BUKAN SEBUAH KEBETULAN
Apa yang Saya alami ini seyogyanya bukan lah sebuah kebetulan
semata. Skenario hidup ini memang benar-benar pas. Tidak akan ada siapapun
orang yang bisa membuat skenario sesempurna ini. Ya.. hanya Allah-lah yang Maha
Segalanya dan sekarang pun Saya benar-benar bisa merasakan akan kuasa-Nya yang
begitu luar biasa. Subhanallah .
Tulisan ini muncul tatkala Saya mendapatkan kabar gembira mengenai
studi S1 Saya. Sangat sederhana. Semua mengalir tanpa Saya sadari. Cerita ini
memang alurnya flashback. Jadi, tak aneh lagi bila Saya sedikit membuka-buka
file masa lampau di mesin tanpa batas (otak) ini. Hehehe.
Baik, cerita pertama diawali ketika Saya hendak mengikuti tes pmdk
(awal sebelum masuk perkuliahan) di kampus IAIN Tulungagung (dulunya tahun 2011
masih STAIN Tulungagung). Pada saat itu, dosen penguji sekaligus penjaga ketika
test berlangsung yaitu Mr.Susanto. Untuk pertama kalinya Saya bertemu dengan
seorang pendidik yang memiliki nama dengan grade yang lebih tinggi. D.O.S.E.N.
Nama yang mampu menyihir orang yang semula biasa menjadi luar biasa. Ya...
untuk pertama kalinya Saya bertemu dengan Bapak DOSEN. Kesan pertama Saya saat
itu, yaitu berharap nantinya Saya bisa mengais ilmu di kampus ini apalagi
diajar oleh Beliau. Cerita berhenti sampai di sini dan ditutup dengan harapan
sederhana.
Kedua, pada saat perkuliahan sedang berlangsung, tak disangka
bahwa Beliau yang dulunya menjadi penguji Saya, ternyata juga menjadi salah
satu dosen yang mengajar di kelas Saya. Pada saat itu, di awal semester 1.
Beliau mengajar mata kuliah speaking. Sontak, Saya terkejut karena tidak
menyangka bahwa Saya akhirnya diajar langsung oleh dosen yang Saya temui
pertama kali itu. Saat itu, Saya merasa bahwa Beliau adalah dosen yang unik.
Cara mengajar Beliau yang penuh dengan kekonyolan dan kekocakan, selalu saja
mampu menggelitik dan mengundang gelak tawa. Setiap pertemuan, Beliau selalu
berusaha menjadikan suasana belajar menjaar yang tegangi menjadi santai tapi
tetap serius. Menurut kaca mata Saya, Beliau itu benar-benar dosen yang anti
ketegangan. Belum lagi sisipan-sisipan perjalanan hidup Beliau yang unik dan
kocak selalu menjadi menu renyah di tengah-tengah pembelajaran berlangsung.
Yang ketiga, pada saat Saya duduk di semester 5, Saya iseng
mencoba mengajukan proposal penelitian kepada Mr.Susanto juga. Tidak tahu
kenapa, nama Beliau merupakan satu-satunya nama yang terlintas di benak Saya
setelah Saya menyelesaikan proposal penelitian Saya. Awalnya, proposal
penelitian ini Saya gunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah di semester 5.
Akan tetapi, Saya berfikir tidak ada salahnya Saya konsultasikan kepada
Mr.Susanto. Akhirnya, Saya pun mengkonsultasikannya kepada Beliau.
Kelima, bertemu Beliau lagi pada saat Saya hendak test PPL-KKN ke
Thailand. Beliau adalah salah satu dosen penguji pada saat microteaching.
Amazing...untuk sekian kalinya perjalanan studi Saya, Beliau selalu hadir
meramaikannya. Terimakasih ya Allah.
Keenam, inilah salah satu dari sekian potret pengalaman Saya.
Jadi, ketika Saya mengikuti program PPL-KKN ke Thailand 5 bulan yang lalu,
Beliau adalah salah satu dosen yang menanyakan tentang kondisi dan kegiatan di
sana. Satu hal yang membuat Saya sempat terkejut sekaligus penasaran, bahwa
yang Saya tahu dari penuturan dosen-dosen yang lain, Mr.Susanto itu adalah
dosen yang tidak gandrung dengan kemajuan sosial media di zaman sekarang.
Beliau merupakan dosen yang tidak seperti dosen lain, yang memanfatkan sosial
media sebagai life style. Nah, ketika Beliau muncul di salah satu sosial media
(facebook), Saya sempat terkejut. tapi, hal itu juga memberi dampak positif
yakni mempermudah kami berkomunikasi dalam jarak jauh. Yang masih membuat Saya
penasaran sampai sekarang, "Apa yang membuat Beliau akhirnya bertekuk
lutut pada sosial media?(hehehe Maaf, Sir. Tapi Saya benar-benar penasaran).
But, everything is gonna be alright, Sir.
The last, kemarin Saya tidak menyangka bahwa Beliau, Mr.Susanto
yang akan menjadi dosen pembimbing skripsi Saya. Nah, dari sini lah akhirnya
muncul pemikiran bahwa semua ini adalah skenario-Nya. Allah memberikan segala
yang terbaik untuk hamba-Nya. Semoga ini menjadi puncak dari perjalanan studi
S1 Saya yang berkesan. Di awal semester disambut oleh Mr.Susanto, di akhir
studi pun juga ditutup dengan dibimbing oleh Mr. Susanto. Alhamdulilah..
terimakasih Tuhan. Memang ini bukan sebuah kebetulan, melainkan cerita
perjalanan hidup Saya yang Engkau kemas secara special. Terimakasih
Tuhan....
(Sebuah opini yang tidak bermaksud untuk menyakiti hati).
Maaf, Mr.Susanto apabila ada salah kata. Hehehe.
kampus IAIN Tulungagung, Belakang BAK
10.19 a.m. , Oktober 24th 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar