COMING SOON, BABY!
Saat aku menulis blog ini, usia kandunganku sudah mencapai usia 7 bulan jalan. Tak terasa bahwa fase di trisemester pertama dan kedua telah aku lalui dengan penuh usaha dan rasa yang beragam. Sedikit cerita tentang pengalamanku sendiri di trisemester pertama. Di saat itu aku merasa pusing, mual, dan amat sangat sensitif. Hari-hari yang aku lalui penuh dengan rasa mual dan segala sesuatu tidak ada yang benar. Tidak jarang suamiku terkena imbas dari perasaanku yang sensitif di kala itu. Banyak hal yang setiap harinya membuatku marah-marah tidak jelas bahkan menangis sejadi-jadinya. Namun, di saat itu aku belum tahu kalau aku tengah mengandung seorang titipan Tuhan yang amat luar biasa. Subhanallah. Jadi, seringkali suamiku yang mengalah hanya karena aku yang terlalu sensitif saja setahu Beliau.
Ternyata, hari berganti hari dan semakin lama aku tidak merasa nyaman. Hari-hari terasa panas, pusing, mual, hingga membuatku JATUH DRASTIIIISSSS!!!!! Waw.... benar-benar tak ku sangka. Kemudian di malam harinya, suami memintaku untuk mencoba test kehamilan besok paginya dan aku menyetujuinya. Keesokan harinya, di pagi yang amat sangat pagi, aku pun bersiap-siap melakukan tes. Sambil menunggu hasilnya, tak lama kemudian kami berdua melihat 2 garis warna merah di alat testnya. Berdasarkan pengaruh sinetron-sinetron yang pernah aku tonton, jika ada 2 garis merah di alat test kehamilan itu menandakan bahwasanya SEORANG PEREMPUAN ITU (+) HAMIL. Kemudian spekulasi itu dikuatkan dengan keterangan yang ada di label luar alat test. Syukur alhamdulillah ... kami berdua tertawa kecil dan bersyukur atas kehamilan ini. Alhamdulillah y Rabb.
Kemudian hari demi hari, apa yang aku rasakan di awal yang hanya sekedar pusing, mual, dan bad-mood, mulai merambah ke zona muntah-muntah. Setiap hari aktivitas pagi, siang, sore, malam aku tak pernah ketinggalan absen muntah. Sepertinya muntah adalah rutinitas keseharian yang harus aku lalui di trisemester pertama. Ya.... meski merasa bahwa makanan yang aku makan itu adalah makanan sehari-hariku, namun tak bisa dipungkiri bahwa aku juga menjadi tidak doyan dengan makanan itu. Apapun yang aku makan, selalu saja berakhir di wastafel ataupun kamar mandi. Tragiiisss!!!. Setiap kali makan, minum, ngemil, rasa-rasanya tak ada yang masuk k dalam perut dan tersisa. Kepala pusing, mulai tidak suka dengan aroma-aroma wewangian, masakan, bau badan, nafas, hingga barang-barang pribadiku sendiri. Bahkan aku juga tak jarang tidak suka dengan suamiku sendiri. Melihatnya saja aku sudah kesal sendiri dan muak. Namun, suamiku dengan telaten tetap menjaga dan merawatku. Hehehe. Terkadang aku merasa bahwa di trisemester pertama ini merupakan trisemester terunik yang dialami ibu hamil dan ini adalah FASE LANGKA. Hahahahaa.
Setelah trisemester pertama usai, masuklah aku di trisemester kedua. Di fase ini, aku merasa bahwa sedikit demi sedikit aku sudah mulai kembali normal. Yang amat sangat tampak aku mulai menyukai jenis makanan yang dulu aku makan dan bersyukurnya semua yang aku konsumsi tidak sering berakhir tragis. Namun untuk urusan aroma-aroma, tetap saja aroma wewangian, masakan, dan barang-barang pribadi tetap saja belum menyukainya., Bersyukurnya aku juga merasa bahwa semakin hari kesehatan tubuhku semakin fit dan dibuktikan dengan berat badan yang bertambah. Alhamdulillah. Aku juga bahagia kondisi si calon adik juga menunjukkan perkembangan yang bagus. Sehat wal afiat. Syukur alhamdulillah.
Berakhir hingga saat ini aku sudah memasuki trisemester ketiga. Di awal trisemester ketiga, aku selalu mengalami muntah tapi HANYA di malam hari saja. Hampir seminggu setiap malam aku selalu muntah-muntah. Aku juga tak tahu mengapa aku kembali muntah-muntah seperti di trisemester pertama. Namun setelah aku mencari tahu, ternyata hal itu tidak berbahaya dan si calon adik juga tetap menunjukkan perkembangannya. Bersyukurnya, di minggu berikutnya hingga saat ini aku sudah kembali normal seperti di trisemester kedua. alhamdulillah sekali rasanya. Tak terasa juga semakin hari si calon adik semakin menampakkan diri meski didalam kandungan. acap kali dia menendang-nendang, jantungnya berdetak, dia melakukan gerakan-gerakan kecil, dan beberapa kegiatan lain yang mana aku fikir dia berusaha menunjukkan eksistensinya dan berusaha berkomunikasi denganku. Di saat dia melakukan interaksi itu, aku amat sangat bahagia. Bagaimana tidak .... ternyata Allah Sang maha Besar telah mempercayai kami untuk menjaga titipan-Nya dan membesarkan-Nya kelak. Kami pun juga tidak tanggung-tanggung untuk berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik.
Sampai saat ini, si adik bayi sudah masuk usia 7 bulan jalan. Bisa dikatakan bahwa 2 bulan lagi insyaallah dia akan melihat dunia dan menunjukkan eksistensinya. Yaaa..... coming soon, baby!! We are always waiting you to come and show in life. You will be the proud one for our family. You will be a new comer for our little lovely family. Everything. You are a special gift from the Lord. Welcome baby!!!, We love you .....
Gandong-Tulungagung
Firdha Yunita