Sabtu, 08 Oktober 2016

RUMAH TANPA IBU


Ini hari ketiga dimana aku tinggal di rumah yang hanya ada Bapak, adik, dan anandaku saja. Tidak ada lagi kehadiran Ibu yang melengkapi hari-hariku selama di rumah beliau. Meski tidak pergi untuk selamanya, namun ketidakhadiran beliau menjadikan rumah terasa amat sepi dan kurang sekali canda tawa. Yaa… memang ketika kita kehilangan sesorang yang amat berarti bagi diri kita baik sementara atau selamanya, pasti rasa sepi tidak bisa terhindarkan. Tidak ada lagi canda tawa dengan beliau, tidak ada lagi yang membantuku merawat ananda kecil, dan juga tidak ada lagi teman curhatku.
Dalam 3 hari ini, aku masih merindukan kehadiran ibu. Kehadiran beliau yang mengisi dan mewarnai hari-hari kami. Aku rindu sekali denganmu, Ibu!. Meski kami tetap bisa berkomunikasi via telp atau pesan singkat, namun semua tetaplah kurang. Kekuatan telp atau pesan singkat hanya bersifat alternatif sehingga aku rasa aku tetap belum bisa merasa puas. Namun apa mau dikata. Selama 4 tahun aku harus siap dan terima dengan kondisi ini.
Aku hanya bisa berdoa bahwa semoga suatu hari aku bisa mendapat kesempatan untuk datang menjenguk ibu , memeluk ibu sambil berkata aku sangat merindukan ibu. Aku sayang sekali dengan ibu dan kau lah yang selamanya tidak akan bisa tergantikan oleh siapapun.
Tulungagung, 08 Oktober 2016

Firdha Yunita 

Kamis, 06 Oktober 2016

ARTI HADIR SEORANG IBU


Ibu merupakan sesosok makhluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang penuh cinta kasih, penyayang, pengertian, dan penuh pengorbanan. Setiap orang pastinya memiliki definisi yang berbeda-beda terkait dengan sosok IBU. Bahkan menurut aku sendiri, makhluk yang paling mengerti dan berani berkorban termasuk mengorbankan nyawanya sendiri itu HANYALAH IBU. Maka, tidak berlebihan jika bagiku ibu adalah berlian yang tak ternilai harganya.
Berbicara tentang makna seorang ibu bagi kehidupan kita, seketika aku merasa bahwa saat ini aku harus berani dan sanggup menerima kenyataan. Seseorang yang amat sangat aku sayangi dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, malam ini meninggalkan kami semua. Meninggalkan bukan karena tanpa alasan, melainkan beliau memutuskan untuk mengadu nasib di negeri orang. Aku yang sebelumnya sangat bergantung pada beliau, kini harus berusaha untuk melakukan segala sesuatu sendiri dan berdiri di atas kakiku sendiri. Namun bukan hal itu yang membuatku merasa amat sangat berat jauh dari beliau, melainkan aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan melihat beliau setiap hari, bercengkerama, dan bercanda tawa dengannya. Maka ketika beliau jauh dariku, aku merasa bahwa aku sangat kehilangan momen-momen luar biasa tersebut.
Realita hidup yang aku alami saat ini menjadikan aku menyadari arti penting seorang ibu. Terkadang ketika kita berjumpa setiap hari malah bisa menjadikan kita lupa bahwa kita sebenarnya diberi titipan yang teramat luar biasa. Bahkan tidak jarang ketika beliau meminta tolong kepada kita sekedar untuk mengambilkan sesuatu, sering kali kita berkata “ah” terlebih dahulu atau bermalas-malasan untuk mengambilkannya. Akan tetapi setelah kita berada jauh seperti apa yang aku rasakan dan alami saat ini, untuk sekedar mengambilkan sesuatu saja, diminta untuk mengorbankan nyawaku sendiri untuk beliau pun aku mau dan ikhlas sepenuh hati. Oleh karena itu, jangan sesekali meremehkan hadirnya seorang ibu dalam kehidupan kita karena sesungguhnya dari ibu-lah kita bisa menjadi manusia yang cerdas, berakhlak, dan luar biasa.

Tulungagung, 06 Oktober 2016
Firdha Yunita Nur Aisyiyah