Kamis, 26 Juni 2014

Ninth Diary

May, 30th 2014
Bismillah….
            Banyak hal baru yang Saya dapatkan hari ini. Rasa senang dan puas sempat singgah dalam hati ini. Alhamdulillah. Hal yang sama sekali tidak pernah Saya bayangkan, Saya bisa rasakan sekarang. Kebersamaan, canda tawa, kesederhanaan, dan rasa – rasa yang lain, semuanya bisa Saya rasakan. Semua berawal dari kesempatan memperpanjang visa yang dilakukan di Pattani – Thailand.  Untuk agenda semacam ini, secara otomatis kita bisa saling bertatap muka dan melepas rindu kepada teman- teman seperjuangan. Meskipun sekejap, namun minimal itu usdah mampu mengobati rasa rindu kami. Melihat mereka, senyum, canda, dan tawa mereka, bisa mengobati rasa rindu kami terhadap tanah air. Kita adalah pasukan perjuangan perdana dari kampus tercinta IAIN TULUNGAGUNG. Pasukan depan yang harus memberikan outcome semaksimal mungkin. Hehehe…jadi agak lebay. Tapi tidak apalah. Sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik. Amin. Well, cerita bermula dari sekarang. Bermula cerita yang kocak sebab kepolosan kita di negara orang. Hehe. Pasti semua orang Indonesia, khususnya warga IAIN sudah tidak asing lagi dengan istilah SOSIS bukan? Sosis yang biasa kita beli di Tulungagung seharga 500 – 1.000 rupiah, di sini atu buah sosis dibandrol seharga 15 bath atau 5.550 rupiah. Sungguh harga yang sangat fantastis untuk satu buah sosis yang masih mentah. Karena kita sangat lapar, dua rekan dari IAIN segera memilih dan menggoreng sosis itu. Setelah semua sudah jadi dan tinggal bayar, si pedagang menghitung total pembelian mereka. Si pedagang menyebut, 85 bath. Kita semua melongo dan terkejut. Sungguh bombastis. Tanpa banyak cakap, mereka membayar dan tertawa terbahak – bahak. Akibat tak bertanya, akhirnya uang ludes untuk membeli sosis. Hehhe. Sungguh tragedi yang mampu mengocok perut kami sore itu.

            Masih banyak kejadian – kejadian lain yang sangat berkesan hari ini. Kita bisa menikmati makanan di tepi pantai Rusmilee Pattani, makan sate di kedai sate Pattani, berfoto di pelabuhan Pattani, dan masih banyak lagi. Ternyata Allah menciptakan keindahan di dunia itu untuk dijadikan sebagai media penambah pengetahuan dan pengalaman kita. Jadi, selagi ada kesempatan, manfaatkanlah segala kesempatan itu. Semoga semua yang kami lakukan di sini membawa berkah. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar