July, 13th 2014
Bismillah.
Sekarang
Saya harus menerima kenyataan bahwa segala perubahan yang dilakukan oleh setiap
santri di tempat Saya mengabdi ini adalah tergantung bagaimana cara kita
memperlakukannya. Mereka ibarat sebuah kain, namun bukan kain putih yang
bersih. Mereka ibarat kain yang sudah ternodai oleh bercak yang membandel.
Sehingga butuh banyak detergen untuk menjadikan kain itu menjadi bersih
kembali. Detergen itu adalah kita. Seperti itu lah Saya menganalogikan realita
yang Saya alami selama hampir 2 bulan ini. Sedih, suka, sepi, tenang, semua
rasa bisa Saya temukan di sini. Kali ini detergen yang digunakan sedikit lebih
banyak dari biasanya. Alhamdulillah… hari ini, agenda yang sudah Saya susun
bisa terealisasikan meski hanya ada 2 orang saja. Yang lainnya??? Mungkin belum
sekarang mereka sadar. Kedua santri yang datang ini pun kalau tidak Saya oprak – oprak, kemungkinan kecil mereka
akan meminta untuk belajar bersama. Namun tak apalah. Meski harus setiap hari
mengingatkan mulai dari mandi, sholat jamaah 5 waktu, bangun sahur, belajar
baik formal maupun informal, bersih – bersih, dan lain sebagainya, Saya lebih
memilih seperti itu. Biarlah diri ini letih, namun bisa memberikan manfaat
untuk mereka dari pada duduk bersantai tapi kebiasaan dan budaya mereka tetap
diangaap jauh dari batas normal.
Saya sekarang
sadar akan makna dari “mbabat kui luwih
rekoso tinimbang mareni” yang dalam bahasa Indonesia berarti “memulai itu
lebih sulit dari pada mengakhiri”. Memulai hal demi kebaikan itu tidak selalu
berjalan dengan mulus. Sudah pasti, banyak kerikil – kerikil tajam yang siap
mengoyak – ngoyak niat kita untuk menjadikan mimpi kita nyata. Namun, jika kita
bersungguh – sungguh, setajam apapun kerikil yang menghalangi, sekeras apapun
terumbu karang, dan semalas apapun mereka, secara perlahan semua akan berjalan
sesuai dengan yang diharapkan. Kuncinya yakni tetap berusaha, bersungguh –
sungguh, dan berdoa. Niscaya Allah akan memberikan kemudahan kepada kita. Amin.
Sesuai makna dari ungkapan ala Imam Fuadi ”Man
Jadda Wa Jada” yakni “Siapa yang bersungguh – sungguh, pasti akan
berhasil”. Semoga mantra itu bisa memberi kemudahan kepada kami untuk
mewujudkan mimpi di bumi Pattani ini, yakni mengenalkan Indonesia yang
seutuhnya. Amin.
08.32 Addirasat Islamiah School
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar