Kamis, 23 Oktober 2014

Bukan Sebuah Kebetulan

BUKAN SEBUAH KEBETULAN

Apa yang Saya alami ini seyogyanya bukan lah sebuah kebetulan semata. Skenario hidup ini memang benar-benar pas. Tidak akan ada siapapun orang yang bisa membuat skenario sesempurna ini. Ya.. hanya Allah-lah yang Maha Segalanya dan sekarang pun Saya benar-benar bisa merasakan akan kuasa-Nya yang begitu luar biasa. Subhanallah . 

Tulisan ini muncul tatkala Saya mendapatkan kabar gembira mengenai studi S1 Saya. Sangat sederhana. Semua mengalir tanpa Saya sadari. Cerita ini memang alurnya flashback. Jadi, tak aneh lagi bila Saya sedikit membuka-buka file masa lampau di mesin tanpa batas (otak) ini. Hehehe.

Baik, cerita pertama diawali ketika Saya hendak mengikuti tes pmdk (awal sebelum masuk perkuliahan) di kampus IAIN Tulungagung (dulunya tahun 2011 masih STAIN Tulungagung). Pada saat itu, dosen penguji sekaligus penjaga ketika test berlangsung yaitu Mr.Susanto. Untuk pertama kalinya Saya bertemu dengan seorang pendidik yang memiliki nama dengan grade yang lebih tinggi. D.O.S.E.N. Nama yang mampu menyihir orang yang semula biasa menjadi luar biasa. Ya... untuk pertama kalinya Saya bertemu dengan Bapak DOSEN. Kesan pertama Saya saat itu, yaitu berharap nantinya Saya bisa mengais ilmu di kampus ini apalagi diajar oleh Beliau. Cerita berhenti sampai di sini dan ditutup dengan harapan sederhana. 

Kedua, pada saat perkuliahan sedang berlangsung, tak disangka bahwa Beliau yang dulunya menjadi penguji Saya, ternyata juga menjadi salah satu dosen yang mengajar di kelas Saya. Pada saat itu, di awal semester 1. Beliau mengajar mata kuliah speaking. Sontak, Saya terkejut karena tidak menyangka bahwa Saya akhirnya diajar langsung oleh dosen yang Saya temui pertama kali itu. Saat itu, Saya merasa bahwa Beliau adalah dosen yang unik. Cara mengajar Beliau yang penuh dengan kekonyolan dan kekocakan, selalu saja mampu menggelitik dan mengundang gelak tawa. Setiap pertemuan, Beliau selalu berusaha menjadikan suasana belajar menjaar yang tegangi menjadi santai tapi tetap serius. Menurut kaca mata Saya, Beliau itu benar-benar dosen yang anti ketegangan. Belum lagi sisipan-sisipan perjalanan hidup Beliau yang unik dan kocak selalu menjadi menu renyah di tengah-tengah pembelajaran berlangsung.

Yang ketiga, pada saat Saya duduk di semester 5, Saya iseng mencoba mengajukan proposal penelitian kepada Mr.Susanto juga. Tidak tahu kenapa, nama Beliau merupakan satu-satunya nama yang terlintas di benak Saya setelah Saya menyelesaikan proposal penelitian Saya. Awalnya, proposal penelitian ini Saya gunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah di semester 5. Akan tetapi, Saya berfikir tidak ada salahnya Saya konsultasikan kepada Mr.Susanto. Akhirnya, Saya pun mengkonsultasikannya kepada Beliau.

Kelima, bertemu Beliau lagi pada saat Saya hendak test PPL-KKN ke Thailand. Beliau adalah salah satu dosen penguji pada saat microteaching. Amazing...untuk sekian kalinya perjalanan studi Saya, Beliau selalu hadir meramaikannya. Terimakasih ya Allah.  

Keenam, inilah salah satu dari sekian potret pengalaman Saya. Jadi, ketika Saya mengikuti program PPL-KKN ke Thailand 5 bulan yang lalu, Beliau adalah salah satu dosen yang menanyakan tentang kondisi dan kegiatan di sana. Satu hal yang membuat Saya sempat terkejut sekaligus penasaran, bahwa yang Saya tahu dari penuturan dosen-dosen yang lain, Mr.Susanto itu adalah dosen yang tidak gandrung dengan kemajuan sosial media di zaman sekarang. Beliau merupakan dosen yang tidak seperti dosen lain, yang memanfatkan sosial media sebagai life style. Nah, ketika Beliau muncul di salah satu sosial media (facebook), Saya sempat terkejut. tapi, hal itu juga memberi dampak positif yakni mempermudah kami berkomunikasi dalam jarak jauh. Yang masih membuat Saya penasaran sampai sekarang, "Apa yang membuat Beliau akhirnya bertekuk lutut pada sosial media?(hehehe Maaf, Sir. Tapi Saya benar-benar penasaran). But, everything is gonna be alright, Sir. 

The last, kemarin Saya tidak menyangka bahwa Beliau, Mr.Susanto yang akan menjadi dosen pembimbing skripsi Saya. Nah, dari sini lah akhirnya muncul pemikiran bahwa semua ini adalah skenario-Nya. Allah memberikan segala yang terbaik untuk hamba-Nya. Semoga ini menjadi puncak dari perjalanan studi S1 Saya yang berkesan. Di awal semester disambut oleh Mr.Susanto, di akhir studi pun juga ditutup dengan dibimbing oleh Mr. Susanto. Alhamdulilah.. terimakasih Tuhan. Memang ini bukan sebuah kebetulan, melainkan cerita perjalanan hidup Saya yang Engkau kemas secara special. Terimakasih Tuhan.... 

(Sebuah opini yang tidak bermaksud untuk menyakiti hati). 
Maaf, Mr.Susanto apabila ada salah kata. Hehehe.

kampus IAIN Tulungagung, Belakang BAK 
10.19 a.m. , Oktober 24th 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar