June, 01st 2014
Bismillah…
Juni
di tahun 2014. Subhanallah. Tiada kata yang lebih indah diucapkan selain memuji
kepada Sang Maha Segalanya. Allah Azza Wa Jala. Subhanallah. Tanpa ridhoNya,
Aku fikir Aku tidak akan mungkin bisa duduk dan bermukim di negara orang seorag
diri seperti ini. Memang kita tidak sendiri awalnya, berangkat sama – sama.
Namun, kenyataannya setelah tiba di Thailand kita dipisah sesuai lokasi
pengabdian kita selama 4 bulan. Jadi, secara otomatis Aku rasa memang Aku diuji
untuk hidup sendiri, seorang diri di negara orang dengan segala kelebihan dan
kekurangan yang Aku miliki ini. Amazing. Seuntai kata yang bisa mewakili rasa
yang Aku rasakan pada malam ini.
Rasanya
sangat muluk – muluk ya, intro di paragraph awalku. Hehe…tak apalah. Sedikit
lebay, namun bisa menjadikan catatan ini mengalun lembut. Bagiku itu lumrah – lumrah saja. Well, Aku rasa
Allah sangat baik kepadaku. Setelah tadi malam Aku mendapatkan rezeki yang
tidak pernah Aku duga – duga, hari ini tepat tanggal 01 Juni 2014 pukul 09.29
Aku mendapat gaji pertamaku selama mengabdi di Adderasat Islamiah School.
Alhamdulillah Y Allah. Tidak pernah Aku duga sebelumnya karena biasanya gaji
diberikan persis ditanggal Aku mulai
masuk. Namun, di Thailand ini Aku mendapatkan gaji di awal bulan. Subhanallah.
Gaji itu tidak perlu Aku sebutkan berapa nominalnya, namun uang itu sangat
berguna untukku terutama selama tinggal di negara orang ini. Sangat sulituntuk
mempercayai kenyataan ini. Sangat luar biasa menurutku. Aku rasa, mereka
welcome, mengajak jalan – jalan., mengasuhku seperti anak mereka sendiri, itu
sudah sangat luar biasa. Ditambah di awal bulan ini mereka memberiku uang saku.
Subhanallah…terimakasih Y Allah. Engkau memang Maha Agung dan selalu memberikan yang terbaik untuk
hambaMu. Terimakasih y Allah.
Kemudian,
saatnya menuju ke kegiatan pembelajaran di kelas kali ini. Ya Allah… Aku masih
belum bisa mengontrol emosiku ketika didalam kelas. Tak tahu kenapa, ketika ada
siswa tidak fokus dan konsentrasi pada saat kegiatan pembelajaran, Saya sangat
kesal dan tidak suka. Bukan maksud gila perhatian, namun Saya tidak ingin jika
murid yang Saya ajar tetap belum bisa memahami materi. Saya berusaha untuk
memberikan totally. Namun, peserta didik belum bisa merespon dengan baik.
Terutama mereka yang laki – laki. Secara keseluruhan, rata – rata mereka masih
merasa kesulitan apalagi memaahami kalimat dalam tulisan bahasa Indonesia dan
bahasa inggris. Saya tahu ini merupakan bahasa asing bagi mereka, namun jika
mereka ingin bisa, mereka harus benar – benar berkonsentrasi untuk memperlajari
bahasa tersebut. Insyallah…4 bulan ke depan mereka bisa sedikit demi sedikit
memahami kata demi kata.
Menurut
kaca mata Saya terhadap mereka dan pengalaman Saya ketika belajar bahasa asing,
memang sangat sulit untuk memahami bahasa baru jika kita belum mempunyai niat
yang utuh untuk belajar bahasa asing tersebut. Sama seperti yang Saya alami
ketika belajar bahasa inggris, jerman, dan arab ketika sekolah. Membutuhkan
kerja keras dan ekstra waktu juga untuk memahaminya. Jadi, kunci utama peserta
didik untuk mempelajari bahasa asing itu bukanlah dengan cara dipaksa.
Melainkan harus dengan rasa. Bahasa mengandung rasa dan rasa itu ditemukan pada
setiap jiwa yang ingin menemukan rasa itu. Namun, karena para peserta didik di
sini sangat luar biasa disbanding dengan peserta didik di sekolah lainnya, jadi
turunlah metode kebanggaan yang ampuh dalam dunia pendidikan. Yakni dengan
menggunakan metode ceramah. Para peserta didik di sini masih terbilang jauh
dari taksiran. Banyak dari mereka yang sudah masuk SMA, namun masih merasa
kesulitan untuk membaca dan menulis. Ironis sekali. Jadi, di sini Saya harus
ekstra memberi penjelasan kepada mereka sedetail mungkin. Tak peduli seberapa banyak
atau sedikit materi yang bisa Saya berikan, namun tujuan Saya ingin mengajak
mereka paham. Bukan bagaimana cara menghabiskan target materi. Salam.
08.45 p.m. Adderasat Islamiah School Pattani –
Thailand
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar