Ibu merupakan sesosok makhluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan
sebagai makhluk yang penuh cinta kasih, penyayang, pengertian, dan penuh
pengorbanan. Setiap orang pastinya memiliki definisi yang berbeda-beda terkait
dengan sosok IBU. Bahkan menurut aku sendiri, makhluk yang paling mengerti dan
berani berkorban termasuk mengorbankan nyawanya sendiri itu HANYALAH IBU. Maka,
tidak berlebihan jika bagiku ibu adalah berlian yang tak ternilai harganya.
Berbicara tentang makna seorang ibu bagi kehidupan kita,
seketika aku merasa bahwa saat ini aku harus berani dan sanggup menerima
kenyataan. Seseorang yang amat sangat aku sayangi dengan berbagai kelebihan dan
kekurangannya, malam ini meninggalkan kami semua. Meninggalkan bukan karena
tanpa alasan, melainkan beliau memutuskan untuk mengadu nasib di negeri orang. Aku
yang sebelumnya sangat bergantung pada beliau, kini harus berusaha untuk
melakukan segala sesuatu sendiri dan berdiri di atas kakiku sendiri. Namun
bukan hal itu yang membuatku merasa amat sangat berat jauh dari beliau,
melainkan aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan melihat beliau setiap hari,
bercengkerama, dan bercanda tawa dengannya. Maka ketika beliau jauh dariku, aku
merasa bahwa aku sangat kehilangan momen-momen luar biasa tersebut.
Realita hidup yang aku alami saat ini menjadikan aku menyadari
arti penting seorang ibu. Terkadang ketika kita berjumpa setiap hari malah bisa
menjadikan kita lupa bahwa kita sebenarnya diberi titipan yang teramat luar
biasa. Bahkan tidak jarang ketika beliau meminta tolong kepada kita sekedar
untuk mengambilkan sesuatu, sering kali kita berkata “ah” terlebih dahulu atau
bermalas-malasan untuk mengambilkannya. Akan tetapi setelah kita berada jauh
seperti apa yang aku rasakan dan alami saat ini, untuk sekedar mengambilkan sesuatu
saja, diminta untuk mengorbankan nyawaku sendiri untuk beliau pun aku mau dan
ikhlas sepenuh hati. Oleh karena itu, jangan sesekali meremehkan hadirnya
seorang ibu dalam kehidupan kita karena sesungguhnya dari ibu-lah kita bisa
menjadi manusia yang cerdas, berakhlak, dan luar biasa.
Tulungagung,
06 Oktober 2016
Firdha
Yunita Nur Aisyiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar