Senin, 30 Juni 2014

Juee, 05th 2014 part 1

June, 05th 2014
Bismillah…
            Hari ini tubuh ini terasa sangat letih. Mengajar di jam – jam siang sangatlah menguras banyak tenaga, karena harus berusaha untuk menghidupkan kelas. Siang hari identic dengan orang yang sedang beristirahat. Hal itu berdampak juga kepada konsentrasi siswa yang kian menurun ketika siang datang menghampiri. Kali ini, Aku boleh dikatakan gagal dalam menghidupkan suasana di dalam kelas. Saya merasa bahwa tubuh ini letih dan butuh istirahat. Hampir setiap malam Saya menghabiskan waktu mengajak jari – jemari Saya menari indah di atas key board. Mungkin itu salah satu factor yang mempengaruhi. Saya terlalu memforsir tenaga Saya untuk bekerja melebihi jam kerja setiap harinya. Namun, jika Saya tidak melakukan hal semacam itu di sini, it is impossible to finish my tasks. Sungguh…pusing, pening, letih, dan berbagai rasa yang lain macam es campur. Kalau es campur maa sejuk. Namun kalau ini, buat terkejut. Hehehe. Tak apalah…semuanya pasti butuh perjuangan. Adik kecil yang baru lahir saja, harus berjuang merangkak terlebih dahulu sebelum dia bisa berjalan macam kita. Jadi kalau melihat konteks seperti itu, haruslah kita menyadari dan belajar untuk memanajemen waktu agar semuanya terselesaikan lebih awal tanpa harus menggunakan waktu tengah malam untuk bekerja.

            Tidak semua kenyataan sesuai dengan harapan. Banyak sekali harapan yang Saya gantungkan itu masih meleset karena kurang terampil dalam hal  manajemen. Namun, semua itu butuh proses. Secara perlahan, insyallah semuanya akan bisa sesuai apa yangdiharapkan. Insyallah. Amin. 

Kamis, 26 Juni 2014

June, 05th 2014

June, 05th 2014
Bismillah.
            Dini hari ini, Saya mencoba menghibur diri dengan memutar film edukasi yakni Laskar Pelangi. Film tersebut sangat memberi inspirasi bagi Saya. Banyak mimpi Saya yang sangat luar biasa yang belum Saya raih semua. Film Laskar Pelangi memberi Saya motivasi yakni Jangan Pernah Menyerah. Dari kalimat singkat tersebutlah, Saya akan belajar. Di negeri orang ini, tugas utama yang harus Saya lakukan yakni “Mengabdi dan Memberikan Pelayanan Pendidikan Terbaik kepada semua siswa tanpa terkecuali”. Itu yang harus Saya lakukan dan improve untuk menjadi lebih baik. Sangat singkat sebenarnya. 4 bulan saja. Dalam waktu 4 bulan itulah, Saya harus berusaha melakukan yang terbaik, meski terkadang masih ada celah – celah yang belum mampu menutup secara rapat. Tapi tak apalah, tetaplah JANGAN MENYERAH. Sungguh sebuah film yang dapat membangkitkan semangat juang para pendidik dan peserta didik untuk tetap bertahan di tengah derasnya arus globalisasi yang semakin hari semakin menggerogoti moral jika kita tidak bisa memilih dan memilahnya. Insyallah… Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan semua siswa bisa menerima materi yang Saya sampaikan ini. amin.
00.33 a.m. bedroom

Firdha Yunita

June, 05th 2014

June, 05th 2014
Bismillah…
            Hari ini tubuh ini terasa sangat letih. Mengajar di jam – jam siang sangatlah menguras banyak tenaga, karena harus berusaha untuk menghidupkan kelas. Siang hari identic dengan orang yang sedang beristirahat. Hal itu berdampak juga kepada konsentrasi siswa yang kian menurun ketika siang datang menghampiri. Kali ini, Aku boleh dikatakan gagal dalam menghidupkan suasana di dalam kelas. Saya merasa bahwa tubuh ini letih dan butuh istirahat. Hampir setiap malam Saya menghabiskan waktu mengajak jari – jemari Saya menari indah di atas key board. Mungkin itu salah satu factor yang mempengaruhi. Saya terlalu memforsir tenaga Saya untuk bekerja melebihi jam kerja setiap harinya. Namun, jika Saya tidak melakukan hal semacam itu di sini, it is impossible to finish my tasks. Sungguh…pusing, pening, letih, dan berbagai rasa yang lain macam es campur. Kalau es campur maa sejuk. Namun kalau ini, buat terkejut. Hehehe. Tak apalah…semuanya pasti butuh perjuangan. Adik kecil yang baru lahir saja, harus berjuang merangkak terlebih dahulu sebelum dia bisa berjalan macam kita. Jadi kalau melihat konteks seperti itu, haruslah kita menyadari dan belajar untuk memanajemen waktu agar semuanya terselesaikan lebih awal tanpa harus menggunakan waktu tengah malam untuk bekerja.

            Tidak semua kenyataan sesuai dengan harapan. Banyak sekali harapan yang Saya gantungkan itu masih meleset karena kurang terampil dalam hal  manajemen. Namun, semua itu butuh proses. Secara perlahan, insyallah semuanya akan bisa sesuai apa yangdiharapkan. Insyallah. Amin. 

June, 04th 2014

June, 04th 2014
Bismillah…
            I will share my own experience in the class today. Today, I think that I can handle my class. I thought that it depends on what class that I taught. For the high class included M – 4 , M – 5, M – 6, 3 Tsanawi, it was so easy to deliver the materials. But, it will be difficult for the lower class. Why is it so? Because, almost the students in the class still having low motivation and they felt so lazy to study not only English but also the others subject. Hence, I am still thinking what methods that can improve their ability especially in learning English and Indonesia.
            Alhamdulillah,,, today I can get in touch with another teachers in Adderasat anymore. At first, after I finished my teaching and learning process, I came back to my cottage. But, start from yesterday, I went to the office. Alhamdulillah. Almost the teachers in Adderasat Islamiah are very kind. They always give the best service for me, even though I often hear that they tried to compare me with the previous student from Indonesia. Hmm… I considered that I am to be the second one. That is why.
            Well… 15th day in Pattani, especially in Adderasat Islamiah, I felt that I can go anywhere. Alhamdulillah. I can go to Palas market, Tabeh market, Totite market, Cabepat market. In addition, I go to some coffee shop, food court, and so forth. I felt so happy. One day, before I come back to Indonesia, I would like to go to Khae Khae Beach. I hope that I can enjoy the beautiful beach in Thailand. Amin.
08.11 p.m. bedroom

Firdha Yunita

June, 03rd 2014

June, 03rd 2014
Bismillah..
            Saya sekarang sadar bahwa profesi seorang guru adalah profesi yang luar biasa. Guru adalah tiang bangsa. Menjadi seorang guru dibutuhkan soft skill dan hard skill. Tidak cukup bagi seorang guru jika hanya menyampaikan materi tanpa bisa memberi kesan kepada setiap peserta didiknya. Itu menurut Saya. Kemudian yang muncul dalam benak fikiran Saya, bagaimana cara memunculkan kesan itu? Kesan yang Saya maksud di sini adalah sebuah hasil dari suatu proses pembelajaran. Dalam artian, usai pembelajarna, siswa maish bisa mengingat materi yang disampaikan. Bahkan, selang waktu tahunan siswa tersebut maish bisa mengingat. Itu yang Saya ingin terapkan ke setiap peserta didik.

            Mendidik siswa untuk menjadi siswa teladan dan paham akan semua materi itu bukanlah persoalan mudah. Mengenali karakteristik siswa dahulu, mencari strategi yang cocok untuk siswa, guru dituntut untuk lebih kreatif didalam kelas, dan fleksibel pula. Tidak diperbolehkan seorang guru merasa bosan dan marah ketika siswanya maish belum mengerti. Sebenarnya, sulit untuk Saya menerapkan apa yang baru saja Saya tulis tersebut. Apalagi ketika Saya menerangkan, ada siswa yang tidak memperhatikan dan ketika ditanya mereka tidak paham. Ya Allah….subhanallah. SABAR. Itu kuncinya. Namun, sampai kapan siswa selalu seperti itu? Siswa di sini masih belum memiliki kesadaran untuk belajar. Guru sudah bersedia membantu siswa dalam memahami pelajaran, namun siswa sendiri masih belum ada respon positif. Ada sebagian yang merespon, namun rata – rata mereka pasif. Ingin sekali mencari strategi pembelajaran yang cocok untuk peserta didik yang pasif dan semangat untuk belajarnya kurang. Saya harap hari esok akan lebih baik dari hari kemarin. Amin . 

June, 02nd 2014

June, 02nd 2014
Bismillah.

            Kembali rasa syukur yang terdalam Saya panjatkan kepada Allah Dzat yang Maha Agung. Senang sekali rasanya masih diberi kesempatan untuk berolah raga di atas potongan – potongan huruf elektrik yang imut ini, diberi ide – ide yang takut tumpah jika tidak segera dituangkan, dan hal – hal yang luar biasa lainnya. Akhirnya planning yang sudah Saya gagas akhir bulan Mei waktu itu bisa terlaksana juga. Sebuah kegiatan non – formal yang berusaha Saya aplikasikan di Ma’had Adderasat Islamiah Pattani – Thailand ini. Agenda pertama ini yaitu AKASA (AKsi gAlak SehAt). Ide ini meluncur dari keadaan di Ma’had Adderasat yang mana Saya tempati saat ini. Sangat ironis dan miris ketika datang menginjak kaki pertama kali di sini, pemandangan yang Saya nikmati adalah tumpukan sampah dimana – mana, dedaunan yang berserakan, limbah yang tercemar, dan masih banyak kondisi yang ironis lagi. Ditambah ketika Saya ingin ke kamar mandi, seketika itu Saya terkejut. Bayangkan, kamar mandi yang digunakan oleh mereka seperti halnya gudang yang tidak layak pakai. Sungguh miris hati ini. Awalnya Saya sempat berfikir bahwa sulit untuk Saya bertahan hidup selama 4 bulan dengan kondisi yang sangat tragis itu. Belum lagi air yang colorful. Terkadang putih, kuning, kadang juga coklat. Namun, lambat laun Saya berfikir dan mencoba mencari tahu terlebih dahulu, kenapa mereka tidak berusaha untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka. Apa alasan mereka?. Selidik punya selidik, setelah beberapa hari berbaur dengan santri putri di Ma’had sekaligus berkumpul dengan keluarga orang tua asuh Saya di sini, akhirnya Saya mendapat jawabannya. Ternyata, kesadaran mereka tentang pentingnya kebersihan masih sangat minim. Terbukti dengan kondisi yang sudah Saya paparkan semula, ditambah juga mereka masih belum bisa berasumsi bahwa tempat yang mereka tinggali itu adalah tanggung jawab mereka. Jadi, seolah – olah mereka maish berfikir bahwa mereka hanya ikut tinggal dan menjaga kebersihan lingkungannya itu semata – mata bukan tangguung jawab mereka sepenuhnya. Jadi, begitulah kronologi mengapa mucul agenda non – formal yang insyallah akan dilaksanakn rutin setiap hari pukul 06.40 – 07.00. hari ini adalah hari pertama agenda AKASA mulai digalakkan. Semoga dengan adanya agenda kecil ini, bisa membawa perubahan ma’had Adderasat dan seluruh santru putri di sini menjadi sadar bahwa kebersihan itu sangatlah penting. 

June, 01st 2014

June, 01st 2014
Bismillah…
            Juni di tahun 2014. Subhanallah. Tiada kata yang lebih indah diucapkan selain memuji kepada Sang Maha Segalanya. Allah Azza Wa Jala. Subhanallah. Tanpa ridhoNya, Aku fikir Aku tidak akan mungkin bisa duduk dan bermukim di negara orang seorag diri seperti ini. Memang kita tidak sendiri awalnya, berangkat sama – sama. Namun, kenyataannya setelah tiba di Thailand kita dipisah sesuai lokasi pengabdian kita selama 4 bulan. Jadi, secara otomatis Aku rasa memang Aku diuji untuk hidup sendiri, seorang diri di negara orang dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Aku miliki ini. Amazing. Seuntai kata yang bisa mewakili rasa yang Aku rasakan pada malam ini.
            Rasanya sangat muluk – muluk ya, intro di paragraph awalku. Hehe…tak apalah. Sedikit lebay, namun bisa menjadikan catatan ini mengalun lembut. Bagiku itu lumrah – lumrah saja. Well, Aku rasa Allah sangat baik kepadaku. Setelah tadi malam Aku mendapatkan rezeki yang tidak pernah Aku duga – duga, hari ini tepat tanggal 01 Juni 2014 pukul 09.29 Aku mendapat gaji pertamaku selama mengabdi di Adderasat Islamiah School. Alhamdulillah Y Allah. Tidak pernah Aku duga sebelumnya karena biasanya gaji diberikan persis  ditanggal Aku mulai masuk. Namun, di Thailand ini Aku mendapatkan gaji di awal bulan. Subhanallah. Gaji itu tidak perlu Aku sebutkan berapa nominalnya, namun uang itu sangat berguna untukku terutama selama tinggal di negara orang ini. Sangat sulituntuk mempercayai kenyataan ini. Sangat luar biasa menurutku. Aku rasa, mereka welcome, mengajak jalan – jalan., mengasuhku seperti anak mereka sendiri, itu sudah sangat luar biasa. Ditambah di awal bulan ini mereka memberiku uang saku. Subhanallah…terimakasih Y Allah. Engkau memang Maha Agung  dan selalu memberikan yang terbaik untuk hambaMu. Terimakasih y Allah.
            Kemudian, saatnya menuju ke kegiatan pembelajaran di kelas kali ini. Ya Allah… Aku masih belum bisa mengontrol emosiku ketika didalam kelas. Tak tahu kenapa, ketika ada siswa tidak fokus dan konsentrasi pada saat kegiatan pembelajaran, Saya sangat kesal dan tidak suka. Bukan maksud gila perhatian, namun Saya tidak ingin jika murid yang Saya ajar tetap belum bisa memahami materi. Saya berusaha untuk memberikan totally. Namun, peserta didik belum bisa merespon dengan baik. Terutama mereka yang laki – laki. Secara keseluruhan, rata – rata mereka masih merasa kesulitan apalagi memaahami kalimat dalam tulisan bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Saya tahu ini merupakan bahasa asing bagi mereka, namun jika mereka ingin bisa, mereka harus benar – benar berkonsentrasi untuk memperlajari bahasa tersebut. Insyallah…4 bulan ke depan mereka bisa sedikit demi sedikit memahami kata demi kata.
            Menurut kaca mata Saya terhadap mereka dan pengalaman Saya ketika belajar bahasa asing, memang sangat sulit untuk memahami bahasa baru jika kita belum mempunyai niat yang utuh untuk belajar bahasa asing tersebut. Sama seperti yang Saya alami ketika belajar bahasa inggris, jerman, dan arab ketika sekolah. Membutuhkan kerja keras dan ekstra waktu juga untuk memahaminya. Jadi, kunci utama peserta didik untuk mempelajari bahasa asing itu bukanlah dengan cara dipaksa. Melainkan harus dengan rasa. Bahasa mengandung rasa dan rasa itu ditemukan pada setiap jiwa yang ingin menemukan rasa itu. Namun, karena para peserta didik di sini sangat luar biasa disbanding dengan peserta didik di sekolah lainnya, jadi turunlah metode kebanggaan yang ampuh dalam dunia pendidikan. Yakni dengan menggunakan metode ceramah. Para peserta didik di sini masih terbilang jauh dari taksiran. Banyak dari mereka yang sudah masuk SMA, namun masih merasa kesulitan untuk membaca dan menulis. Ironis sekali. Jadi, di sini Saya harus ekstra memberi penjelasan kepada mereka sedetail mungkin. Tak peduli seberapa banyak atau sedikit materi yang bisa Saya berikan, namun tujuan Saya ingin mengajak mereka paham. Bukan bagaimana cara menghabiskan target materi. Salam.
08.45 p.m. Adderasat Islamiah School Pattani – Thailand

Firdha Yunita

Awaal Juni

June, 01st 2014
Bismillah…
            Juni di tahun 2014. Subhanallah. Tiada kata yang lebih indah diucapkan selain memuji kepada Sang Maha Segalanya. Allah Azza Wa Jala. Subhanallah. Tanpa ridhoNya, Aku fikir Aku tidak akan mungkin bisa duduk dan bermukim di negara orang seorag diri seperti ini. Memang kita tidak sendiri awalnya, berangkat sama – sama. Namun, kenyataannya setelah tiba di Thailand kita dipisah sesuai lokasi pengabdian kita selama 4 bulan. Jadi, secara otomatis Aku rasa memang Aku diuji untuk hidup sendiri, seorang diri di negara orang dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Aku miliki ini. Amazing. Seuntai kata yang bisa mewakili rasa yang Aku rasakan pada malam ini.
            Rasanya sangat muluk – muluk ya, intro di paragraph awalku. Hehe…tak apalah. Sedikit lebay, namun bisa menjadikan catatan ini mengalun lembut. Bagiku itu lumrah – lumrah saja. Well, Aku rasa Allah sangat baik kepadaku. Setelah tadi malam Aku mendapatkan rezeki yang tidak pernah Aku duga – duga, hari ini tepat tanggal 01 Juni 2014 pukul 09.29 Aku mendapat gaji pertamaku selama mengabdi di Adderasat Islamiah School. Alhamdulillah Y Allah. Tidak pernah Aku duga sebelumnya karena biasanya gaji diberikan persis  ditanggal Aku mulai masuk. Namun, di Thailand ini Aku mendapatkan gaji di awal bulan. Subhanallah. Gaji itu tidak perlu Aku sebutkan berapa nominalnya, namun uang itu sangat berguna untukku terutama selama tinggal di negara orang ini. Sangat sulituntuk mempercayai kenyataan ini. Sangat luar biasa menurutku. Aku rasa, mereka welcome, mengajak jalan – jalan., mengasuhku seperti anak mereka sendiri, itu sudah sangat luar biasa. Ditambah di awal bulan ini mereka memberiku uang saku. Subhanallah…terimakasih Y Allah. Engkau memang Maha Agung  dan selalu memberikan yang terbaik untuk hambaMu. Terimakasih y Allah.
            Kemudian, saatnya menuju ke kegiatan pembelajaran di kelas kali ini. Ya Allah… Aku masih belum bisa mengontrol emosiku ketika didalam kelas. Tak tahu kenapa, ketika ada siswa tidak fokus dan konsentrasi pada saat kegiatan pembelajaran, Saya sangat kesal dan tidak suka. Bukan maksud gila perhatian, namun Saya tidak ingin jika murid yang Saya ajar tetap belum bisa memahami materi. Saya berusaha untuk memberikan totally. Namun, peserta didik belum bisa merespon dengan baik. Terutama mereka yang laki – laki. Secara keseluruhan, rata – rata mereka masih merasa kesulitan apalagi memaahami kalimat dalam tulisan bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Saya tahu ini merupakan bahasa asing bagi mereka, namun jika mereka ingin bisa, mereka harus benar – benar berkonsentrasi untuk memperlajari bahasa tersebut. Insyallah…4 bulan ke depan mereka bisa sedikit demi sedikit memahami kata demi kata.
            Menurut kaca mata Saya terhadap mereka dan pengalaman Saya ketika belajar bahasa asing, memang sangat sulit untuk memahami bahasa baru jika kita belum mempunyai niat yang utuh untuk belajar bahasa asing tersebut. Sama seperti yang Saya alami ketika belajar bahasa inggris, jerman, dan arab ketika sekolah. Membutuhkan kerja keras dan ekstra waktu juga untuk memahaminya. Jadi, kunci utama peserta didik untuk mempelajari bahasa asing itu bukanlah dengan cara dipaksa. Melainkan harus dengan rasa. Bahasa mengandung rasa dan rasa itu ditemukan pada setiap jiwa yang ingin menemukan rasa itu. Namun, karena para peserta didik di sini sangat luar biasa disbanding dengan peserta didik di sekolah lainnya, jadi turunlah metode kebanggaan yang ampuh dalam dunia pendidikan. Yakni dengan menggunakan metode ceramah. Para peserta didik di sini masih terbilang jauh dari taksiran. Banyak dari mereka yang sudah masuk SMA, namun masih merasa kesulitan untuk membaca dan menulis. Ironis sekali. Jadi, di sini Saya harus ekstra memberi penjelasan kepada mereka sedetail mungkin. Tak peduli seberapa banyak atau sedikit materi yang bisa Saya berikan, namun tujuan Saya ingin mengajak mereka paham. Bukan bagaimana cara menghabiskan target materi. Salam.
08.45 p.m. Adderasat Islamiah School Pattani – Thailand

Firdha Yunita

June, 01st 2014

June, 01st 2014
Bismillah.
            This field note is talked about Islamic studies, especially in Adderasat Islamiah School Pattani Thailand. Well, it is my first time to join with all of my students to learn Al-Qur’an. I never imagine that I was invited by Mrs.Sah to recite Al – Qur’an together. Amazing, I thought. In Adderasat Islamiah, the teacher’s name who guide is Mr.Kho. We can call Ustad Kho. When I followed to recite Al – Qur’an together, I felt so shocked. Why is it so? Because, it is going to be different with how I learn to recite Al – Qur’an in my own home. All of them, will be different. With Ustad Kho, all of the students have to be able to recite Al – Qur’an based on makhraj, tajwid, and so forth. I thought that when I studied in Indonesia, it was difficult to read well, but in this country, it is most difficult that I ever found. Could you imagine? Ustad Kho always try to apply how to recite Al –Qur’an as true as possible. So, he forced their students to keep spirit and take care to read the holy book.
            Based on my first experience, I felt that it is challenging and I will attempt to recite as clear as possible. Almost the students said that learn to recite the Holy Book with Ustad Kho is very hard. They felt that they were so tired after learn with Ustad Kho. However, I consider that it is Ustad Kho’s own way to invite their students to be great in recite the Holy Book. Well, to my understanding, the different country can make a different way to learn something. And I can make it happen in Pattani – Thailand. Talking about religion point of view linked either further our ability in learning religion case only or further our ability in combine learning religion and education case. I thought that, all of point of view included religion, education, technology, economy, and so forth can improve the students’ understanding and increase their knowledge about the whole world. So, don’t be afraid to learn everything if you thought that you can do it. Today must be better than yesterday. It is a key to get the best one day to day.
01.01  a.m. Pattani – Thailand
Firdha Yunita


My activity

May, 25th 2014
Bismillah… .
Alhamd…God. Say thank to Allah every day. Alhamd… thx so much. Today, I can teach and learn with my students’ in my room. They are Sofia Mama, Zuraida Potah, and Haifat Jibo. Ahamd.. they wanna learn English and Indonesia with me. I am so happy today. It is my first time to invite them to learn and their respond is good even though they often said that they can not. But, it is okay. There is nothing impossible in the world. So, let’s go on!! Without changing there is nothing. I believe that they can be the better one if they always learn and learn. Study and looking for something are the way to make the world to be better.
Well, today I teach them about introduction their name, their nick name, their friends and so forth. Actually, I don’t want to force their mind to teach at first. Because I worried that they felt so bored. However, when I would like to finish the teaching and learning process, all of them felt so interest to learn alphabet in Indonesia. Wow..that is great. So, I can invite them to write down the letter both capital and small one. Alhamd…. Not long later, Fatimah came to know about the activity in my room. Wow,,,the room is so crowded. So, I have to finish the teaching and learning process. It is not effective at atll I think. But, I felt so happy because I can give my knowledge to all of them. I always pray that all of you can be the good next generation to change the world to be better one. Amin.

My cottage, 12.19 p.m. 

Tenth Diary

May, 31st 2014
Bismillah…
            One thing can give me a good impression for today. I never know that people in Pattani exactly are so kind. I met with someone who never met before. Actually, she was mother of my parents in Thai. The first time we met in a family program of my parents in Pattani. I knew that she was so nice. She was humble and talked too much. I felt so happy. Then, she invited me to go to her home. She stayed alone in her home because her husband was passed away. Mrs.Sah (my beloved mother in Thai) and her older sister would like to come to her mother’s own home. So, I join with them. When I will go home, Mrs.Sah’s mother took me. I didn’t know at first what she wanted to do. Suddenly, she opened her purse and gave me money. I felt so surprised. I didn’t know what the meaning of it. She gave me 100 bath (Rp. 37.000). I felt so confuse at first, then Mrs.Sah’s daughter named Fateen told me that it was for me. Took it and say thanks. That’s all. Hence, I did it. After I told this amazing experience to Mrs.Sah, she said that it was usual. Mrs.Sah told that the first student from Indonesia came, she got it like me. Also, Mrs.Sah gave a joke that Mrs.Sah’s mother was so rich, so it was not problem. LOL. So that, I took a conclusion that all the people will give us the best service, if we always try to be the best for them. That was a miracle. God would like to give me luck, and it ordered to Mrs.Sah’s mother. Alhamdulillah. All the people in Indonesia can do like this and I will take a positive act to be applied in my beloved country INDONESIA.
Pattani, Thailand 11.02 p.m.

Firdha Yunita

Ninth Diary

May, 30th 2014
Bismillah….
            Banyak hal baru yang Saya dapatkan hari ini. Rasa senang dan puas sempat singgah dalam hati ini. Alhamdulillah. Hal yang sama sekali tidak pernah Saya bayangkan, Saya bisa rasakan sekarang. Kebersamaan, canda tawa, kesederhanaan, dan rasa – rasa yang lain, semuanya bisa Saya rasakan. Semua berawal dari kesempatan memperpanjang visa yang dilakukan di Pattani – Thailand.  Untuk agenda semacam ini, secara otomatis kita bisa saling bertatap muka dan melepas rindu kepada teman- teman seperjuangan. Meskipun sekejap, namun minimal itu usdah mampu mengobati rasa rindu kami. Melihat mereka, senyum, canda, dan tawa mereka, bisa mengobati rasa rindu kami terhadap tanah air. Kita adalah pasukan perjuangan perdana dari kampus tercinta IAIN TULUNGAGUNG. Pasukan depan yang harus memberikan outcome semaksimal mungkin. Hehehe…jadi agak lebay. Tapi tidak apalah. Sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik. Amin. Well, cerita bermula dari sekarang. Bermula cerita yang kocak sebab kepolosan kita di negara orang. Hehe. Pasti semua orang Indonesia, khususnya warga IAIN sudah tidak asing lagi dengan istilah SOSIS bukan? Sosis yang biasa kita beli di Tulungagung seharga 500 – 1.000 rupiah, di sini atu buah sosis dibandrol seharga 15 bath atau 5.550 rupiah. Sungguh harga yang sangat fantastis untuk satu buah sosis yang masih mentah. Karena kita sangat lapar, dua rekan dari IAIN segera memilih dan menggoreng sosis itu. Setelah semua sudah jadi dan tinggal bayar, si pedagang menghitung total pembelian mereka. Si pedagang menyebut, 85 bath. Kita semua melongo dan terkejut. Sungguh bombastis. Tanpa banyak cakap, mereka membayar dan tertawa terbahak – bahak. Akibat tak bertanya, akhirnya uang ludes untuk membeli sosis. Hehhe. Sungguh tragedi yang mampu mengocok perut kami sore itu.

            Masih banyak kejadian – kejadian lain yang sangat berkesan hari ini. Kita bisa menikmati makanan di tepi pantai Rusmilee Pattani, makan sate di kedai sate Pattani, berfoto di pelabuhan Pattani, dan masih banyak lagi. Ternyata Allah menciptakan keindahan di dunia itu untuk dijadikan sebagai media penambah pengetahuan dan pengalaman kita. Jadi, selagi ada kesempatan, manfaatkanlah segala kesempatan itu. Semoga semua yang kami lakukan di sini membawa berkah. Amin. 

Selasa, 24 Juni 2014

Eighth Day

May, 28th 2014
Bismillah…
Alhamdulillah…. I have to say thanks for God so much. Without God, I knew that I am nothing. Absolutely, today I will share to you all about my experience in teaching and learning process conducted in Addeerasat Islamiah School Pattani – Thailand. Everything needs some process. That is right. Today is better than yesterday and Alhamdulillah I can do it. Thanks God. Today, I can minimize my nervous and I will try to be patient. The teaching and learning process in Addeerasat Islamiah School is going to be different rather than in Indonesia. I can feel even the facilities in the school are so minimal. In addition, the students in Adderasat still didn’t know about English even though they taught it. Moreover, they never care with Bahasa. They only speak in Melayu Pattani and Thai language as their national language. Hence, they never care either English or Indonesia. It is difficult to me to teach them if they didn’t care. However, every day when they speak in Melayu and Thai, I tried to ask what the meaning it is and I will show how to say those words in English and Indonesia. Because of it, they can learn the new words both English and Indonesia and I can know either Thai or Melayu Pattani. It is fair (laugh out loud).
In addition, I tried to use GTM (Grammar Translation Method) to teach them. Here, I attempted to combine the language, included English, Bahasa, Melayu Pattani, and sign language. It can help us to communicate each other. I was to be sure that they can understand what I said in English and Indonesia slowly as similar as me. In the class, I tried to give the material from the basic one. Although they are studying in the different level, but I saw that their skill is too low in English and Indonesia. So, I use same book for different level. Then, I thought that the teaching and learning process is still using teacher-centered. It is going to be hard for the students to understand if they have to look for by themselves. Why is it so? There are many factors. First, they didn’t have complete facilities, their interest is quite low, their knowledge, and so forth. So, in this context the teacher have to be a model for their students. Well, I thought that it is my duty to increase their interest and knowledge, especially in education, society, attitude, and also religion. Insyaallah.

Seventh Day

May, 27th 2014
Bismillah…
Alhamdulillah… I can meet all of my friends from Indonesia who are stay in Pattani region. It was time to manage our visa longer. So, we can keep in touch for a few hours. It is okay. Then, we shared our great experience from each school. Alhamd… there are many friends who got good service from the school. They can enjoy internet service fully, enjoy their activities easily, got some delicious meal freely, and so forth. Besides, there are my friends who got minimum service, like Amik from my campuss. He did everything (#cut)

Sixth Day

May, 26th 2014
Bismillah…
Well, it is my first time to follow the ceremony in Adderasat Islamiah School Pattani-Thailand. The first, I felt so strange. There was something different with the ceremony in Indonesia. Everything was gonna be different. Mulai dari waktu pelaksanaan, cara mengatur barisan, kedisiplinan, keruntutan, semuanya berbeda. Ketika Saya mengikuti upacara kali ini, Saya berfikir bahwa seburuk – buruknya barisan upacara yang ada di Indonesia, itulah sebaik-baiknya barisan di Pattani, khususnya di Adderasat Islamiah School. Terlihat jelas bahwa banyak siswa yang datang terlambat ketika upacara tengah berlangsung, namun mereka tidak mendapat sangsi. Yang lebih parah lagi, ketika upacara sudah usai banyak sekali pelajar putra datang bergerombol memasuki area sekolah. Namun, tak lama kemudian semua dari mereka dikumpulkan di tengah lapangan. Mungkin mereka mendapat teguran karena ketidakdisiplinan mereka itu. Selain itu, ketika upacara tengah berlangsung banyak siswa yang tidak berbaris dengan rapi dan berbicara dengan keras. Sungguh ironis ketika melihat para penerus bangsa ini masih belum bisa untuk menghargai dan menaati peraturan, terutama dalam baris – berbaris. Sesungguhnya melalui upacara ini, para pelajar belajar tentang sikap menghargai, menghormati, dan mematuhi tata tertib. Namun, sepertinya mereka belum menyadari pentingnya hal itu.
Kemudian, Saya juga mengamati tentang isi yang disampaikan oleh salah satu pembina upacara, yaitu Ustad Ismail. Setelah Saya dengarkan dan mencoba untuk memahami apa isi yang Beliau sampaikan, ternyata Beliau menginformasikan tentang harga buku yang harus mereka beli. Tidak ada pengantar (abang – abang lambe) seperti di Indonesia. Saya semakin menyadari bahwa dunia ini unik. Di balik kerasnya hidup, di sana ada segelintir budaya yang berbeda satu sama lain. Dengan perbedaan itulah, kita bisa saling mengenal dan bertukar pikiran. Luar biasa…!
.Tidak hanya itu saja, melainkan Saya juga mendapati hal yang berbeda khususnya dialami oleh guru. Hampir semua guru, tidak berbaris seperti layaknya guru-guru di sekolah sewaktu Saya belajar di TK, SD, SMP, dan SMA. Di Adderasat, guru tidak diwajibkan untuk mengikuti upacara. Banyak guru duduk dan bercakap – cakap dengan rekan sejawat di tengah upacara sedang berlangsung. Apakah itu memang budaya di negara Thailand atau bagaimana Saya kurang tahu. Tapi yang pasti hal itu membuat Saya terkejut dan flashback dengan kondisi di Indonesia. Saya semakin bersyukur tinggal di Indonesia meskipun di sana juga masih banyak kekurangan, seperti korupsi, kekerasan, asusila, dan lain sebagainya. Namun, melihat konteks seperti itu di negara Saya, Saya menjadi termotivasi untuk melakukan perubahan menuju Indonesia lebih baik. Dengan segala kelebihan dan kekurangan Saya, Saya akan berusaha untuk mengharumkan negeri ini. Seperti perjuangan Bapak Proklamator kita Ir.Soekarno dan Moh.Hatta yang berjuang keras menjadikan Indonesia merdeka. Saya tanamkan pada jiwa ini untuk berjuang demi Indonesia lebih baik. Kalau bukan kita, siapa lagi?

09.18 a.m. at Adderasat Islamiah School Pattani Thailand

Fifth Day

May, 25th 2014
Bismillah…
Well, Alhamdulillah I got feedback from the committee of this agenda. Now, I will try to make field not better than yesterday. Insyallah. Well, I will start from now.
Today, I got some experience from the students in Adderasat. I thought that all of society in Adderasat is so humble and kind. I knew that they always say hello to each other, good cooperation, and so forth. The society is as similar as in Indonesia, so we have not to adapt because we have already done to do it right now. However, I got terrible trouble in cleanness. The cleanness is very bad. We can see in all of environment, there are many kinds of rubbish, nests, and so forth. In addition, the water is not pure. The color of water is orange. It is very danger for us if we would like to wash our clothes which color is white. It make the color is change to be dirty. Not only about the society, but also the education I can find it a newest one. What a pity they are. I thought that almost them is gotten difficult to learn, especially in Indo, English, and Melayu. Actually, every day they can speak Melayu. But they got difficulty to write down the words. I don’t know exactly what the reason, may be I will look for till got the answer. Insyallah. Amin.
Well, I thought it is my short story for today. Tomorrow, I will try to share the better one. Insyallah. Amin.
11.36 p.m.

Fourth Day

May, 24th 2014
Bismillah..
Alhamd…today Mrs.Sah and family invite me to go to Pattani and Yala. I would like to tell first about Pattani. I never imagine that Mrs.Sah would like to visit House of Representative Hall. I never imagine about it, but the fact is Mrs.Sah showed me anymore. So, I can remind my time when all of us separated each other.  Then, I went to that place because today is time to choose a new leader in Thai (PEMILU RAYE).  Hence, all of society in Thai used their chance to choose their leader.  As miliar as in Indonesia I think, but the time is not same. After we finished in House of representative Hall, we went to a food court. We still looked for which one has the delicious taste. Then, Mrs. Sah and family chose Bhagus Coffee.  Hmm.. I like it so much. Why is it so? Because, I knew some place in Thai include a food court. Then, I chose steak and pineapple smoothie plus cake ice cream. Hmm…beautiful taste I think. I hope that one day I can go some places, include food court. HeeHee….Then, after we finished our meal, we come back to Adderasat because at 2 sharp, Mrs. Sah will invite me to go to Yala to take some student’s books. Ouch…the fact Yala is quite far. We went at 03.15 p.m. and arrive at 04.22 p.m. ouch..so tired and so sleepy. I spent my time in a car to sleep along.  So did Mrs.Sah . In Yala, we visited HID (Human Institute od Development). Mrs.Sah ordered some books for students in Adeerasat. Huh…so long. We came back at 06.40 p.m. and arrived at home at 07.22 p.m.  hmm..so tired and so hot. However, I felt so happy because in Yala I knew a great mosque of Yala and some places Yala. Also, I saw some askar (police) that save a way. I think, Thai is a danger country and wherever we go, we almost meet with askar. Hmm… make me so afraid with thee area. Then, the most happened that make me so afraid today is in Pattani. You know? At noon, Mrs.Sah, Befah, Fatin, and I went to Bagus coffee to enjoy the lunch. After we came out from the place, unconsciously we heard in a breaking news on tv that there is 20 boom fall down. Oh My God… it was so dangerous. Alhamd..we have come out from the place. Alhamd … thanks God..you save us from danhger area. Alhamd….!!. I can not imagine if we were eating and we got a terrible boom. Astgafr… but God still loving us and save us. Amin.
This night is Saturday night. Alhmd… after along time can not heard BeeBee’s voice, alhamd.. I could it to night. I was so happy… thanks God. I also communicate with my family in Indo. Even though I stay in Thai, alhamd… I felt that they always pray for me and wanna know about me. All of you, I love you so much. You are the best for me and I always say thanks to God because God have sent you all to accompany my life. Alhmd. Now, I felt so tired and I would like to go to bed. See you all. Miss you…

Jumat, 20 Juni 2014

Third Diary

May, 23rd 2014
Bismillah…
Today is really different with yesterday. I do it something new in here anymore. I got in touch with all of the students in this place. They are Darila, Zuraida, Fatimah, Waree, Narmi, Nurmi, etc. all of them is so funny and kind. She always help me to communicate each other. I can learn Thai language, Melayu, and others. Alhamd… they are so humble. I like it. Not only friendship, but also togetherness. Today, we cleaned the environment surrounding us. In Indonesia we can called kerja bakti. I got some photos, that I can show you later. So, don’t worry about it. Hehehe.
However, today I felt so sad and make me cry at all. I always remember my family, especially my country Indonesia the only one for me. I cried and remember my beloved mother. What a pity I am.  But, I didn’t cry at all, then I went to my student’s room. In here, I can talk more used Thai and Melayu, and also help me to do something. Alhamd… all of the people in Pattani are very kind. I like it. Thanks God.
Then, the miracle from God given to me today is internet service. Along time I can not use internet, alhamd.. tonight I can use it. All of them , because of the people in Thai that I can not mention one by one. They are so kind and always try to give me the best. Alhamd…thanks so much. Alhamd… insyallah… God will give the best for them.
Hmm… I felt so sleepy and tired. So, now I would like to go to bed. See you. Miss you Indonesia so much…

Second Diary

May, 22nd 2014
Bismillah…
Today is gonna be different with yesterday. Absolutely, I felt it. Some new experience I did it. Because of it, I felt so tired to night and it can make me so lazy to complete my task. Actually, I still have a credit of EMD task. But, I think my condition to night isn’t good enough. So, I choose to take a rest later. Insyaallah..slow but sure, I can finish it. Amin. Besides, the most important thing that I have to do first, is how to teach the students if we got difficulty in language. Language is the way to communicate each other. So, if our language is different,it is a little bit hard for us to understand what the others say. But, it is okay. All of them is process to make it easy.
Alhamd… I think that in Adderasat, I can find my life, even though, the cleanness is not good, but the society is very kind. Moreover Kak.Sah. she always try to make me interest about Thai. She always invite me to go to somewhere. Alhamd… 3 days in Thai, I knew about Palas Market, Tabeh Market, and also Pombing. In Pombing, I can meet Riza in a wedding party. Alhamd…thx God. Thanks so much. One thing that it can make me so funny, either the bride or bride groom walked from place to the others place. Hehehe. It is very funny for me, because in Indonesia they have to stay in a great seat that prepared. But it is okay. It is one of a culture and normal. Then, I also take a picture with the bride and bride groom. The custom is so funny too. The bride is very glamour and the bride groom is quiet usual. LOL.
To night, I go to bed with Umi because Mrs.Cu and Mrs.Ti is coming back to their own home. Actually, one of the student in Pattani named Dareela would like to invite me to stay with her. However, because of the electric lamp is off, then Mrs.sah suggest me to stay with Umi. So, I stay in Umi’s room. Umi is so humble and kind. When I ask something, she always answered slowly in order to easy to understand the gist. Thx Umi.
My comment for today that is Kak.Sah like Mak.Kom in Indonesia. I miss her so much. They are almost similar. They are so patient, kind, humble, bright skin, and even always order me every thing. Alhamd..thanks God. But, I miss my family so much. I wanna hear their voice.one by one. God…I pray that tomorrow the wifi is on in order to help me to contact my family in Indonesia. Due to I love it and miss them so much. Now, I felt so sleepy because a day, I go to somewhere. Tomorrow, I will write down better. Insyaallah. Night… love you.
@Umi’s room 09.15 p.m.

Kamis, 19 Juni 2014

My second days in Pattani

May, 21st 2014
Bismillah…
It is my second trip to Pattani. In my diary, I didn’t write down the clear one, however I will try to write down what kind of my meaningful experience that I do today. So, if anyone would like to know the real of my activity in Thai, especially in Ad-Dirosah Islamic boarding school, it can see in my list of activity in the behind later. Well, I think it is clear enough and let me write down.
Wow…amazing in my mind and my reality. What can make me felt so amazing? Well, I never imagine that my destination is so far with my thought. You know, the first night, all of the students’ from Indonesia stay at Parkview Cottage. It is one of cottage located in Pattani. How beautiful it is. I will show you the picture after this and you can compare with my cottage now. LOL. I can only laugh out loud. So far…so far. In addition, the toilet, the cleanness, and the cottage are wonderful. I still find them, and I don’t know what will happen in the next day. But, I always pray to My Lord, My the Greatness onein order to give me the best service, the good people, the humble family, and also the sweet society in Pattani. In this location, I never think that I will try to stay in a strange country alone. So challenge for me. With my limited either hard or soft skill, I will survive. Sure, I can even though in this place there is no family and friends even BeeBee, but don’t worry. I will try and do it around 4 months. Insyallah…I can. Amin.
Well, today I can keep in touch with Kak. Anisah’s family. We can call Kak.Sah only. She is a housewife, but she is very smart I think. The first time when I met her, I said she is so beautiful, patients, and humble. Then the fact, I think it is quite true, but I still don’t know further. I expect that it is same with my first expectation. Amin. Not only Kak. Anisah, but also I can get in touch with Umi (Anisah’s Mom), Fida ( a little angel of Anisah), her husband (I forgot the name), Kak.Ti and Kak.Cu (teachers in the Ad-Dirosah school), Kak.Suhah (from Pombing Islamic boarding school), and so forth. Alhamd.. I can communicate with them even though I got some difficulty because we have different language to communicate each other. Actually, I wanna speak in English to improve my speaking,. But at first, I still felt that it is gonna be hard because everyone in this place, more understand if we speak in Melayu. LOL. I can not speak Melayu, but always hear and try to imitate little by little. It is my way to make a conversation, but I also try to speak in English with Kak.Ti. I know that she is an English teacher and I will try to communicate with her in English. I hope that it is my way that I find.Amin. thanks so much God.
Ouch…I almost forget about my little terrible trouble in this place. Kak.Anisah and family know that I can not eat rice. I felt so afraid if it can make them so confuse to give me a service. Actually, I can eat anything except rice. That’s all. So, I think don’t make it so hard. Just let it flow and take it easy. Insyllah.. I can survive. Amin. I only pray to God in order to help them to not think highly about my weakness. Im so sorry.
Well… I felt so sleepy now and I will go to bed at 11.00 p.m. now, I will finish my task little by little. Then, prepare for tomorrow because I will go to school to introduce me myself. I hope, it can better than today. Amin. God..keep me and hug me. Alhamd… I am didn’t cry at all. At first till today. I hope I can do it till the end of the day in Thailand. Amin. Please God..keep my family in Indonesia. I can not mention one by one, but please save them at all. I miss them and I will do the best in Pattani. They are my exact motivation. Amin.

At Kak.Ti and Kak.Cu’s room 10.35 p.m.

Basmallah

May, 20th 2014
Bismillah…
Tepat pukul 00.26 WIB. Inilah moment yang tdk akan pernah Aku lupakan seumur hidupku. For the first time, I would like to leave Indonesia and going to go to The White Elephant’s Country. Yaah….for the first time in my life. How happy I am and how sad I am. I am very happy because, it is my biggest dream to go abroad. And I think, it is my chance to make it happen. So, I have to use this time as well as possible. Don’t make your mind become trouble. Just let it flow and focus with your exact aim. That is it!. Then, what can make I so sad? You know… it is my first time too to leave my beloved family for a long time. 4 months is included as long time. It is a little bit hard for me, because I never leave my family more than one month. Now, you know? I will stay at Thailand around 4 months. Wow….so far and so long. Hahaha. But, it is okay. It is my chance. In Thailand, I have to be able to give the best. Not only for me myself, but also all of people surrounding me. Uh-huh…. It is possible. The most important thing is how can do the best for 4 months? Hopefully, I not only learn about the society, the culture, the style of education, and so forth but also I can improve anything that I can get it. Well, I think it is the first way to go out from my past, then for my lovely family, my beloved BeeBee,and my future, I will doo the best and I will readch everything in Thailand. This experience is the great one and don’t make it fail if you can be the best. Always learn, don’t forget to evaluate my self every day and tomorrow must be better than yesterday. Amin ..

In the bus, 1.22 a.m. with Zen …J

My Fault

May, 20th 2014
Bismillah…
Well, I would like to write down toward the point directly. To visit Thailand, especially in Pattani, it is my first time actually. Also, I went to Thailand by airplane is the first experience too. I am so careless. You know what? My intention is help my friend’s things. But, the fact I lost my things in plastic bag. What a pity I am!. Hmm.. in the plastic bag there many kinds of meal that I need. However, the official said that my things taken by group of umroh. That’s it. I can not regret it. Well, maybe it is not mine. One day if I go to somewhere, I have to save my things first and then the others. The safety is the most important. In addition, I have to take care any time and any where.


Rabu, 18 Juni 2014

Negara Kedua: Malaysia

June, 17th 2014
Bismillah.
            Alhamdulillah…hari ini hatiku rasanya sangat senang sekali. Selain rasa letih yang luar biasa, Saya juga bisa mendapatkan pengalaman baru. Semua ini sebenarnya ada untung dan ada ruginya. Untungnya Saya tidak menyangka bisa mengunjungi dan bermalam di negeri Jiran negerinya orang Melayu ini. Namun, di sisi lain Saya juga merasa rindu dengan kanak - kanak yang ada di Adderasat. Rasanya sudah 2 malam ini, Saya tidak ikut bermalam di asrama mereka. Tak apalah, semua ini demi visaku dan insyallah esok Aku akan kembali ke Adderasat lagi.
            Tidak hanya itu saja. Hatiku juga sangat senang dan harus memperbanyak untuk mengucap syukur kepada Allah SWT. Tidak ada kuasa tertinggi selain kuasa-Nya. Semuanya sudah direncanakan oleh-Nya. Jadi, Saya rasa kesempatan ke Thailand sekaligus ke Malaysia hari ini sudah garis hidup yang Allah tentukan untuk hidup Saya. Subhanallah terimakasih ya Allah.
            Ternyata di negara Malaysia, kami ber-lima belas mengukir sebuah cerita yang tidak akan pernah kami lupakan. Malaysia menjadi saksi biksu tentang proses kami dalam menikmati indahnya dunia ini. Saya percaya bahwa masih banyak rahasia-Nya yang akan Saya dapatkan. Selagi Saya berusaha untuk menggapai semua mimpi – mimpi Saya, suatu saat nanti Allah pasti akan mewujudkannya. Insyallah. Amin.
00.30 Malaysia

Firdha Yunita

My Extraordinary Trip

June, 08th 2014
Bismillah…
            Alhamdulillah…rasa syukur harus Aku panjatkan kepada Sang Illahi Rabbi untuk yang kesekian kalinya. Aku sungguh bisa merasakan betapa Allah sangat menyayangiku dan melindungiku dimana pun Aku berada. Mengapa tidak? Di Pattani Thailand ini, Aku dipertemukan dengan orang – orang baru yang mayoritas semuanya welcome kepadaku. Mereka berusaha untuk mengajakku berkomunikasi meski Aku masih belum pandai kecek macam mereka. Namun, itu bukan kendala melainkan Aku bisa belajar sedikit demi sedikit bahasa yang mereka pakai sehari – hari. Begitu juga dengan mereka yang sedikit demi sedikit Aku ajak untuk berbicara dalam bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Tapi ya sebisa mereka. Aku pun juga begitu, sebisaku dan semampuku.
            Hari ini cerita bermula ketika Kak.Nab dan Kak.Mah mengajakku untuk pergi di wedding party salah satu putra Ustad yang mengajar di Adderasat dimana sekolah yang Aku tempati saat ini. awalnya, tidak ada planning untuk mengajakku pergi ke acara itu. Namun karena setelah mengajar jam pertama, Aku tidak ada jadwal lagi di waktu yang dekat, kemudian mereka mempunyai ide untuk mengajakku pergi. Di tempat itu, sama seperti di tempat wedding party  yang Kak.Sah pernah ajak Aku tanggal 22 Mei 2014. Suasana pun sama, namun bedanya tempat ini terbilang lebih mewah dari yang dulu. Sama lah, di Indonesia juga ada beragam cara untuk merayakan hari pernikahan. Di tempat itu, awalnya Aku malu karena hanya Aku seorang mungkin yang tidak suka nasi. Jadi untuk memberi pelayanan yang terbaik, Kak.Mah dan Kak.Nab meminta para waitress untuk mengambilkan roti sebagai pengganti nasi. Alhamdulillah..itu salah satu bukti ketulusan hati mereka dalam mengajakku bersosialisasi dengan masyarakat Pattani. Terimakasih ya Allah. Tidak hanya berhenti sampai di situ, namun selang beberapa waktu usai makan dan segera meninggalkan lokasi acara, Kak.Nab memberikan souvenir miliknya buatku. Alhamdulillah. Kak.Nab sangat baik sekali ya Allah. Terimakasih. Ditambah lagi, sebelum kami pulang ke Adderasat, Kak.Nab mengajakku untuk pergi melihat – lihat orang jualan di dekat lokasi pernikahan. Di sini, Kak.Nab tiba – tiba menawariku untuk memilih makanan apa yang Aku suka. Awalnya Aku takut kalau nanti aku pilih ternyata harganya mahal, tapi dengan cepat Kak.Nab berkata “Tenang Firdha, Kak.Nab dan Kak.Mah yang akan bayar. Jadi Firdha ambil saja apa yang Firdha mau makan. Boleh”. Subhanallah…bukan karena Aku mendapat gratis, namun Aku melihat ketulusan hati mereka berdua yang sangat luar biasa. Tak tahu kenapa mereka berbuat sangat baik kepadaku padahal kita masih kenal belum lama ini. tapi, ketulusan mereka sangat terpancar jelas dari semuua niat dan tutur kata mereka. Hanya Allah yang bisa membalasnya. Terimakasih banyak Kak.Nab dan Kak.Mah.
Pukul 17.00 waktu Pattani - Thailand.
            Rezeki dari Allah datang lagi kepadaku hari ini. Tidak hanya Kak.Nab dan Kak.Mah yang Allah titipkan rezekinya untukku, namun ada juga salah seorang budak yang tinggal di asrama Adderasat tiba – tiba memberiku 1 bungkus pop corn yang renyah, manis, dan kreyes – kreyes mak nyuuusss. Hehehe. Sungguh..betapa bahagianya Aku hari ini. aku bisa makan malam dengan makanan yang diberikan oleh hamba Allah yang dermawan – dermawan ini. Tak bisa berucap lagi selain Alhamdulillah dan terimakasih. Banyak sekali rezeki Allah yang diberikan kepadaku dan Aku tidak bisa menghitungnya satu per satu. Sungguh… hari ini Aku merasa bahwa Allah sangat menjagaku dan membahagiakanku dengan cara yang luar biasa. Terimakasih ya Allah atas nikmat yang Kau berikan ini.
08.12 p.m. Palas Thailand
Firdha Yunita