Rabu, 18 Juni 2014

My Extraordinary Trip

June, 08th 2014
Bismillah…
            Alhamdulillah…rasa syukur harus Aku panjatkan kepada Sang Illahi Rabbi untuk yang kesekian kalinya. Aku sungguh bisa merasakan betapa Allah sangat menyayangiku dan melindungiku dimana pun Aku berada. Mengapa tidak? Di Pattani Thailand ini, Aku dipertemukan dengan orang – orang baru yang mayoritas semuanya welcome kepadaku. Mereka berusaha untuk mengajakku berkomunikasi meski Aku masih belum pandai kecek macam mereka. Namun, itu bukan kendala melainkan Aku bisa belajar sedikit demi sedikit bahasa yang mereka pakai sehari – hari. Begitu juga dengan mereka yang sedikit demi sedikit Aku ajak untuk berbicara dalam bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Tapi ya sebisa mereka. Aku pun juga begitu, sebisaku dan semampuku.
            Hari ini cerita bermula ketika Kak.Nab dan Kak.Mah mengajakku untuk pergi di wedding party salah satu putra Ustad yang mengajar di Adderasat dimana sekolah yang Aku tempati saat ini. awalnya, tidak ada planning untuk mengajakku pergi ke acara itu. Namun karena setelah mengajar jam pertama, Aku tidak ada jadwal lagi di waktu yang dekat, kemudian mereka mempunyai ide untuk mengajakku pergi. Di tempat itu, sama seperti di tempat wedding party  yang Kak.Sah pernah ajak Aku tanggal 22 Mei 2014. Suasana pun sama, namun bedanya tempat ini terbilang lebih mewah dari yang dulu. Sama lah, di Indonesia juga ada beragam cara untuk merayakan hari pernikahan. Di tempat itu, awalnya Aku malu karena hanya Aku seorang mungkin yang tidak suka nasi. Jadi untuk memberi pelayanan yang terbaik, Kak.Mah dan Kak.Nab meminta para waitress untuk mengambilkan roti sebagai pengganti nasi. Alhamdulillah..itu salah satu bukti ketulusan hati mereka dalam mengajakku bersosialisasi dengan masyarakat Pattani. Terimakasih ya Allah. Tidak hanya berhenti sampai di situ, namun selang beberapa waktu usai makan dan segera meninggalkan lokasi acara, Kak.Nab memberikan souvenir miliknya buatku. Alhamdulillah. Kak.Nab sangat baik sekali ya Allah. Terimakasih. Ditambah lagi, sebelum kami pulang ke Adderasat, Kak.Nab mengajakku untuk pergi melihat – lihat orang jualan di dekat lokasi pernikahan. Di sini, Kak.Nab tiba – tiba menawariku untuk memilih makanan apa yang Aku suka. Awalnya Aku takut kalau nanti aku pilih ternyata harganya mahal, tapi dengan cepat Kak.Nab berkata “Tenang Firdha, Kak.Nab dan Kak.Mah yang akan bayar. Jadi Firdha ambil saja apa yang Firdha mau makan. Boleh”. Subhanallah…bukan karena Aku mendapat gratis, namun Aku melihat ketulusan hati mereka berdua yang sangat luar biasa. Tak tahu kenapa mereka berbuat sangat baik kepadaku padahal kita masih kenal belum lama ini. tapi, ketulusan mereka sangat terpancar jelas dari semuua niat dan tutur kata mereka. Hanya Allah yang bisa membalasnya. Terimakasih banyak Kak.Nab dan Kak.Mah.
Pukul 17.00 waktu Pattani - Thailand.
            Rezeki dari Allah datang lagi kepadaku hari ini. Tidak hanya Kak.Nab dan Kak.Mah yang Allah titipkan rezekinya untukku, namun ada juga salah seorang budak yang tinggal di asrama Adderasat tiba – tiba memberiku 1 bungkus pop corn yang renyah, manis, dan kreyes – kreyes mak nyuuusss. Hehehe. Sungguh..betapa bahagianya Aku hari ini. aku bisa makan malam dengan makanan yang diberikan oleh hamba Allah yang dermawan – dermawan ini. Tak bisa berucap lagi selain Alhamdulillah dan terimakasih. Banyak sekali rezeki Allah yang diberikan kepadaku dan Aku tidak bisa menghitungnya satu per satu. Sungguh… hari ini Aku merasa bahwa Allah sangat menjagaku dan membahagiakanku dengan cara yang luar biasa. Terimakasih ya Allah atas nikmat yang Kau berikan ini.
08.12 p.m. Palas Thailand
Firdha Yunita


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar