Kamis, 26 Juni 2014

June, 01st 2014

June, 01st 2014
Bismillah…
            Juni di tahun 2014. Subhanallah. Tiada kata yang lebih indah diucapkan selain memuji kepada Sang Maha Segalanya. Allah Azza Wa Jala. Subhanallah. Tanpa ridhoNya, Aku fikir Aku tidak akan mungkin bisa duduk dan bermukim di negara orang seorag diri seperti ini. Memang kita tidak sendiri awalnya, berangkat sama – sama. Namun, kenyataannya setelah tiba di Thailand kita dipisah sesuai lokasi pengabdian kita selama 4 bulan. Jadi, secara otomatis Aku rasa memang Aku diuji untuk hidup sendiri, seorang diri di negara orang dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Aku miliki ini. Amazing. Seuntai kata yang bisa mewakili rasa yang Aku rasakan pada malam ini.
            Rasanya sangat muluk – muluk ya, intro di paragraph awalku. Hehe…tak apalah. Sedikit lebay, namun bisa menjadikan catatan ini mengalun lembut. Bagiku itu lumrah – lumrah saja. Well, Aku rasa Allah sangat baik kepadaku. Setelah tadi malam Aku mendapatkan rezeki yang tidak pernah Aku duga – duga, hari ini tepat tanggal 01 Juni 2014 pukul 09.29 Aku mendapat gaji pertamaku selama mengabdi di Adderasat Islamiah School. Alhamdulillah Y Allah. Tidak pernah Aku duga sebelumnya karena biasanya gaji diberikan persis  ditanggal Aku mulai masuk. Namun, di Thailand ini Aku mendapatkan gaji di awal bulan. Subhanallah. Gaji itu tidak perlu Aku sebutkan berapa nominalnya, namun uang itu sangat berguna untukku terutama selama tinggal di negara orang ini. Sangat sulituntuk mempercayai kenyataan ini. Sangat luar biasa menurutku. Aku rasa, mereka welcome, mengajak jalan – jalan., mengasuhku seperti anak mereka sendiri, itu sudah sangat luar biasa. Ditambah di awal bulan ini mereka memberiku uang saku. Subhanallah…terimakasih Y Allah. Engkau memang Maha Agung  dan selalu memberikan yang terbaik untuk hambaMu. Terimakasih y Allah.
            Kemudian, saatnya menuju ke kegiatan pembelajaran di kelas kali ini. Ya Allah… Aku masih belum bisa mengontrol emosiku ketika didalam kelas. Tak tahu kenapa, ketika ada siswa tidak fokus dan konsentrasi pada saat kegiatan pembelajaran, Saya sangat kesal dan tidak suka. Bukan maksud gila perhatian, namun Saya tidak ingin jika murid yang Saya ajar tetap belum bisa memahami materi. Saya berusaha untuk memberikan totally. Namun, peserta didik belum bisa merespon dengan baik. Terutama mereka yang laki – laki. Secara keseluruhan, rata – rata mereka masih merasa kesulitan apalagi memaahami kalimat dalam tulisan bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Saya tahu ini merupakan bahasa asing bagi mereka, namun jika mereka ingin bisa, mereka harus benar – benar berkonsentrasi untuk memperlajari bahasa tersebut. Insyallah…4 bulan ke depan mereka bisa sedikit demi sedikit memahami kata demi kata.
            Menurut kaca mata Saya terhadap mereka dan pengalaman Saya ketika belajar bahasa asing, memang sangat sulit untuk memahami bahasa baru jika kita belum mempunyai niat yang utuh untuk belajar bahasa asing tersebut. Sama seperti yang Saya alami ketika belajar bahasa inggris, jerman, dan arab ketika sekolah. Membutuhkan kerja keras dan ekstra waktu juga untuk memahaminya. Jadi, kunci utama peserta didik untuk mempelajari bahasa asing itu bukanlah dengan cara dipaksa. Melainkan harus dengan rasa. Bahasa mengandung rasa dan rasa itu ditemukan pada setiap jiwa yang ingin menemukan rasa itu. Namun, karena para peserta didik di sini sangat luar biasa disbanding dengan peserta didik di sekolah lainnya, jadi turunlah metode kebanggaan yang ampuh dalam dunia pendidikan. Yakni dengan menggunakan metode ceramah. Para peserta didik di sini masih terbilang jauh dari taksiran. Banyak dari mereka yang sudah masuk SMA, namun masih merasa kesulitan untuk membaca dan menulis. Ironis sekali. Jadi, di sini Saya harus ekstra memberi penjelasan kepada mereka sedetail mungkin. Tak peduli seberapa banyak atau sedikit materi yang bisa Saya berikan, namun tujuan Saya ingin mengajak mereka paham. Bukan bagaimana cara menghabiskan target materi. Salam.
08.45 p.m. Adderasat Islamiah School Pattani – Thailand

Firdha Yunita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar