Jumat, 12 Desember 2014

Cendek

LAMUNAN RIRA
Oleh : Firdha Yunita N.A
Malam itu malam yang indah. Langit terlihat begitu ramai seperti keadaan di komedi putar. Yah…benar. Ramai karena begitu luar biasanya cahaya bintang yang mewarnai langit terang itu. Dan ternyata tanpa diduga, keelokan itu mampu menghayutkan Rira, gadis kecil yang berkulit sawo matang dalam imajinasinya…
“Ya Allah…mungkinkah aku menggapai langit indah-Mu dengan tangan kosong ini? Aku membayangkan…seandainya saja aku punya sayap, aku akan terbang tinggi menggapai semua anganku. Andai saja…,” kata Rira sambil duduk di atap rumahnya.
Biasanya ketika perasaan Rira mulai gelisah, dia langsung naik ke atas atap rumahnya. Kebetulan rumah Rira berlantai 2 sehingga untuk menjangkau atap rumah, Rira tidak begitu merasa kesulitan. Tak disangka ternyata Fata kakak perempuan Rira berdiri dibelakang Rira dan mendengar semua yang dikatakan oleh Rira.
“Rira sayang…!” sapa Fata dengan lembut. Seketika lamunan Rira pudar karena suara yang mengagetkannya.
Eh..loh ka…kaa..kakak Fata !” sahut Rira sambil terbata-bata karena saking kagetnya.
“Hehehe…adik ada masalah ?. Kakak Fata nggak ganggu adik kan?. Hehehe…” menjawab dengan tawa khasnya.
“Hmm…kakak Fata, adik kaget tau. Ngapain kakak disini?. Ngapain kakak ikutin Rira? Rira lagi pengin sendiri!” ungkap Rira dengan nada kecewa.
Kemudian Fata naik ke atap dan duduk di sebelah Rira. Mereka berdua terdiam sejenak. Mendongak ke atas langit dan melihat panorama alam yang begitu mewah. Angin malam pun tak mau ketinggalan dengan suasana seperti itu. Tenang, dingin, terang.
Intermezzo……..!
Akhirnya Fata pun mecairkan situasi,”Adik...suka bintang? (bertanya dengan kepala tetap menengadah keatas dan melihat bintang-bintang).
“Hah…suka banget kak. Rira malah pengen pergi kesana. Pasti enaaakkk banget yaa??? Hmm….” jawab Rira dengan penuh kepolosan.
“Iya….emang indah banget yaa dik. Rira yakin gaa kalau Rira bisa beneran pergi kesana? Rira bisa loo….!” Fata mulai untuk memberi stimulus pada Rira.
Seketika Rira menoleh,”Hehehe…mana mungkin??? Kak Fata mulai nglantur yaa? Kita bukan burung yang bisa terbang dan pergi ke berbagai tempat sekalipun tempat yang tinggi seperti bintang. Mana mungkin lahh kak! Kakak pasti cuma mengkhayal!.
“Kata siapa???? Hehhehe….Kakak juga tau kalau kita bukan burung & kita juga bukan roket atau apalah. Tapi Rira pernah berfikir nggak. Bayangkan aja kalau bintang itu adalah cita-cita yang kita dambakan dan kita akan berjuang sekeras mungkin untuk menggapainya. Anggap bahwa bintang adalah pijakan terakhir setelah kita berusaha keras. Bintang ada diatas dan tempat berpijak kita yaitu tanah adalah awal kita untuk menggapai bintang diatas sana. Bingung caranya??. Gampang!. Jadi fokuskan kemana langkah awal yang akan kita pilih. Lakukan sesuai dengan rencana kita. Lakukan setiap langkah dengan maksimal. Jangan pernah menyerah, mengeluh, bahkan berputus asa. Satu demi satu langkah kita lewati. Sedikit demi sedikit. Kita yakini bahwa setiap langkah yang telah kita lakukan secara sempurna, itu adalah kunci kita untuk menuju bintang itu. Kakak yakin ntah itu kapan…kita pasti bisa sampai pada bintang kita. Masih belum percaya???” lirik Fata kepada Rira yang masih memikirkan kata-kata kakaknya.
“Iya…ya. Jadi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini yaa kak kalau kita mau berusaha dan berjuang untuk mendapatkan itu??” tanya Rira dengan sangat penasaran.
Fata hanya tersenyum dan kemudian mengangguk sambil berkata,”Iya. Percayalah Allah tidak tidur. Allah senantiasa memberikan sesuatu sesuai dengan seberapa besar kerja keras kita untuk mendapatkannya. Allah bersabda bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang kalau orang itu tidak mau berusaha mengubah nasibnya terlebih dahulu. Jadi, kerja keras untuk menggapai segala sesuatu yang kita inginkan. Dan jangan lupa senantiasa berdoa dan bertawakkal kepada Allah karena kita sadar bahwa yang kita lakukan itu hanyalah untuk ALLAH TA’ALA. Adik Rira sudah mengerti???” tanya Fata sambil tersenyum ke arah adiknya.
“Rira mengerti Kakak Fata. Makasih yaa kak. Sudah kasih semangat buat Rira. Sekarang Rira tau kalau di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin dan Rira juga yakin bahwa Rira bisa menggapai mimpi Rira setinggi bintang yang ada di langit! Makasiih Kakak Fata….! Sekarang Rira gga galau lagi.hehhehe….!
Kemudian dua bersaudara itu pun berpelukan dan mereka tertawa bersama- sama di tengah keindahan malam itu……….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar