1435
H, Nuansa Semerbak Ramadhan di Bumi Pattani Thailand
Firdha Yunita Nur Aisyiyah
Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Fakultas Tadris
Bahasa Inggris
Institut Agama
Islam Negeri Tulungagung
Abstrak
Bulan Ramadhan adalah bulan
penuh berkah, barokah, serta ampunan dari Allah SWT. Bulan dimana seluruh umat
muslim dan muslimah selalu menantikannya dan senantiasa berharap untuk berjumpa
dengan bulan ini. Di bulan Ramadhan ini
pula Allah SWT mengobral pahala semurah – murahnya kepada seluruh umat-Nya
tanpa terkecuali. Jadi tidak heran jikalau seluruh umat Islam berlomba – lomba
untuk mendapatkan ridho dari Allah yang dapat menghantarkan menuju janah-Nya
yang hakiki. Suasana kehangatan ramadhan yang dapat dinikmati oleh seluruh umat
islam di dunia, kali ini dapat dirasakan di wilayah Pattani – Thailand. Perlu
diketahui bahwa negara Thailand juga memiliki warga negara yang beragama islam
meski prosentasenya lebih sedikit dibandingkan dengan agama Budha. Sehingga,
penduduk islam yang ada di wilayah Thailand dijuluki dengan islam minority. Meskipun
minoritas, namun hal itu tidak menyurutkan semangat keislaman mereka melainkan
mereka menikmati dan mensyukurinya. Salah satu bentuk rasa syukur mereka yakni
mereka merayakan bulan ramadhan dengan suka cita dan saling berbagi sesama muslim.
Artikel ini pun bertujuan untuk memberikan informasi seputar suasana bulan
Ramadhan di wilayah Pattani Thailand. Sensasinya pun akan berbeda dengan
ramadhan di negara – negara lain. Akan tetapi satu hal yang pasti sama, yaitu
kebersamaan dan kerukunan yang diciptakan oleh umat islam akan terasa kental
dan semakin menghangatkan ramadhan 1435 H kali ini.
Kata kunci: bulan ramadhan, suasana ramadhan, bumi
Pattani - Thailand.
Aroma harum Ramadhan 1435 H
kali ini jatuh pada tanggal 28 / 29 Juni 2014. Seluruh umat Islam pun bersorak
gembira menyambut datangnya bulan ini. Bulan yang mana umat Islam diwajibkan
untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, mengerjakan amal sholeh
sebanyak – banyaknya dan berbuat baik kepada sesama semata – mata demi
mengharap ridho Allah SWT. Merdu suara adzan magrib sebagai pertanda masuk
waktu buka puasa menjadi momen yang selalu dinanti – nanti oleh ribuan umat
Islam yang telah menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu selama seharian. Suara
alunan merdu asma – asma Allah, ayat demi ayat Al-Qur’an, bahkan nasyid islami
pun bisa dinikmati di berbagai tempat. Tidak hanya itu, sholat tarawih
berjamaah menjadi pelengkap di setiap malam – malam ramadhan. Kemudian, satu
hal yang tidak wajib namun sekarang hukumnya bak kita menunaikan ibadah sholat
lima waktu yakni dentuman dan warna – warni kembang api baik siang, sore,
ataupun malam hari. Semuanya merupakan momen – momen menakjubkan yang hanya
bisa dinikmati di bulan ramadhan penuh berkah yaitu bulan Ramadhan.
Ramadhan di bumi Pattani –
Thailand pun hampir sama dengan uraian pada paragraf di bagian atas. Banyak hal
yang dapat dilakukan dan terasa ada sense yang berbeda dari hari ke
hari. Ramadhan di sini sangat tenang, senyap dan serasa ramadhan ini milik
pribadi yang selamanya akan melekat khususnya di hati umat Islam. Rasa senyap
tersebut dapat dirasakan di detik – detik terakhir menjelang waktu berbuka
puasa. Hal itu dikarenakan masyarakat Pattani – Thailand sangat jarang
memanfaatkan waktu berbuka dengan berbuka di kedai – kedai makanan. Mereka
memilih menikmati waktu berbuka puasa di dalam rumah mereka yang tenang dan
damai. Selepas berbuka puasa, setiap malamnya dilanjutkan dengan sholat tarawih
berjamaah. Sehingga sangat jarang kita temukan orang yang berlalu lalang di
jalan raya pada jam – jam malam tersebut. Kebanyakan dari mereka memilih untuk
melaksanakan sholat tarawih di masjid – masjid terdekat di rumah mereka, bahkan
bagi mereka yang tinggal di asrama (pondok), mereka diwajbkan menunaikan ibadah
sholat tarawih di asrama (pondok) itu pula. Hal itu dilakukan karena ingin
mengurangi resiko / hal – hal yang tidak diinginkan.
Meskipun demikian, tidak
menutup kemungkinan untuk pergi menikmati keramaian kota. Keramaian tersebut
bisa dinikmati pada jam – jam sebelum berbuka puasa yaitu sekitar pukul 15.00 –
18.00 waktu setempat. Di waktu – waktu itu, tidak sulit untuk kita menemukan
menu buka puasa sekaligus sahur sesuai dengan keinginan kita. Pasalnya, di area
– area seperti pasar dan sekitarnya, puluhan pedagang kaki lima dan kedai –
kedai menjajakan dagangan mereka. Seperti halnya buah tama (kurma), manih
(manisan), es, lauk – pauk, buah – buahan, fast food, dan lain
sebagainya sudah tersedia dan dikemas dengan menarik. Pedagang dan kedai –
kedai itu pun akan segera mengemasi barang dagangan mereka jika waktu sudah
mendekati hampir pukul 18.30 waktu setempat (menunjukkan waktu berbuka puasa).
Setelah waktu berbuka puasa
sudah cukup, malam harinya seperti ramadhan – ramadhan sebelumnya, banyak orang
pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat tarawih. Inilah yang nampak
berbeda dengan tarawih di tempat lain. Di wilayah Pattani – Thailand ini, waktu
pelaksanaan sholat tarawih paling sedikit 1 – 1.5 jam. Ada juga sholat tarawih
yang dimulai pada pukul 24.00 hingga waktu sahur dan itu dilakukan selama 1
bulan penuh. Untuk alasan apa dan mengapa, cukup sederhana yakni di momen –
momen penuh berkah ini, beribadah khusyuk dan sungguh – sungguh adalah cara
untuk mendekatkan diri dan mendapatkan kasih sayang lebih dari-Nya.
Menjelang waktu sahur,
biasanya kita sering melihat ada beberapa orang berjalan kaki atau menaiki
sebuah mobil pick-up dengan membawa berbagai alat musik baik tradisional
atau pun modern yang mereka manfaatkan untuk membuat kegaduhan di sepertiga
malam. Kegaduhan itu memang sengaja mereka buat karena mereka berniat untuk
membangunkan orang – orang yang masih terlelap agar bergegas menikmati makan
sahur sebelum masuk waktu imsyak. Aktivitas semacam itu sering kita sebut
dengan “RONDA MALAM”. Akan tetapi, di wilayah Pattani – Thailand ini sulit dan
bahkan tidak pernah mendengar dan melihat ronda. Berdasarkan interview singkat
dengan masyarakat Pattani – Thailand, jika hendak membangunkan orang
agar segera makan sahur, kebanyakan masyarakat Pattani – Thailand memanfaatkan sound
speaker di masjid – masjid wilayah Pattani – Thailand.
Nilai positif yang dapat
diambil dari masyarakat wilayah Pattani – Thailand salah satunya yaitu jiwa
solidaritas mereka yang tinggi dan hobi sedekah mereka yang luar biasa. Hampir
setiap hari ditemukan orang yang memberi sedekah kepada orang lain baik itu
kerabat atau bukan dan ntah itu sedikit atau banyak. Masyarakat Pattani –
Thailand memang wahi (suka) bersedekah. Sepertinya hal itu menjadi hobi
dan ciri khas mereka yang hukumnya wajib mereka lakukan setiap harinya. Tidak
tanggung – tanggung, bahkan 1 hari bisa saja memberi orang melebihi apa yang
mereka makan pada hari itu. Hal itu bukan menjadi masalah bagi mereka karena
mereka suka dan senang jika bisa memberi kepada sesama muslim. Ditambah
keyakinan mereka yang patut untuk ditiru bahwa rezeki mereka sudah ditanggung
oleh Allah, jadi semakin banyak yang mereka bagikan secara ikhlas dan semata –
mata hanya ingin mengharap ridho Allah SWT, semakin banyak pula rezeki yang
akan mereka dapatkan pula. Ibarat semakin banyak benih molek (bagus)
yang kita tanam, semakin baguslah kualitas dan kuantitas dari apa yang telah
kita tanam.
Seperti itulah potret
kehidupan dan suasana yang bisa dinikmati di tanah Pattani – Thailand selama
bulan ramadhan, khususnya ramadhan 1435 H kali ini. Suka cita, kebersamaan,
kehangatan dalam berbagi terpancar jelas di setiap kehidupan setiap umat yang
bernyawa di wilayah Pattani – Thailand. Hanya rasa damai, derai tawa yang
renyah, serta ucapan syukur yang selalu menghiasi indahnya ramadhan 1435 H di
wilayah ini. Sebagai umat islam sudah sepatutnya kita selalu mengucap syukur
tehadap apa yang kita dapatkan dan lakukan setiap harinya. Apalagi di bulan
ramadhan, Allah SWT akan melipat gandakan setiap amal perbuatan yang dilakukan
secara ikhlas dan bermanfaat terhadap orang lain. Seperti pernyataan ini
“sebaik – baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat kepada
orang lain”. Sehingga untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW, marilah berlomba –
lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat
nantinya. Allahumma Amin.
REFERENSI
Masyarakat wilayah Pattani – Thailand
Pengalaman dan pemahaman penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar