Minggu, 20 Juli 2014

Selepas mengajar M - 6

July, 15th 2014
Bismillah.
            Baru saja Saya selesai bercakap – cakap dengan salah satu Ustadzah yang mengajar di bagian agama. Salah satu topic bahasan yang sempat membuat Saya tercengang yakni tanggal 13 Agustus nanti Saya harus memberikan final test kepada setiap siswa yang Saya ajar. Mampus!. Apa yang harus Saya berikan ke mereka? Test macam mana? Materi saja sudah 3 kali pertemuan ini satu bab belum habis. Seperti itu akan diberi test?. Siswa sendiri juga tidak ada usaha sama sekali untuk belajar dan belajar. Meski satu hari hanya 5 menit lah, minimal mereka ada usaha. Kalau bahasa jawa bisa disebut seperti “Njagakne ndog e blorok”. Menunggu disuapi. Kalau siswa seperti, suatu hari nanti mereka mau seperti apa? Mapakha mereka tidak merasa haus akan ilmu? Apakah memang hati mereka sudah mengeras dan tidak ada motivasi sama sekali untuk belajar?. Ya Allah… tulung Njenengan paringi sadar dhateng lare – lare niku (karo nebah dodo). Hanya itulah yang bisa Saya panjatkan. Setiap hari Saya berusaha untuk memberikan materi sebaik mungkin. Saya bisa merasakan perubahan mereka sedikit demi sedikit. Minimal mereka sedikit memahami bahasa Indonesia yang Saya gunakan. Saya melihat dari tatapan mereka ketika Saya menggunakan bahasa Indonesia penuh dalam bercakap – cakap, mereka mendengar tapi nampak kosong. Ntah tidak faham atau memikirkan hal lain. Kemudian, ketika Saya bertanya “ Sudah paham?”. Mereka pun menjawab “paham”. Ketika Saya coba tanya, mereka tidak tahu. Lantas, yang mana yang bisa disebut faham? Sungguh ironis ketika melihat potret belajar mereka seperti itu. Ingin sekali Saya membantu mereka dari rasa sesak itu. Namun, mereka enggan untuk bangkit dan tidak mungkin Saya bisa memperjuangkan sesuai dengan keinginan Saya. Analoginya kalau orang sakit tapi tidak ingin sembuh, dokter pun tidak bisa membantu mengobati.
            Doa Saya hanya suatu hari nanti mereka sadar bahwa belajar itu sangat penting dan ilmu yang Saya berikan kepada mereka bisa bermanfaat sampai kapan pun. Sepenggal doa yang Saya ucapkan dan Saya amini di balik tirai mereka. Tidak ingin mereka mengetahuinya, namun Saya yakin Allah mendengar doa Saya. Amin.
Selepas mengajar M – 6 (1&2)
Addirasat Islamiah School

11.14 a.m. Firdha Yunita  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar