya,, padahal yaa edisi engkong-engkong. haha). Masih baru dapet 15 % nan, jadi harus se-segera mungkin Aku selesaikan. Yaaah ...maklum memori internal yang tidak cukup banyak ruang untuk menyimpan. Hehehehe. Selama mem-back up itu, kami saling bercanda gurau juga.

Nahh..... di saat Aku berkeinginan untuk menghapus salah satu folder yang sudah Aku back-up, Aku melakukan sebuah kesalahan yang fatal. "Allah ..... Allah .... ya Allaaaaah....... ini gimana??????? Ini gimana ... ini?". Dengan panik dan shock, Aku segera mencari dengan berbagai cara. Temanku pun bertanya,"Ada apa? Kamu kenapa?".
"Iniiiii .... folderku ilang. Folder foto. Kumpulan foto-foto mulai dari foto masa kecil sampai foto kuliah. Allaaahh .... ini gimana?"dengan ekspresi wajah yang sudah kusut, menyesal, panik, dan air mata yang sudah siap mengalir deras itu.
"Tenang .... coba cari d recycle bin. Ngga usah panik, hal yang kaya gitu biasa. Meski file hilang, insyallah didalam recycle bin. Jadi ngga perlu sepanik itu .... keep calm Jengg .... keep calm!"
Selang beberapa waktu, ternyata hasilnya NIHIL. Tahukah kalian readers...... bagaimana perasaanmu ketika file yang ada didalam foldermu kehapus secara tidak sengaja? Maksudnya Aku ingin menghapus folder yang B, Tapi ternyata yang hilang seluruh folder termasuk folder B juga ada didalamnya. Sungguh ,...rasanya seperti tangan kita kepotong tapi ngga keluar darah. Nyeseeekkkkk doang.
"Allah .... ini semua moment. Ya apa sih iniiiiii??????? Aku pengin semua fileku kembali semua. ITU. TITIK,"dengan raut muka sedih, pasrah, dan nyeseeekkkkk.

Lalu, Aku segera mengontact semua kawan-kawanku by social media. Yaaa..... siapapun mereka Aku tanyain, googling, buka youtube, dan bahkan sampai mendownload berbagai macam software data recovery. Mulai dari pukul 15.00 waktu setempat sampai pukul 18.00, ternyata usahaku belum membuahkan hasil. "Aku tak boleh putus asa,"bisikku dalam hati untuk menguatkan diri padaha sebenarnya Aku sudah mulai mencoba untuk mengikhlaskannya. Asal tahu aja, kalau Aku ini memang bukanlah expertnya IT. Yaa.... tapi bukan expertnya bukan berrati Aku tak boleh mencoba dan berusaha. Pada saat itu, keyakinanku SATU yaitu BERUSAHA atau MENGIKHLASKAN. Jadi ... mau sampai berapa jam pun kalau masih bisa diusahakan , why not???? 

Alhasil, ketika jam sudah mulai menujukkan pukul 20.00 waktu Thailand, Aku sudah mulai kewalahan. Di saat kondisi yang seperti itu, dua kawanku yang alhamdulilah-nya ahli dalam laptop2an, hobi utik-utik tentang technology, meluangkan waktunya untuk membantuku (meski awalnya Aku yang memohon-mohon untuk membantu menemukan solusi dari kecerbohoanku ini).

"Jaannn...... tolong laahh Jaaaaann...... tolong bantuin Aku biar folderku kembali lagi. Itu semua isinya foto-foto dari abal-abal sampai ubul-ubul. Apapun bentuknya, Aku ngga pengin folderku ilang,. Pleaseeee...... Aku minta tolongg bangetnya,"pintaku kepada Ojan. Ojan adalah salah satu temanku yang ahli IT. Jadi, Aku pikir dialah orang yang tepatuntuk Aku mintai tolong menemukan solusinya. 
Di pertengahan jalan ketika Aku bergerilya demi mengembalikan folder-folderku yang hilang, tak disangka ada juga temanku yang tiba-tiba mengirimkan pesan instan kepadaku melalui whtasapp. Yaa.... dan beruntungnya dia juga demen dengan dunia IT dan kawan-kawannya. Jadi, tidak salah juga. Ibarat Aku berlayar, dua tiga pulau terlampaui. Namun, tetap...itu semua sudah menjadi skenario Sang Maha Pemberi Solusi yakni Allah Azza wa Jala. Setelah kami berdiskusi melalui media sosial, saling mengirmkan perkembangan demi perkembangan, hingga menginstall berbagai jenis software satu per satu (baru kali ini Aku bergelut dengan software dan mencari solusi agar software tersebut tidak trial. hehehhe. 

Selang satu jam kemudian......

Jengg ...... Jenggg ..... (bayangkan saja itu irama musik yang kerap didengar di sinetron-sinetron)....

"Alhamdulillah ........ Subhanallah .... Allahu Akbar ...... Alhamdulilah .... Allah ... Allah ... Allah .... terimakasih Allah ........ ALhamdulillah,"jeritku sekeras-kerasnya sambil jingkrak-jingkrak, lari kesana kemari, tertawa lepas, sujud syukur, dan berbagai macam selebrasi yang intinya menggambarkan bahwa usahaku selama 6 jam itu berbuah juga. Yaaa...... hehehhehe dan AKHIRNYA FILE FOLDER SEBESAR 16,39 GB PUN BISA KEMBALI SECARA TOTAL KEPADAKU (Itulah ...kalau masih rezeki nggak kemana). Hheehhe...
Tak disangka .... namun Aku percaya bahwa sesulit apapun segala sesuatu yang sedang kita hadapi saat ini, semuanya pasti ada SOLUSI DAN SOLUSI TIDAK AKAN MUNGKIN DATANG DENGAN SENDIRINYA MELAINKAN SOLUSI TERSEMBUNYI DI BALIK USAHA. Maka siapapun kalian, jika kalian sedang dirundung masalah ntah itu masalah internal maupun eksternal, masalah skripsi ngga selesai-selesai, masalah ngga ada duit, masalah ngga cepet-cepet dapet kerjaa, masalah kapan married, masalah kapan bayar utang, sampai masalah ngga bisa (PUP). hehehe...... percayalah semuanya PASTI ADA SOLUSINYA. Trust me!!!. God never sleep a long ..... so do what you can to do and believe that it can bring the lucky for you. 

The last but not the least,,,,, I am happy .... happy ... and happy.
hehehehe.
Thanks Lord

Thailand, April, 20th 2015
FYNA



Kamis, 16 April 2015

Happiness is Simple

Bahagia itu Sederhana
Di sela-sela menikmati menu makan malam kali ini, yakni "Mie Goreng", Aku tiba-tiba mempunyai ide yang menurutku bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu malam ini. 

"Kak, boleh tidak malam ni kito tengok  goye? , kataku selepas menyudahi makan malamku. Salah satu dari pelajar, sebut saja bernama Sureena, menjawab dengan spontan. Di pun berkata dengan polosnya,”Goye apo  kak? Saya biasa tengok goye Siam. Lantas Aku pun menimpali dengan pernyataan yang tak menyurutkan niat untuk mengajak mereka belajar dan bersenang-senang. “Nah … itu kak. Karena kalian belum pernah atau jarang melihat goye Indonesia, makanya kakak ajak kalian untuk melihat. Goye Indonesia molek   oo kak…. sungguh laaaa (dengan nada penuh semangat dan antusias ala-ala sales kompor gas). Setelah terlibat perbincangan antar pelajar dengan bahasa Thai yang tak ku pahami asal usulnya itu, salah satu dari mereka menjawab “Iya kak…. Saya nok nok nok  aaa kak. Nok tengok goye hok sedak-sedak  (dengan senyum simpul dipipinya). “ 
Aku pun kemudian menambahkan tentang nama film yang hendak kita tonton nanti. Laskar Pelangi karya Andrea Hirata lah yang dinobatkan menjadi film pilihan kami (Temanku, Diana dan Aku). Akan tetapi, tiba-tiba Aku ada sebuah ide lagi yakni setelah menikmati film tersebut, Aku meminta mereka untuk membuat ringkasan tentang apa yang ditampilkan dari film Laskar Pelangi itu. Hal ini sekaligus ingin mengukur kemampuan mereka dalam memahami bahasa Indonesia melalui film. Namun, mereka tidak tahu kalau niatku yang utama adalah itu. Setelah Aku ungkapkan unek-unekku di depan mereka, mereka pun Nampak antusias dan tidak sabar. Lalu, kami pun menyegerakan untuk membubarkan forum, menyelesaikan hal-hal pribadi kita, lalu pergi ke ruangan belajar untuk mengisi waktu luang malam ini untuk menonton Laskar Pelangi. 

Dua puluh menit kemudian, kami semua menuruni anak tangga satu demi satu dan menuju lantai 1 ruang belajar kami. Afnan, salah satu pelajar kami, sebagai operator yang memulai menyalakan computer. Didampingi dengan Diana yang sibuk mengutak ati remote projector agar kami bias menikmati film dengan lcd projector yang sudah disediakan. Karena Aku masih sibuk dengan urusanku, Aku yang dating terakhir. Ketika Aku datang, seketika Aku disambut oleh suara Diana yang khas Bu Guru itu. “Fir, piye iki ngga iso meneh LCD ne . Ngga onok gambar e . Ra sido ndilok Laskar Pelangi meneh , “dengan nada yang sedikit kecewa.  Aku pun segera menghampiri dia dan mencoba mengutak utiknya. Sambil membaca basmallah, sholawat, dan takbir, Aku mencoba lagi … lagi … dan lagi. Alhamdulillah …. Akhirnya LCD Projector pun bisa dipakai, akan tetapi memakai laptop milik Diana. Setelah kita merasa senang karenal LCD Projector sudah sembuh, lagi-lagi kita diribetkan dengan yang namanya sound. Suara yang diputar dari laptop, tidak bias keluar jika laptop dihubungkan dengan LCD Projector. Setelah mencoba beberapa kali dan hasilnya nihil, dengan terpaksa dan berat hati, agenda menoonton Laskar Pelangi dan grab the point pun dibatalkan. Lalu, agenda itu digantikan dengan karaokean bersama. Mulai dari west songs, Indonesia songs, sampai Thailand songs. Kami pun bersenang-senang dengan mendendangkan lirik demi lirik setiap lagu. 

Bersama mereka, malam ini Aku merasakan kebahagiaan. Menurutku, bahagia itu sederhana. Se-sederhana cara kita mengalihkan agenda yang semula gagal, denga agenda lain yang tak kalah seru juga. Mereka para pelajar, dari mereka Aku bisa melihat arti ketulusan. Ketulusan setiap bait kata yang menghangatkan, canda tawa renyah yang meramaikan suasana, dan kekeluargaan yang mereka jalin meski di awal mereka sama sekali tidak mengenal satu sama lain. Semuanya terpampang nyata, cethaaar, membahana samudra raya.   hehehe. Yaaa….. meskipun agenda menonton Laskar Pelangi gagal, insyallah one day kita tetap bisa menontonnya. Yaaa…. One day sebelum kami (Diana dan Aku) kembali ke tanah air, Aku ingin memutar film Laskar Pelangi di depan mereka. Dengan harapan, mereka termotivasi dengan setiap potong adegan di film tersebut…. Bahwa untuk kehidupan yang lebih baik, perjuangan juga harus dilakukan. Hidup yang indah berbanding lurus dengan usaha dan perjuangan setiap insan manusianya. Tidak ada upaya yang berbuah sia-sia. Percayalah … sekecil apapun usaha kita, Allah tak akan membiarkannya terbuang tak berguna. Yakin dan sungguh-sungguh …… itu kuncinya. 

Thailand, 16 April 2015
FYNA






Senin, 13 April 2015

The Fresh Charming Rain

Haii readers... sudah lama tidak menyapa kalian lagi. Belakangan Aku memang disibukkan dengan dunia education di sini. Jadi...sorry ya readers kalo kalian menunggu kehadiranku dalam dunia oret-oret ini khususnya di blogku ini. hehehe. Well, Aku pun sudah tidak ingin untuk berbelit-belit lagi untuk meluncurkan deretan unek-unek di kepala ini. Let's see...



                Inilah suasana yang bagi Saya bisa dikatakan "LANGKA". Selama hampir memasuki bulan pertama yang terhitung kurang lebih 11 hari lagi ini, baru kali ini tanah tempat Saya berpijak dan lokasi tempat  menabur ilmu ini mendapat kesegaran dari percikan-percikan air suci dari langit. Meresap ke dalam lapisan tanah dan juga terasa sejuk di mata. Yaaa... pagi hari ini hujan bersedia singgah barang sekejap saja. Hujan turun dengan diiringi suara gemericik-gemiriciknya yang syahdu menemani Saya dan 14 pelajar lainnya menimba ilmu bersama di kantor Badan Alumni Thailand Selatan ini. Di tengah hujan yang mengguyur bumi Pattani, Thailand pagi ini, kegitan belajar menagajar pun juga terasa berbeda. Bersama mereka, Saya puas dalam menyampaikan materi. Opening game yang bisa membangkitkan semangat dan emosi mereka untuk perlahan-lahan menyukai dunia English pun bisa Saya lihat. yaa...suasana enjoy, relaxed, dan serious ini lah yang ingin Saya bangun dari awal. Inilah ... Saya merasa bahwa Allah menunjukkan kebesaran-Nya. Di titik ini Satya merasa bahwa sedikit bnyak, mereka pun sebenarnya juga berjuang untuk memahami materi demi materi. Segala sesuatu itu membutuhkan proses. Tidak beda jauh ketika kita hendak menaiki tangga Dari tangga 1 dan hendak menuju tangga 10 pun, kita harus melewati tangga 2 sampai 9 untuk mencapai tangga 10. Begitu juga dengan mereka. Tidak bisa dipaksa untuk MAMPU dan BISA sekaligus.  Dan Saya adalah salah satu orang yang berjuang untuk menghargai PROSES. 

              Rintik hujan yang perlahan menghilang itu, menjadikan suasana l;angit terlihat teduh dan syahdu. Kegiatan belajar yang penuh tekanan, membosankan, dan bahkan melelahkan seperti terhapus dengan adanya hujan. Yaa...hujan tidak hanya membasahi tanah Pattani yang bisa diamati secara fisik, namun juga menyejukkan otak dan mendamaikan hati kami yang sedang menimba ilmu bersama-sama di sini. Rasa syukur tak henti-hentinya Saya panjtakn untuk Sanga Maha Pemberi Kesejukan, Sang Maha Pendamai Hati, dan Sang Maha Pemberi Kejutan. Tak terukur, terhitung, dan terdefinisikan kejutan demi kejutan yang sudah Dia persiapakan. Termasuk apa yang Saya alami pagi ini. Sungguh tidak menyangka bahwa Saya cukup puas dari hari-hari biasanya. Dan hal ini mampu memompa semangatku untuk semakin kreatif agar Saya tetap bisa menjaga suasana belajar yang seperti ini. 

              Akhir kata dari tulisan Saya hari ini, sekecil apapun yang kita rasakan hari ii, syukurilah. Kemudian di malam hari atau diwaktu-waktu khusyuk... berdoalah. Memohon kepada Sanga Maha Pemberi Segalanya untuk mewujudkan apapun yang kamu inginkan. Lalu yakini bahwa one day, apa yang kamu inginkan dan kamu lantunkan melalui bait doa demi doa itu akan dijabah. Percaya dan kuatkan hati. Allah ada ... hold us and save us. Lord never ever leave us without any surprise. There are a great miracle inside of deepest pray. 

             Love Allah Azza wa Jala..

Thailand, 14th April 2015
FYNA
The beautiful rain is the relaxation of the stuck life. 

             

Jumat, 10 April 2015

Miss "Moment"

Belakangan ini, Aku katakan dengan jujur sejujurnya bahwa I am so lazy to write what I have done for a fews days ago. Really ... so sorry for my great mistake here. Bukan maksud Aku mengabaikan planning ku begitu saja, but there were some duties that I have to do as soon as possible. Yaa.... jadwal selama minggu ini cukup menyita perhatianku. Tugas untuk membuat profil Badan Alumni yang meminta untuk membuat model film pendek (mana Aku bukan lulusan IT dan ngga hobi buat begono2an, tapi boleh lah dicoba siapa tahu jadi seneng. Hehhe), belum nyiapin materi dan strategi buat ngajar, belum juga buat test for each topic, belum juga ngurusin tethek mbengeknya kampus, belum juga skripsinya melambai2, dan berbagai hal yang konon kalau Aku berhasil melewati, jerawat-jerawat yang mampir di muka ini bisa hilang dalam sekejap (NGIMPI). Hahahahhha. Pasalnya yaa gaeeesss,,, di latest semester ini w.o.w lah... bener2 gongnya otakku meluap2, tenaga kocar kacir, dan pikiran carut marut dah. Bener-benr serunya itu kaya kita lagi climbing menuju MAHAMERU. Haahaha. Inget filmya 5cm?? yaa kaya gitu itu lika likunya.... ketiban batu, jatuh, kejedhot, kepleset, dan sampai pingsan juga. Hahahaa,... sumpah dehh gemesss, nyeseeekk, seruu can be one.

So, tulisan ini Aku tulis tatkala Aku teringat bahwa Aku belum bisa menepati janjiku buat tiap hari menulis... Hmm... emang dhawuhe Pak. Ngainun Naim (dosen IAIN Tulungagung) untuk istiqomah itu memang tidak mudah, tapi kita tidak salah untuk mencoba. Bismillah ... for me as smooth as always niatnya,,, but as smooth as often apply nya, hehehhe.
Oke... Aku lanjutin tugas dulu yaa....
See you readers ..

Thailand, 10 April 2015
FYNA

Sabtu, 04 April 2015

Emilia Pengusir Rasa Kantuk Mereka

Kegiatan belajar mengajar adalah salah satu aktivitas inti Saya selama tinggal di bumi Pattani, Thailand ini. Kegiatan menyebar benih-benih ilmu ke dalam lahan yang masih kosong. Mencoba mengisi lahan kosong dengan benih-benih unggul dan berkualitas, agar kelak bisa menuai hasil jerih payah itu. Namun, ditengah kegiatan menabur benih ilmu itu sering kali Saya sendiri terhipnotis oleh rasa yang menghilangkan konsentrasi, hawa yang mematikan fungsi otak untuk sementara waktu, dan atmosfer yang membuat jiwa malas untuk beraktivitas. Kondisi itulah yang membuat Saya penat dan malas untuk meraih pengetahuan demi pengetahuan itu. Yaaa..bagiku itu cukup manusiawi.

Dalam hal ini Saya ingin menuliskan pengalamanku menyebarkan benih - benih ilmu pada pertemuan ke tiga kali ini. Yaa... Saya beruntung bisa merasakan mengajar pada jam pagi yakni pukul 08.00 - 10.00 waktu setempat. Bukan beruntung sih sebenarnya, akan tetapi lebih tepatnya kami (teman Saya dan Saya) menggunakan sistem rolling. Yakni jika hari ini Saya yang mendapat kesempatan untuk menabur ilmu terlebih dahulu, keesokan harinya teman Saya lah yang mendapat ksempatan terlebih dahulu.Yaa..jadi sama-sama adil. Hehehe. Bisa merasakan kedua-duanya.

Pembelajaran hari ini dihadiri oleh 13 pelajar, yakni 10 pelajar perempuan dan 3 pelajar laki-laki. 3 dari 10 pelajar perempuan adalah pelajar baru yang bergabung dengan program belajar musim panas kali pertama ini. Namun, hal itu bukan masalah melainkan semakin banyak pelajar yang mengikuti program ini dan bersungguh-sungguh untuk belajar, semakin mempermudah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris berkembang di wilayah mereka. Selain itu, mereka juga bisa mendapat suntikan pengetahuan untuk memperluas cakrawala mereka. Spekta!!!.

Ada hal yang sebenarnya menjadi inti dari tulisan Saya kali ini. Saya menemukan sebuah kendala yang membuat mereka terlihat kurang bersemangat dalam kegiatan belajar di pagi hari ini. Ntah kendala itu datang dari Saya ataupun dari mereka sendiri, akan tetapi yang Saya rasakan ada beberapa dari mereka yang kurang begitu bersemangat. Ada yang mengantuk, diam dengan fikiran yang kosong, dan ada yang masih gaduh sendiri. Di situ Saya merasa bingung dan mencari cara membangkitkan mood mereka kembali. Lalu, selama pembelajaran yang masih dalam kategori "Comprehension Section", secara perlahan mereka pun mulai bisa berkonsentrasi. Sudah cukup bisa diatasi lah. Untuk menambah semangat mereka untuk belajar, sesi pembelajaran di jam yang kedua sengaja Saya sisipi dengan "Listening Section". Hal ini memang sengaja untuk memperkenalkan indra pendengar mereka agar tidak asing lagi dengan bahasa inggris. Yaa... Emilia dengan lagunya big big world yang Saya rekomendasikan untuk kegiatan belajar hari ini. Alhamdulillah sekali.... selama kurang lebih 30 menit terakhir pembelajaran, Emilia sukses menjadi "Pengusir Rasa Kantuk Mereka". Yeesssss...... hehehe. Mereka nampak tertarik dengan "Listening Section" yang Saya adakan tadi. Hehehe. Di akhir pembelajaran, kami semua menyanyikan lagu big big world dengan suka cita. AMAZOOONNN!!!!!. Akhirnya dengan izin Allah, pembelajarn pun berakhir dengan rasa puas. Jadi, saatnya bilaaaaannggg SEMPURNA!!!!(HR.Demian)

Thailand, 05 April 2015
FYNA

Jumat, 03 April 2015

Tauziyah Onlen

Semenjak Aku di Thailand baik yang pertama ataupun yang kedua, salah satu aktivitas pagiku setelah bangun tidur dan sholat subuh adalah mendengarkan tauziyah. Bermula waktu kosong di pagi hari saat di Thailand untuk kali pertamanya, Aku memang sering menghabiskan waktuku untuk menatap layar samsungku. Untuk memulai kegiatan di luar, biasanya di mulai pukul 08.00. Jadi aku memiliki waktu pagi lebih lama dan bisa aku manfaatkan dengan baik. 

Internet memang membawa banyak kebaikan. Salah satunya yaitu adanya youtube. Di dalam youtube kita bisa melihat berbagai video, rekaman, atau pun media yang bisa dinikmati oleh indra penglihat dan pendengar milik kita. Hanya dengan mengetik kata kunci dari hal yang ingin kita ketahui di kotak "search" yang sudah disediakan, tak perlu menunggu lebih dari 5 detik, maka apa yang ingin kita lihat, dengan sekejap muncul dan bisa kita nikmati. Ajaib kan??? Hehehe


Nah... untuk menikmati tauziyah setiap pagi seperti yang Aku tuliskan di awal, Aku berterimakasih sekali dengan samsungku ini. Seperti simbiosis mutualisme saja. Mulai dari si empunya, lalu internet, mbah google, menuju youtube dan terakhir key word. Semuanya saling mengaitkan. Sangat membantu dan bermanfaat sekali menurutku. Kegiatan ini aku namakan dengan "Tauziyah Onlen". Pastinya readers sudah faham kan, tauziyah onlen menurutku adalah tauziyah yang bisa dinikmati secara onlen di internet, meskipun tauziyahnya offline. Namun, tetap... insyallah bermanfaat untuk siapapun pendengar dan penglihatnya. Penikmat tauziyah insyallah akan merasakan nikmat positif selepasnya dan itulah yang Aku rasakan, Jadi, Aku pun tidak menyesal untuk menyisihkan waktu pagiku untuk menikmati tauziyah onlen jika memang waktunya memungkinkan. Semoga aktivitas pagi ku ini mendatangkan manfaat khususnya diriku sendiri. Untuk readers, yang belum ada aktivitas paginya yakni mendengarkan tauziyah,,, buruan giiihhh dicoba Neng,, Bang ... Rasakan sensasinya dan awaaasss kaloo sampaiii jadii addicted. hehehehe. Okee... itu aktivitasku, apa aktivitasmu???

Thailand, 04 April 2015
FYNA 

Kamis, 02 April 2015

Friday is Free Day

Di Thailand khususnya kegiatan belajar musim panas, hari Jumat dan Sabtu adalah hari libur untuk pelajar dan tidak untukku. Sebenarnya kami pun juga bisa menjadikan hari Jumat sebagai free day, namun masih banyak tugas-tugas yang belum Aku selesaikan. Tugas kampusku, tugas di kantor badan Alumni, tugas menyiapkan materi, dan tugas rumahan lainnya. Semuanya sudah mengantri satu per satu untuk segera diselesaikan. Oleh karena itu, sebisa mungkin Aku akan mencoba menyelesaikannnya. Aku pun tidak memaksakan diri untuk harus finish pada tanggal ini, karena masih banyak tugas lain yang belum dan fisikku pun terasa sangat lelah.

Ingin rasanya Aku diberi waktu terjaga lebih dari 24 jam agar tugasku bisa Aku selesaikan satu per satu. Terasa memikul beban ratusan ton jika tugas demi tugas belum segera terselesaikan. Yaa... namun aku pun juga harus bersyukur. Mengapa???? Karena dengan tugas-tugas ini, inilah cara Allah membimbingku untuk lebih menghargai waktu dan mempercayaiku bahwa Aku bisa menyelesaikan tugas itu semuanya. Nahh ... namun tidak jarang Aku mengeluh untuk hal itu. Mengeluh karena tugas yang belum kelar-kelar, badan letih, otak spaneng, dan lain sebagainya. Yaa... menurutku manusiawi jika AKu mengeluh, akan tetapi harus tetap bisa mengontrol agar tidak keblabasan menjadi kufur nikmat. Hehehehe

Jadi, mumpung hari ini Friday dan kebetulan di sini Friday is Free day, aku akan mencoba untuk menyelesaikan tugasku satu per satu. Insyallah saget yaa.. Bismillah ...

Thailand, 03 April 2015
FYNA

Asa dalam Kilau Cahaya

Mulailah Aku melangkah menuju ruang rapat yang merangkap sebagai ruang belajar untuk program studi musim panas. Kali ini Aku memulai kegiatan belajar pada pukul 10.30 waktu setempat. Sebelumnya, kegiatan belajar sudah dimulai sejak pukul 08.00. Namun, disesi awal itu diisi oleh temanku yang mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia hingga pukul 10.00. Para pelajar pun diberi jeda 30 menit untuk istirahat mereka sebelum memulai sesi kedua. 

Ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, khususnya disesiku yakni sesi belajar bahasa inggris, Aku berusaha membangun image belajar bahasa inggris yang fun and active. Dengan grammar translation method yang Aku padukan dengan direct method yang akhirnya menjadi KONYOL METHOD (Hehehe) aku mencoba memulai kegiatan belajar hari ini. Diawali dengan basmallah, bacaan Al-Fatihah, dan diperkuat dengan At-Taha (25-28) Aku mulai melangkah. Jujur, untuk pertemuan diawal kali ini, Aku masih belum tahu harus mengajar materi yang mana terlebih dahulu. Mengingat hasil placement test yang baru selesai Aku koreksi semalam, Aku masih memikirkan bagaimana hendak memulia. Lalu dengan memanfaatkan waktu yang ada, Aku pun mulai mencoba memikirkan dan alhamdulillah Aku menemukan jalan emas. hehehe. Cahaya ide itu pun muncul tatkala Aku mencoba berkonsultasi dengan Sang Masterpiecenya Internet, yaitu Mbah Google. Dengan setia mbah google memberi wejangan kepadaku untuk memanfaatkan 1 jam pertama sebagai Speaking Class dan kelas yang kedua sebagai Comprehension Class. Alhamdulillah 2 jam pun terlewati dengan cukup memuaskan. 

Di saat sesi menulis materi yang sudah Aku tuliskan di white board, tak sengaja Aku mengamati geliat-geliat mereka. Aku melihat terbesit kilau cahaya dalam asa para pelajar. Tiba-tiba muncul dalam fikiranku bahwa mereka lah sorot cahaya yang akan mendongkrak dunia, api yang berkobar di tengah panasnya bumi, dan juga mereka adalah agent the change of world. Iyaa .... Aku menaruhkan harapan pada tiap-tiap dari pelajar ini. Mereka yang rela menangguhkan waktu bermainnya, di saat yang lain masih belum berniat untuk menimba ilmu, mereka yang rela menempuh jalan berkilo-kilo meter demi mengubah cakrawala. Sungguh ,,, ini merupakan awal dari perjuangan mereka untuk menggapai mimpi besar mereka. 

Dari pertemuan hari ini, Aku cukup bersyukur. Meskipun melihat hasil kemarin yang belum bisa memuaskan, namun setidaknya kalau kita berusaha, insyallah Allah pun tidak akan tinggal diam. God never ever sleep along. Don't worry to fail when we do sth. One day, God will show the miracle in the best time. Amiin. 
Harapanku semoga Minggu depan, Aku bisa memberikan yang lebih baik lagi dari hari ini.. Insyallah. 
Salam Terkonyol dariku .... 

Thailand, 02 April 2015
FYNA. 

Rabu, 01 April 2015

Di situ Kadang Saya Merasa Sedih (LATE POST)

Bismillah ...
Sudah lama sekali Aku meniatkan diri untuk menulis di blog ku. Memang dari awal, sebelum sampai di bumi Pattani, Aku ingin mendokumentasikan kisah hidupku dalam bentuk tulisan. Sederhana dan apa adanya. Tulisan ini sebenarnya ingin sekali Aku tulis sejak kemarin, namun sayangnya waktuku sudah habis Aku gunakan untuk mengerakan segala hal yang berhubungan dengan kantor, akivitas sehari-hari dan tugas-tugas siswa yang sudah mengantri dari pagi agar segera terjamah.

Ya...mungkin readers semua bertanya-tanya tentang judul yang Aku ambil dalam blog-ku kali ini. Yaa... sebuah jargon yang sekarang sedang nge-hits dan melampaui batas ambang jargonnya Syahrini yang "Maju mundur, maju mundur ... cantik..cantiikk". hahaha. Yaa... Di situ kadang Saya merasa sedih merupakan jargon yag tepat untuk mewakili apa yang sedang Saya alami, rasakan, dan lakoni setiap harinya di sini. Namun, bukan masalah mengeluh atau tidak bersykur, melainkan wujud keprihatinanku melihat keadaan mereka (pelajar) yang bisa dikatakan masih cukup sulit untuk terjun ke dalam Bahasa Indonesia.

Kemarin tepat tanggal 1 April 2015, program belajar musim panas yang diadakan di kantor Badan Alumni Thailand Selatan mulai diikuti oleh 17 pelajar yang datang dari berbagai sekolah yang ada di Thailand Selatan. Pada hari itu, agenda di mulai pada pukul 08.30 waktu setempat. Kegiatan di hari pertama ini Aku dan partnerku yang bernama Diana(sama-sama berasal dari Universitas yang sama, namun beda jurusan) berniat untuk mengadakan placement test. Tes yang kami adakan hari itu adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelajar memilikikemamua dalam berbahasa baik itu Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Setelah tes itu dilaksanakan dan dikoreksi hingga mengetahui hasilnya, barulah kami menempatkan para pelajar sesuai kelompok yang sudah kami bentuk.Kami memang sengaja membagi kelas menjadi 2 kelompok kerja yaitu kelompok A dan B. Kelompok A merupakan kelompok yang memiliki passion lebih dan kelompok B yang sedikit dibawah kelompok A. Kelompok ini buka bertujuan untuk menganak tirikan kelompok yang satu dengan yang lainnya, melainkan kelompok ini dibentuk untuk membantu mereka mempelajari bahasa sesuai grade dan skill yang mereka punya.

Di saat pelaksanaan kegiatan pertama kemarin itu dan melihat hasil placement test yang kami adakan kemarin, sungguh hasilnya membuat aku khususnya tersentak. Merasa khawatir, kasian sekaligus bingung. Mereka ynag sebenarnya sudah cukup lama mengenal bahasa khususnya bahasa Ingris, ketika Aku sodorkan soal-soal yang memang bevariasi (ada muda dan ada susah), hasilnya mayoritas dibawah 50. Hanya 1 dari 17 pelajar yang mendapat nilai 50 dan itulah yang tertinggi. Nah.... di situ kadang Saya merasa sedih. hehehhe. yah... amun Aku mulai menguba paradigmaku sendir pastinya, untuk mencari solusi yang tepat dan menerapkan cara belajar yang fun dan penuh manfaat agar di ending kegiatan belajar musim panas kali pertama ini, seluruh pelajar bisa mendapat ilmu yang bermanfaat dan menerapkan bahasa demi bahasa yang sudah mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Aku percaya, selama masih ada kesempatan dan kita berungguh-sunguh dalam menyebarkan ilmu, insyaallh... Allah pun tidak akan tinggal diam. The great dream is going to come true. Amin.

Pattani, 02 Apri 2015
FYNA

Sabtu, 28 Maret 2015

Ide mana Ide???

Pagi ini selepas beraktivitas, Aku tiba-tiba berkeinginan untuk membuka si putih mungil samsungku ini. Seketika terbesit difikiran dan tergerak tanganku untuk membuka blogku lagi-lagi. Lagi-lagi Aku teringat ingin menulis kisahku di sini, bumi Pattani ini. Namun pagi ini setelah meng-klik entri baru, Aku belum tahu topik apa yang hendak Aku tulis. Ide ... mana ide??? Yahh ... karena ide pun belum kunjung muncul juga dan Aku juga ingin melanjutkan aktivitas yang lain, oleh karena itu Aku menuliskan kalimat demi kalimat tanpa ada ide yang jelas. Hehehe. Jadi for the readers, so sorry there is no clear point in this page today. Hehehe.

Aku teringat agenda bedah buku di kampusku yang narasumbernya adalah dosen favoritku sendiri dan salah satu dosen yang masih asing bagiku. Beliau adalah Bp. Ngainun Naim dan Bp.Khutbuddin Aibak. Pada agenda itu, Bp.Ngainun Naim sengaja membedah buku Beliau yang terbaru berjudul "THE POWER OF WRITING" dan sekaligus memotivasi para mahhasiswa untuk memulai gemar dan membudayakan kegiatan menulis. Sedangkan Bp. Khutbuddin Aibak sebagai pembanding. Yaa.... yang paling Aku ingatkan adalah "tulislah apapun yang ingin kamu tulis, termasuk tak ada ide pun, TETAP TULISLAH". Maka dari yang tidak ada ide itu pun akan muncul kalimat demi kalimat yang bisa menjadi poin implisit dari ide yang tak kunjung datang tadi. Ternyata.... dari yang semula memang tak tahu akan menulis apa, akhirnya Aku pun bisa mendapatkan 2 paragraf. HAHAHAHA AMAZOOOOOONNNNN!!!!. 

So the readers, intinya kalau kita belajar untuk istiqomah tidak hanya dalam dunia tulis menulis, tetapi juga untuk segala hal, insyallah dari yang tidak bisa, pasti akan menjadi bisa. Fikiran yang kosong, tiba-tiba bisa menghasilkan karya dan itulah luar biasanya. So, what are you waiting readers? LET'S START NOW ..... GOOD LUCK 

Thailand, March 29th 2015
FYNA. 


Jumat, 27 Maret 2015

Kabut Pagi Thailand

Selepas sholat subuh pagi ini, dari ufuk timur, secercah cahaya matahari menyinarkan cahaya kekuning-kuningan. Nampak natural dan kaya eksotika alam. Inilah salah satu hal yang paling Aku sukai yakni bisa menikmati keindahan langit biru dihiasi cahaya kekuning-kuningan dari cipratan cahaya Sang Maha Siang yang akan memuntahkan seluruh pesonanya di siang hari. Sering kali di Thailand, pada waktu pagi hari Aku memilih keluar dari kamar dan menikmati indahnya pagi. Ketika di sini aku bisa memandang dengan leluasa apa yang Aku sukai. Ketika di Indonesia, tepatnya di rumahku sendiri, Aku bisa menikmatinya hanya dalam beberapa menit saja, Hal itu dikarenakan, banyak bangunan di sekitar rumahku sehingga menghalangiku untuk menikmati panorama alam seleluasa mungkin. Akan tetapi, itu bukan masalah. Aku masih tetap mensyukuri atas kesempatan yang diberikan kepada Allah untukku. Ketika Aku diberi kesempatan untuk menikmati cahaya pagi hari sebagai pengawal aktivitas, di situlah Aku berfikir bahwa Allah masih menyayangiku dan memberi kesempatan padaku untuk menjalani rutinitas pagi hari ini dan melanjutkan planning-planningku yang belum terselesaikan secara total.

Jadi pagi ini Aku akan segera menyelesaikan agendaku yang belum terealisasikan kemarin. Skripsi yang masih belum sampai titik finish, tugas di kantor Badan Alumni yang belum terjamah olehku, dan hutang nge blog. Bismillah. Semoga bisa selesai. Sekian dan salam pagi readers.....



Thailand, March 28th 2015
FYNA

Inikah resiko LDRan? Ubah Paradigma saja laahhh...

Sebuah hal yang tak ingin Aku ungkapkan namun akhirnya keluar juga. Ntah mengapa, Aku masih belum bisa menyembunyikan apa yang Aku rasakan. Di sini...lagi lagi Aku berurusan dengan sesuatu hal yang tak terlalu penting untuk dipermasalahkan. Salah satu kebiasaan burukku yang sampai sekarang belum bisa Aku benahi adalah menggangap segala masalah itu "COMPLICATED". Nah ... karena pola pikir yang seperti inilah maka timbul pikiran-pikiran kotor yang meracuni otak sehatku. Sehingga hal itu berdampak pada emosi yang tak bisa dikendalikan.

Apakah ini yang dinamakan dengan resiko orang yang LDR an? Hahaha. Mudah sekali salah faham salah satunya. Di situ kadang Saya merasa sedih. Salah faham yang jika tidak dijelaskan duduk perkaranya se-detail mungkin, maka akan berdampak pada hal-hal yang lain yang lebih dahsyat lagi. Jika memang salah satu resiko LDR adalah salah faham, cobalah kita ubah paradigmanya. Salah satu manfaat LDR adalah belajar untuk saling percaya..percaya...dan percaya. Dengan cara itulah kita bisa merasa lebih tenang ketika kita sedang dalam kondisi LDRan.

hence, for ya all the readers, don't be afraid to do LDR with everyone else. It just need trust , believe, and stay positively. then, everything will gonna be okay.
(Hahahah...okee selamat melakoni EL DE ER an readers ....... )
**Yang ngetik pun ini  jug lagi dalam fase itu. LOL
See ya.

Pattani, March, 27th 2015
FYNA

Begitu Berharganya Waktu

Sebelumnya, Saya minta maaf karena masih belum bisa membayar hutang menulisku selama dua hari ketika berangkat menuju Malaysia dan pengalaman di Malaysia hingga sampai Thailand. Saya masih ingin menuliskan tentang pengalaman hari ini.

Baiklah, Saya ingin berbicara tentang waktu. Setiap harinya, kita diberi kesempatan untuk memanfaatkan waktu 24 jam. Ntah itu kita manfaatkan untuk beribadah, bekerja, beristirahat, berolahraga, ataupun kegiatan lainnya. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing. Ternyata 24 ja itu bukanlah waktu yang lama. Mungkin secara kasat mata, angka 24 itu sudah angka banyak sekali. Setiap angka yang melebihi 3 itu menurutku sudah banyak. Apalagi 24. AMAAAZZOOOONNNN!!!!. Akan tetapi terkadang, 24 jam itu juga waktu yang sangaaaaatttt lama jika kita menanti-nanti sesuatuyang tak kunjung tiba dan kita mengharapkan sekali untuk segera tiba. Hahahaha. Manusiawi sekali, bukan? Apapun itu, untuk poin dari tulisan ini adalah berbicara tentang waktu.

Selama sehari ini, Saya merasakan sekali bahwa waktu ini berputaaar sangatlah cepat. Terasa sekali masih sebentar membuka mata di pagi hari dajn sekarang sudah kembali malam menyapa dengan hangatnya. yaa... begitulah rasanya kalau kita tidak mengharapkan sesuatu yang spesial. Hanya menjalaninya dan membiarkan berputar dengan sendirinya. Sungguh tak terasa sama sekali.

Agenda hari ini, Aku memang menyegajakan untuk segera menyelesaikan skripsiku yang masih ngangkrak didalam tas mika warna biru milikku itu. Rencananya memang malam ini Aku ingin melanjutkan lagi. Semoga tidak terkalahkan dengan rasa kantuk dan social media. Hehehe.
Baiklah ,,, sekian terimakasih. It is time for me to continue my next plan "FINISHING THESIS". Watchhaaaaaa!!!!!

Pattani, 27th March 2015
Fyna

Kamis, 26 Maret 2015

Hutang Menulis

Tulisan ini memang sengaja Aku jadikan tugas harianku selama menjalani rutinitas di negeri gajah Putih ini. Negeri yang sudah Aku kunjungi untuk yang kedua kalinya. Negeri yang mengajariku banyak hal dan di sini juga Aku mendapatkan keluarga baru yang sungguh seperti keluarga lama. Yaa ... apapun itu memang Aku ingin mengabadikannya dalam blogku ini. Aku ingin menjadikan rangkaian perjalananku  di sini menjadi cerita yang cukup memorable. Hehehe. 

Sayangnya, Aku bisa menuliskan ini setelah sehari Aku bermalam di sini. Ntah mengapa, dari kemarin hanya niat dan planning saja yang ada. Mungkin karena terlalu letih karena perjalanan yang memakan hari itu dan tulang punggung sepertinya mulai melepaskan jeratan keletihan. Perjalanann dari Surabaya lalu transit ke Malaysia dan naik mobil travel sampai Thailand. Waw.. di situ kadang Saya merasa sedih. Hahahaha namun sesedih apapun, inilah perjalanan dan pengalaman hidupku yang unforgetable. Sehingga dari situlah, akhirnya selama 2 hari Aku tidak menghasilkan tulisan apa-apa. Namun tidak berarti sama sekali tidak menghasilkan, melainkan Aku hanya menulis beberapa larik di note smartphoneku. Yaa...cukup bisa dihargai karena secapek apapun Aku tetpa berusaha untuk memulai misi ini sedikit demi sedikit. Insyallah selama 2 bulan di sini, Aku bisa menuliskan minimal 30 judul yang tak tentu arahnya dan tak tahu validitasnya (emang inin data penelitian, pake butuh validitas. hahaah) Just kidding, readers. 

Oke lah... sekian dan Aku mulai menembel kisahku 2 hari yang lalu. let's go to read my story. 

Love the readers
FYNA
Thailand, March 25th 2015

Sabtu, 21 Maret 2015

kalo jodoh ngga kemana

Setelah sekian bulan Saya menyusuri laman demi laman, mencoba menemukan berbagai referensi, mengutak-utik blog, dan akhirnya tibalah saatnya Saya berhasil menaklukkannya. hahaha. Rasa suka dan bahagia langsung menyergap dalam hati Saya. tahukah gerangan apa yang terjadi kepada saya sampai saya sebahagia ini? 
IT IS SO SIMPLE. Yaa.... that is right. Akhirnya Saya bisa nge-blog lagi. Hobi yang Saya tekuni semenjak Saya hijrah ke bumi Gajah Putih, hehehehe. Akhirnya, sehari sebelum saya terbang lagi ke negeri kaya pagoda itu, akhirnya blog Saya bisa kembali ke tangan Saya. Ternyata Saya sadar dan percaya betul bahwa "KALAU JODOH ITU NGGAK KEMANA". And now I faced it. Hahaha. Syukur alhamdulillah sekali. akhirnya Saya tidak perlu susah -susah lagi untuk membuat blog baru. heehhe. 
Oke... sekian muqodimmah saya tentang kembalinya blogger ke tangan si empunya. 
see ya to the next story. follow ... follow ... and follow me. Love you all. 

Fyna. 

Am I Wrong?

Am I wrong?
Am I wrong?
Am I wrong?

Ibarat  kata gelas kaca. Jika gelas itu terjatuh, maka seindah apapun dan semahal berapapun, gelas itu akan pecah dan hancur berkeping-keping. Menimbulkan suara yang ricuh, melesat ke segala penjuru, berserakan, dan berantakan. Tidak ada lagi gelas kaca indah dan elegan. bahkan rupiah-rupiah yang digunakan utnuk membelinya, seperti sirna dalam sekejap.

Menurut kalian, bisakah gelas kaca itu disatukan kembali? Tahukah kalian bahwa si empunya sangat menyayangi gelas kaca itu. Dia rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi mendapatkan dan memiliki gelas kaca indah itu seutuhnya, Dia juga rela pergi ke sebuah tempat terpencil demi membeli gelas kaca tersebut. bahkan dia berani bertaruh nyawa hanya untuk sebuah gelas kaca yang mungkin bagi orang lain itu sangat irrasional. Namun, dia si empunya tetap tidak peduli apa kata orang. Itulah kebahagiaannya, Itulah sejatinya dari hidup.

Namun, ketika gelas kaca yang diagungkan itu terjatuh dan pecah . Bisa dibayangkan, betapa terlukanya hati si empu gelas kaca tersebut. melihat pengorbanan dan perjuangannya yang begitu luar biasa, sekarang dia menyaksikan bahwa gelas tersebut sudah menjadi kepingan-kepingan kaca yang tak ada artinya lagi. meskipun si empunya berusaha memunguti kepingan-kepingan kaca dan berusaha menyatukannya kembali, akan tetap sulit dan menjadi berbeda hasilnya dengan sebelum gelas kaca itu terjatuh. Akan tetapi, si empunya tak boleh bersedih terlalu lama. Gelas kaca yang semula indah dan tidak pernah terfikirkan akan jatuh dan hancur berantakan seperti itu, akhirnya jatuh juga, Itulah takdir Allah. Itulah bukti kuasa-Nya. manusia tak akan pernah tahu takdir hidupnya, seperti halnya gelas kaca tersebut, namun setidaknya, hargailah usaha si empunya gelas kaca yang berusaha memperbaiki gelas tersebut dengan cara menembelnya, memberi aksen-aksen cantik, bahkan menambahnya dengan bahan yang bisa memperbaiki kerusakan fatal tersebut. meski tak sama, setidaknya itu tetap menjadi gelas kaca indah yang tak tergantikan.

Fyna.