Rabu, 01 April 2015

Di situ Kadang Saya Merasa Sedih (LATE POST)

Bismillah ...
Sudah lama sekali Aku meniatkan diri untuk menulis di blog ku. Memang dari awal, sebelum sampai di bumi Pattani, Aku ingin mendokumentasikan kisah hidupku dalam bentuk tulisan. Sederhana dan apa adanya. Tulisan ini sebenarnya ingin sekali Aku tulis sejak kemarin, namun sayangnya waktuku sudah habis Aku gunakan untuk mengerakan segala hal yang berhubungan dengan kantor, akivitas sehari-hari dan tugas-tugas siswa yang sudah mengantri dari pagi agar segera terjamah.

Ya...mungkin readers semua bertanya-tanya tentang judul yang Aku ambil dalam blog-ku kali ini. Yaa... sebuah jargon yang sekarang sedang nge-hits dan melampaui batas ambang jargonnya Syahrini yang "Maju mundur, maju mundur ... cantik..cantiikk". hahaha. Yaa... Di situ kadang Saya merasa sedih merupakan jargon yag tepat untuk mewakili apa yang sedang Saya alami, rasakan, dan lakoni setiap harinya di sini. Namun, bukan masalah mengeluh atau tidak bersykur, melainkan wujud keprihatinanku melihat keadaan mereka (pelajar) yang bisa dikatakan masih cukup sulit untuk terjun ke dalam Bahasa Indonesia.

Kemarin tepat tanggal 1 April 2015, program belajar musim panas yang diadakan di kantor Badan Alumni Thailand Selatan mulai diikuti oleh 17 pelajar yang datang dari berbagai sekolah yang ada di Thailand Selatan. Pada hari itu, agenda di mulai pada pukul 08.30 waktu setempat. Kegiatan di hari pertama ini Aku dan partnerku yang bernama Diana(sama-sama berasal dari Universitas yang sama, namun beda jurusan) berniat untuk mengadakan placement test. Tes yang kami adakan hari itu adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelajar memilikikemamua dalam berbahasa baik itu Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Setelah tes itu dilaksanakan dan dikoreksi hingga mengetahui hasilnya, barulah kami menempatkan para pelajar sesuai kelompok yang sudah kami bentuk.Kami memang sengaja membagi kelas menjadi 2 kelompok kerja yaitu kelompok A dan B. Kelompok A merupakan kelompok yang memiliki passion lebih dan kelompok B yang sedikit dibawah kelompok A. Kelompok ini buka bertujuan untuk menganak tirikan kelompok yang satu dengan yang lainnya, melainkan kelompok ini dibentuk untuk membantu mereka mempelajari bahasa sesuai grade dan skill yang mereka punya.

Di saat pelaksanaan kegiatan pertama kemarin itu dan melihat hasil placement test yang kami adakan kemarin, sungguh hasilnya membuat aku khususnya tersentak. Merasa khawatir, kasian sekaligus bingung. Mereka ynag sebenarnya sudah cukup lama mengenal bahasa khususnya bahasa Ingris, ketika Aku sodorkan soal-soal yang memang bevariasi (ada muda dan ada susah), hasilnya mayoritas dibawah 50. Hanya 1 dari 17 pelajar yang mendapat nilai 50 dan itulah yang tertinggi. Nah.... di situ kadang Saya merasa sedih. hehehhe. yah... amun Aku mulai menguba paradigmaku sendir pastinya, untuk mencari solusi yang tepat dan menerapkan cara belajar yang fun dan penuh manfaat agar di ending kegiatan belajar musim panas kali pertama ini, seluruh pelajar bisa mendapat ilmu yang bermanfaat dan menerapkan bahasa demi bahasa yang sudah mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Aku percaya, selama masih ada kesempatan dan kita berungguh-sunguh dalam menyebarkan ilmu, insyaallh... Allah pun tidak akan tinggal diam. The great dream is going to come true. Amin.

Pattani, 02 Apri 2015
FYNA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar