July, 17th 2014
Bismillah.
Pukul 08.09
Sengaja hari ini Saya
duduk di dalam asrama setelah melakukan gerak bangun dan mandi. Tidak banyak
cakap dan tidak meminta mereka untuk segera pergi ke lapangan dan mengikuti
apel pagi. Saya ingin melihat betapa gaduhnya mereka tatkala Saya tidak memberi
aba – aba sebelumnya dan apel pun segera di mulia. Baru saja dari bilik Saya,
Saya mendengar Ustad mail memanggil nama – nama perempuan yang datang terlambat
mengikuti apel. Semua dikumpulkan dan tidak tahu apa yang dilakukan. Namun yang
pasti minimal mereka diberi pengarahan.
Seperti itulah konteks
sehari – hari jikalau tidak ada yang mengingatkan mereka. Keberadaanku di sini
benar – benar Saya optimalkan. Saya tidak peduli apa yang terjadi dengan
pekerjaan Saya yang lain jika Saya terlalu focus dengan mereka. Itu pilihan
Saya dan Saya bersedia dengan ikhlas memberikan beberapa jam Saya untuk mereka.
Namun ternyata, setelah Saya lihat, mereka sama sekali tidak mengerti. Saya
tidak butuh mereka tahu seberapa besar pengorbanan tenaga, waktu, dan fikiran
Saya untuk mereka. Saya tidak ingin mendapat pujian. Namun Saya ingin semua
usaha ini bisa dihargai oleh mereka dan mereka pun menunjukkan perubahan mereka
sebelum Saya kembali ke Ibu Pertiwi.
Mungkin semua yang Saya
lakukan ini belum seberap, sehingga efeknya belum nampak. Namun, Saya sudah
bersyukur ada beberapa santri yang bisa Saya kendalikan meski terkadang mereka
juga brutal. Akan tetapi, itu bukan menjadi masalah karena menurut Saya itu
semua adalah bagian dari proses menuju kedewasaan. Doa Saya pagi ini semoga
suatu hari nanti meski Saya tidak tahu secara pasti, minimal Saya mendengar
kabar perubahan mereka. Perubahan menjadi lebih baik. Amin.
08.16 Addirasat Islamiah School
Firdha Yunita
20 Ramadhan 1435H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar