Senin, 27 Oktober 2014

Sepotong Kata Sederhana

S _  _  _ R

Kata yang menjadi highlight tulisan ini hanya terdiri dari 5 kata. Diawali huruf S dan diakhiri dengan huruf R. Mungkin siapapun kalian yang membaca tulisan ini akan menebaknya dengan kata, "SUBUR, SABAR, SOBAR, SAHUR, SIGAR, SADAR, dan S - - - R yang lainnya". It is okay. Tulisan ini bukan mengajak untuk bertebak-tebakan sih, namun semata-mata agar sama-sama memaknai sendiri apa maksud dari tulisan ini. Jadi, semua ini terlepas dari unsur mumetisasi (Viki's bolary lagi. Hehehe). 

Well, setiap manusia pastinya tidak akan terlepas dari sebuah problematika hidup. Ntah itu berhubungan dengan karir, asmara, rumah tangga, bahkan utang piutang sekalipun. Malah, tidak sedikit orang awam berkata,"Kalau tidak ingin dapat masalah, ya jangan hidup". Kalimat tersebut sederhana, akan tetapi syarat akan makna. Memang, setiap orang yang bernafas pasti menginginkan segala hal yang indah, nikmat, mewah, dan pastinya tidak merepotkan diri mereka sendiri. Akan tetapi, kehidupan seperti itu bak peribahasa "Cebol nggayuh lintang". Bahkan jikalau ada, mungkin apa yang ada di muka bumi ini hanya sederhana dan biasa-biasa saja. I can not imagine. 

Seperti yang Saya alami hari ini, cukup membuat Saya merasa sangat bersyukur dan menginstropeksi diri. Bersyukur kepada Illahi Rabbi karena telah mengizinkan Saya untuk menikmati lika-liku kehidupan ini. Hari ini benar-benar luar biasa untuk Saya. Ya... memang, apa yang kita fikirkan terkadang  tidak sesuai dengan pemikiran orang lain. Menurut mereka yang terbaik itu A, namun menurut Saya yang lebih baik itu F. Everything is going to happen. It is normal. Hmm...kejadian yang pertama ini bukan untuk yang pertama kainya dalam petualangan hidup Saya. Bahkan sudah biasa sebenarnya. Namun, untuk yang kedua ini cukup menegangkan bagi Saya. Ketika kita berniat baik untuk membantu dan menjalankan amanah sebaik mungkin, tapi niat itu ditolak secara kasar dan acuh. Sakitnya tuh di sini (sambil gigit kaki (permen kaki) maksudnya. hehe). Tapi, mau bagaimana pun juga ya...kita juga harus sadar, bahwa mereka itu masih golden age. Itulah salah satu sisi yang mungkin bisa membuat Saya sedikit berfikir, "Oh..begini rasanya menjadi seorang pengajar. Tidak bisa disalahkan kalau guru-guru Saya dulu sempat bla-bla-bla. Jadi guru itu kuncinya juga belajar S_ _ _ R". Dan itu juga Saya rasakan. 

Semoga saja setiap perjalanan hidup ini, bisa mengajari Saya untuk menjadi insan yang lebih baik. Saya percaya bahwa setiap perjalanan hidup ini, pasti akan bermuara di muara yang paling indah. Allah akan menunjukkan mutiara itu jika sudah tiba waktunya. Insyallah...

Tulungagung, 27 Oktober 2014
20.42 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar