Minggu, 20 Juli 2014

Maaf

July, 17th 2014
Bismillah.
Pukul 08.09
            Sengaja hari ini Saya duduk di dalam asrama setelah melakukan gerak bangun dan mandi. Tidak banyak cakap dan tidak meminta mereka untuk segera pergi ke lapangan dan mengikuti apel pagi. Saya ingin melihat betapa gaduhnya mereka tatkala Saya tidak memberi aba – aba sebelumnya dan apel pun segera di mulia. Baru saja dari bilik Saya, Saya mendengar Ustad mail memanggil nama – nama perempuan yang datang terlambat mengikuti apel. Semua dikumpulkan dan tidak tahu apa yang dilakukan. Namun yang pasti minimal mereka diberi pengarahan.
            Seperti itulah konteks sehari – hari jikalau tidak ada yang mengingatkan mereka. Keberadaanku di sini benar – benar Saya optimalkan. Saya tidak peduli apa yang terjadi dengan pekerjaan Saya yang lain jika Saya terlalu focus dengan mereka. Itu pilihan Saya dan Saya bersedia dengan ikhlas memberikan beberapa jam Saya untuk mereka. Namun ternyata, setelah Saya lihat, mereka sama sekali tidak mengerti. Saya tidak butuh mereka tahu seberapa besar pengorbanan tenaga, waktu, dan fikiran Saya untuk mereka. Saya tidak ingin mendapat pujian. Namun Saya ingin semua usaha ini bisa dihargai oleh mereka dan mereka pun menunjukkan perubahan mereka sebelum Saya kembali ke Ibu Pertiwi.
            Mungkin semua yang Saya lakukan ini belum seberap, sehingga efeknya belum nampak. Namun, Saya sudah bersyukur ada beberapa santri yang bisa Saya kendalikan meski terkadang mereka juga brutal. Akan tetapi, itu bukan menjadi masalah karena menurut Saya itu semua adalah bagian dari proses menuju kedewasaan. Doa Saya pagi ini semoga suatu hari nanti meski Saya tidak tahu secara pasti, minimal Saya mendengar kabar perubahan mereka. Perubahan menjadi lebih baik. Amin.
08.16 Addirasat Islamiah School
Firdha Yunita

20 Ramadhan 1435H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar