Pada hari ini, Saya melihat para pelajar bak baru saja kehilangan harta karun yang dia ditemukan di kolong meja rumah neneknya. Wajahnya datar, fikiran kosong dan tidak fokus, bahkan semangat yang sudah tinggal detik-detik penghabisan. Sungguh, situasi belajar seperti ini yang membangkitkan naluriku untuk sesegera mungkin menemukan sebuah ide CERDAS untuk membantu mengatasi permasalahan pembelajaran kali ini. "Kalau Saya terus-teruskan seperti ini, dijamin sampai akhir pembelajaran pun mereka akan tetap seperti ini,"gumamku dalam hati. Seiring berjalannya waktu, Saya tetap melanjutkan kegiatan belajar sesuai dengan planning yang sudah Saya buat dari kemarin. Yaaa.... rencananya memang hari ini Saya ingin menggelar kelas diskusi dan harapan Saya, mereka bisa memanfaatkan waktu itu untuk membuka cakrawala dan memperluas pemahaman mereka dengan mencari sendiri didalam media canggih dengan ribuan ilmu-ilmu brilian. Yaaa.... tak lain dan tak bukan adalah internet.
Ketika kegiatan belajar sudah satu jam lebih beberapa menit berlangsung, suasana belajar sepertinya nampak biasa-biasa saja. "Demi kegiatan belajar yang lebih aktif, sepertinya Saya harus menyisipkan percikan-percikan semangat. Di sisa waktu ini, mungkin lebih baik Aku menunda untuk menambah materi baru. Yaa ...memasukkan game alternatif yakni MEMORY GAME atau bahasa yang tidak asing bagi kita yaitu PERMAINAN DAYA INGAT,"kataku dalam hati. Tanpa pikir panjang, Saya pun segera mengapplykannya dengan harapan Saya bisa membangkitkan semangat mereka laah.
"Okay, baiklah kakak-kakak, setelah kalian mengerjakan soal-soal latihan yang Saya berikan ke kalian semua, sekarang coba kumpulkan lagi soal-soal kepada Saya (sambil menunggu setiap siswa mengumpulkan soal satu per satu)".
(setelah semua soal ada di tangan)"Yupp.... jadi sekarang Saya akan membacakan sebuah paragraf yang Saya ambil dari teks yang sudah kalian kerjakan. Saya akan membacanya sebanyak 3 kali berturut-turut. Kalian akan bekerja group. Setiap group itu terdiri dari 2 orang. Nah ... selama Saya membacakan teks, kalian Saya harapkan untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan dilarang menulis apa yang Saya katakan. So, you have to listen carefully and write down after I give you the instruction anymore. Okayy .... are you ready students???,"dengan lantang Saya mencoba mengajak mereka belajar dengan menyenangkan. Mereka pun menjawab dengan semangat,"Yess...... I am ready".
Kemudian, teks demi teks pun Saya bacakan. Setiap dua kali membaca, Saya memberi kesempatan mereka untuk menuliskan apa yang mereka dengar. Mereka cukup berhati-hati, namun ada juga beberapa yang masih saja berusaha menulis di tengah Saya membaca teks tersebut. Setidaknya di sini Saya belajar untuk melihat kejujuran mereka. Bukan nilai yang Saya harapkan. Sesungguhnya keseriusan, konsentrasi, dan kejujuran yang menjadi kunci bagi Saya untuk mencoba menerapkan permainan ini. Sederhana bukan???
Selang beberapa saat kemudian, Saya pun mulai memberi instruksi,"Baiklah ....pelajar. Ini adalah kesempatan terakhir bagi Saya membacateks ini. Di kesempatan akhir ini, Saya mengizinkan kalian untuk mendengarkan sekaligus menulis. Jadi, kalian harus betul-betul memanfaatkan kesempatan ini. Baiklah..... Saya mulai sekarang .... Bismillah .....". Lalu Saya pun membacakan teks tersebut.
Nah ... seperti itulah permainan alternatif yang Saya terapkan dan mengorbankan materi yang sudah Saya siapkan. Sesungguhnya bagi Saya, seorang pendidik itu memang diwajibkan untuk membuat lesson plan sebelum Beliau melaksanakan kegiatan belajar mengajar ntah formal maupun informal. Lesson plan itulah yang menjadi nahkoda bagi seorang pendidik selama proses belajar mengajar. namun, tidak bisa dipungkiri terkadang lesson plan yang sudah direncanakan semaksimal mungkin, harus kandhas demi kegiatan belajar yang lebih fun dan yang pasti semangat. Apalagi ..peserta didik yang di didik seperti mereka yang butuh sekali semangat untuk mengenyam pendidikan semaksimal mungkin. Ini bukan masalah seorang pendidik berprinsip maupun tidak berprinsip, melainkan menurut Saya seorang pendidik yang berani mengubah lesson plan di tengah pembelajaran berlangsung demi peserta didiknya semangat dan materi bisa diterima, maka itu sebuah keunikan. Pastinya, hal itu juga mengandung resiko. Resikonya adalah materi yang seharusnya disampaikan pada hari itu, mau tidak mau harus ditunda terlebih dahulu. Itu salah satunya. Akan tetapi, kita belajar bukan untuk mengejar materi sebanyak mungkin, namun yang terpenting adalah pemahaman mereka terhadap materi yang sudah disampaikan. YAA.... PEMAHAMAN. SEDIKIT TAPI BERMAKNA, DARI PADA BANYAK NAMUN SIA-SIA. Insyallah ... dari sedikit itu akan membantu mereka dalam memahami materi itu lebih banyak lagi ke depannya. Insyallah .
Thailand, 23 April 2015
FYNA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar