July, 15th 2014
Bismillah.
Baru
saja Saya selesai bercakap – cakap dengan salah satu Ustadzah yang mengajar di
bagian agama. Salah satu topic bahasan yang sempat membuat Saya tercengang
yakni tanggal 13 Agustus nanti Saya harus memberikan final test kepada setiap siswa yang Saya ajar. Mampus!. Apa yang
harus Saya berikan ke mereka? Test macam mana? Materi saja sudah 3 kali
pertemuan ini satu bab belum habis. Seperti itu akan diberi test?. Siswa
sendiri juga tidak ada usaha sama sekali untuk belajar dan belajar. Meski satu
hari hanya 5 menit lah, minimal mereka ada usaha. Kalau bahasa jawa bisa
disebut seperti “Njagakne ndog e blorok”.
Menunggu disuapi. Kalau siswa seperti, suatu hari nanti mereka mau seperti apa?
Mapakha mereka tidak merasa haus akan ilmu? Apakah memang hati mereka sudah
mengeras dan tidak ada motivasi sama sekali untuk belajar?. Ya Allah… tulung Njenengan paringi sadar dhateng lare
– lare niku (karo nebah dodo). Hanya itulah yang bisa Saya panjatkan.
Setiap hari Saya berusaha untuk memberikan materi sebaik mungkin. Saya bisa
merasakan perubahan mereka sedikit demi sedikit. Minimal mereka sedikit
memahami bahasa Indonesia yang Saya gunakan. Saya melihat dari tatapan mereka
ketika Saya menggunakan bahasa Indonesia penuh dalam bercakap – cakap, mereka
mendengar tapi nampak kosong. Ntah tidak faham atau memikirkan hal lain.
Kemudian, ketika Saya bertanya “ Sudah paham?”. Mereka pun menjawab “paham”.
Ketika Saya coba tanya, mereka tidak tahu. Lantas, yang mana yang bisa disebut
faham? Sungguh ironis ketika melihat potret belajar mereka seperti itu. Ingin
sekali Saya membantu mereka dari rasa sesak itu. Namun, mereka enggan untuk
bangkit dan tidak mungkin Saya bisa memperjuangkan sesuai dengan keinginan
Saya. Analoginya kalau orang sakit tapi tidak ingin sembuh, dokter pun tidak
bisa membantu mengobati.
Doa
Saya hanya suatu hari nanti mereka sadar bahwa belajar itu sangat penting dan
ilmu yang Saya berikan kepada mereka bisa bermanfaat sampai kapan pun.
Sepenggal doa yang Saya ucapkan dan Saya amini di balik tirai mereka. Tidak
ingin mereka mengetahuinya, namun Saya yakin Allah mendengar doa Saya. Amin.
Selepas mengajar M – 6 (1&2)
Addirasat Islamiah School
11.14 a.m. Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar