Minggu, 20 Juli 2014

Man Jadda wa Jada

July, 13th 2014
Bismillah.
            Sekarang Saya harus menerima kenyataan bahwa segala perubahan yang dilakukan oleh setiap santri di tempat Saya mengabdi ini adalah tergantung bagaimana cara kita memperlakukannya. Mereka ibarat sebuah kain, namun bukan kain putih yang bersih. Mereka ibarat kain yang sudah ternodai oleh bercak yang membandel. Sehingga butuh banyak detergen untuk menjadikan kain itu menjadi bersih kembali. Detergen itu adalah kita. Seperti itu lah Saya menganalogikan realita yang Saya alami selama hampir 2 bulan ini. Sedih, suka, sepi, tenang, semua rasa bisa Saya temukan di sini. Kali ini detergen yang digunakan sedikit lebih banyak dari biasanya. Alhamdulillah… hari ini, agenda yang sudah Saya susun bisa terealisasikan meski hanya ada 2 orang saja. Yang lainnya??? Mungkin belum sekarang mereka sadar. Kedua santri yang datang ini pun kalau tidak Saya oprak – oprak, kemungkinan kecil mereka akan meminta untuk belajar bersama. Namun tak apalah. Meski harus setiap hari mengingatkan mulai dari mandi, sholat jamaah 5 waktu, bangun sahur, belajar baik formal maupun informal, bersih – bersih, dan lain sebagainya, Saya lebih memilih seperti itu. Biarlah diri ini letih, namun bisa memberikan manfaat untuk mereka dari pada duduk bersantai tapi kebiasaan dan budaya mereka tetap diangaap jauh dari batas normal.
            Saya sekarang sadar akan makna dari “mbabat kui luwih rekoso tinimbang mareni” yang dalam bahasa Indonesia berarti “memulai itu lebih sulit dari pada mengakhiri”. Memulai hal demi kebaikan itu tidak selalu berjalan dengan mulus. Sudah pasti, banyak kerikil – kerikil tajam yang siap mengoyak – ngoyak niat kita untuk menjadikan mimpi kita nyata. Namun, jika kita bersungguh – sungguh, setajam apapun kerikil yang menghalangi, sekeras apapun terumbu karang, dan semalas apapun mereka, secara perlahan semua akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kuncinya yakni tetap berusaha, bersungguh – sungguh, dan berdoa. Niscaya Allah akan memberikan kemudahan kepada kita. Amin. Sesuai makna dari ungkapan ala Imam Fuadi ”Man Jadda Wa Jada” yakni “Siapa yang bersungguh – sungguh, pasti akan berhasil”. Semoga mantra itu bisa memberi kemudahan kepada kami untuk mewujudkan mimpi di bumi Pattani ini, yakni mengenalkan Indonesia yang seutuhnya. Amin.
08.32 Addirasat Islamiah School

Firdha Yunita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar