Minggu, 20 Juli 2014

Artikel 2

1435 H, Nuansa Semerbak Ramadhan di Bumi Pattani Thailand
Firdha Yunita Nur Aisyiyah
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Fakultas Tadris Bahasa Inggris
Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Abstrak

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, barokah, serta ampunan dari Allah SWT. Bulan dimana seluruh umat muslim dan muslimah selalu menantikannya dan senantiasa berharap untuk berjumpa dengan bulan ini. Di bulan  Ramadhan ini pula Allah SWT mengobral pahala semurah – murahnya kepada seluruh umat-Nya tanpa terkecuali. Jadi tidak heran jikalau seluruh umat Islam berlomba – lomba untuk mendapatkan ridho dari Allah yang dapat menghantarkan menuju janah-Nya yang hakiki. Suasana kehangatan ramadhan yang dapat dinikmati oleh seluruh umat islam di dunia, kali ini dapat dirasakan di wilayah Pattani – Thailand. Perlu diketahui bahwa negara Thailand juga memiliki warga negara yang beragama islam meski prosentasenya lebih sedikit dibandingkan dengan agama Budha. Sehingga, penduduk islam yang ada di wilayah Thailand dijuluki dengan islam minority. Meskipun minoritas, namun hal itu tidak menyurutkan semangat keislaman mereka melainkan mereka menikmati dan mensyukurinya. Salah satu bentuk rasa syukur mereka yakni mereka merayakan bulan ramadhan dengan suka cita dan saling berbagi sesama muslim. Artikel ini pun bertujuan untuk memberikan informasi seputar suasana bulan Ramadhan di wilayah Pattani Thailand. Sensasinya pun akan berbeda dengan ramadhan di negara – negara lain. Akan tetapi satu hal yang pasti sama, yaitu kebersamaan dan kerukunan yang diciptakan oleh umat islam akan terasa kental dan semakin menghangatkan ramadhan 1435 H kali ini.
Kata kunci: bulan ramadhan, suasana ramadhan, bumi Pattani - Thailand. 
Aroma harum Ramadhan 1435 H kali ini jatuh pada tanggal 28 / 29 Juni 2014. Seluruh umat Islam pun bersorak gembira menyambut datangnya bulan ini. Bulan yang mana umat Islam diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mengerjakan amal sholeh sebanyak – banyaknya dan berbuat baik kepada sesama semata – mata demi mengharap ridho Allah SWT. Merdu suara adzan magrib sebagai pertanda masuk waktu buka puasa menjadi momen yang selalu dinanti – nanti oleh ribuan umat Islam yang telah menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu selama seharian. Suara alunan merdu asma – asma Allah, ayat demi ayat Al-Qur’an, bahkan nasyid islami pun bisa dinikmati di berbagai tempat. Tidak hanya itu, sholat tarawih berjamaah menjadi pelengkap di setiap malam – malam ramadhan. Kemudian, satu hal yang tidak wajib namun sekarang hukumnya bak kita menunaikan ibadah sholat lima waktu yakni dentuman dan warna – warni kembang api baik siang, sore, ataupun malam hari. Semuanya merupakan momen – momen menakjubkan yang hanya bisa dinikmati di bulan ramadhan penuh berkah yaitu bulan Ramadhan.
Ramadhan di bumi Pattani – Thailand pun hampir sama dengan uraian pada paragraf di bagian atas. Banyak hal yang dapat dilakukan dan terasa ada sense yang berbeda dari hari ke hari. Ramadhan di sini sangat tenang, senyap dan serasa ramadhan ini milik pribadi yang selamanya akan melekat khususnya di hati umat Islam. Rasa senyap tersebut dapat dirasakan di detik – detik terakhir menjelang waktu berbuka puasa. Hal itu dikarenakan masyarakat Pattani – Thailand sangat jarang memanfaatkan waktu berbuka dengan berbuka di kedai – kedai makanan. Mereka memilih menikmati waktu berbuka puasa di dalam rumah mereka yang tenang dan damai. Selepas berbuka puasa, setiap malamnya dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah. Sehingga sangat jarang kita temukan orang yang berlalu lalang di jalan raya pada jam – jam malam tersebut. Kebanyakan dari mereka memilih untuk melaksanakan sholat tarawih di masjid – masjid terdekat di rumah mereka, bahkan bagi mereka yang tinggal di asrama (pondok), mereka diwajbkan menunaikan ibadah sholat tarawih di asrama (pondok) itu pula. Hal itu dilakukan karena ingin mengurangi resiko / hal – hal yang tidak diinginkan.
Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk pergi menikmati keramaian kota. Keramaian tersebut bisa dinikmati pada jam – jam sebelum berbuka puasa yaitu sekitar pukul 15.00 – 18.00 waktu setempat. Di waktu – waktu itu, tidak sulit untuk kita menemukan menu buka puasa sekaligus sahur sesuai dengan keinginan kita. Pasalnya, di area – area seperti pasar dan sekitarnya, puluhan pedagang kaki lima dan kedai – kedai menjajakan dagangan mereka. Seperti halnya buah tama (kurma), manih (manisan), es, lauk – pauk, buah – buahan, fast food, dan lain sebagainya sudah tersedia dan dikemas dengan menarik. Pedagang dan kedai – kedai itu pun akan segera mengemasi barang dagangan mereka jika waktu sudah mendekati hampir pukul 18.30 waktu setempat (menunjukkan waktu berbuka puasa).
Setelah waktu berbuka puasa sudah cukup, malam harinya seperti ramadhan – ramadhan sebelumnya, banyak orang pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat tarawih. Inilah yang nampak berbeda dengan tarawih di tempat lain. Di wilayah Pattani – Thailand ini, waktu pelaksanaan sholat tarawih paling sedikit 1 – 1.5 jam. Ada juga sholat tarawih yang dimulai pada pukul 24.00 hingga waktu sahur dan itu dilakukan selama 1 bulan penuh. Untuk alasan apa dan mengapa, cukup sederhana yakni di momen – momen penuh berkah ini, beribadah khusyuk dan sungguh – sungguh adalah cara untuk mendekatkan diri dan mendapatkan kasih sayang lebih dari-Nya.
Menjelang waktu sahur, biasanya kita sering melihat ada beberapa orang berjalan kaki atau menaiki sebuah mobil pick-up dengan membawa berbagai alat musik baik tradisional atau pun modern yang mereka manfaatkan untuk membuat kegaduhan di sepertiga malam. Kegaduhan itu memang sengaja mereka buat karena mereka berniat untuk membangunkan orang – orang yang masih terlelap agar bergegas menikmati makan sahur sebelum masuk waktu imsyak. Aktivitas semacam itu sering kita sebut dengan “RONDA MALAM”. Akan tetapi, di wilayah Pattani – Thailand ini sulit dan bahkan tidak pernah mendengar dan melihat ronda. Berdasarkan interview singkat dengan masyarakat Pattani – Thailand, jika hendak membangunkan orang agar segera makan sahur, kebanyakan masyarakat Pattani – Thailand memanfaatkan sound speaker di masjid – masjid wilayah Pattani – Thailand.
Nilai positif yang dapat diambil dari masyarakat wilayah Pattani – Thailand salah satunya yaitu jiwa solidaritas mereka yang tinggi dan hobi sedekah mereka yang luar biasa. Hampir setiap hari ditemukan orang yang memberi sedekah kepada orang lain baik itu kerabat atau bukan dan ntah itu sedikit atau banyak. Masyarakat Pattani – Thailand memang wahi (suka) bersedekah. Sepertinya hal itu menjadi hobi dan ciri khas mereka yang hukumnya wajib mereka lakukan setiap harinya. Tidak tanggung – tanggung, bahkan 1 hari bisa saja memberi orang melebihi apa yang mereka makan pada hari itu. Hal itu bukan menjadi masalah bagi mereka karena mereka suka dan senang jika bisa memberi kepada sesama muslim. Ditambah keyakinan mereka yang patut untuk ditiru bahwa rezeki mereka sudah ditanggung oleh Allah, jadi semakin banyak yang mereka bagikan secara ikhlas dan semata – mata hanya ingin mengharap ridho Allah SWT, semakin banyak pula rezeki yang akan mereka dapatkan pula. Ibarat semakin banyak benih molek (bagus) yang kita tanam, semakin baguslah kualitas dan kuantitas dari apa yang telah kita tanam.
Seperti itulah potret kehidupan dan suasana yang bisa dinikmati di tanah Pattani – Thailand selama bulan ramadhan, khususnya ramadhan 1435 H kali ini. Suka cita, kebersamaan, kehangatan dalam berbagi terpancar jelas di setiap kehidupan setiap umat yang bernyawa di wilayah Pattani – Thailand. Hanya rasa damai, derai tawa yang renyah, serta ucapan syukur yang selalu menghiasi indahnya ramadhan 1435 H di wilayah ini. Sebagai umat islam sudah sepatutnya kita selalu mengucap syukur tehadap apa yang kita dapatkan dan lakukan setiap harinya. Apalagi di bulan ramadhan, Allah SWT akan melipat gandakan setiap amal perbuatan yang dilakukan secara ikhlas dan bermanfaat terhadap orang lain. Seperti pernyataan ini “sebaik – baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain”. Sehingga untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW, marilah berlomba – lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat nantinya. Allahumma Amin.  


















REFERENSI
Masyarakat wilayah Pattani – Thailand
Pengalaman dan pemahaman penulis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar