July, 08th 2014
Bismillah,
Belajar untuk konsisten itu
memang butuh waktu yang tidak sedikit dan niat yang sungguh – sungguh. Tidak
akan bisa seseorang memanjat pohon kelapa jika dia tidak ada keinginan untuk
memanjatnya. Ada keinginan itu pun jika tidak diawali dengan usaha, hal itu
tidak akan terwujud. Sudah 2 hari ini Saya belum mencoretkan ide – ide Saya
menulis kembali. Sebenarny banyak ide yang ingin Saya tulis, namun karena di
bulan puasa ini waktu terjaga lebih sedikit dan banyak diisi dengan kegiatan –
kegiatan agama, hal itu membuat Saya engga untuk menulis. Waktu yang biasa Saya
gunakan untuk menulis akhirnya Saya alihkan untuk tidur barang 1 atau 2 jam. Di
bulan puasa ini, Saya harus tidur minimal 1 jam. Mengapa harus begitu?
Pasalnya… ada hal yang belum pernah Saya torehkan di tulisan Saya mengenai hal
itu. Jadi, selama Saya tinggal, melaksanakan sholat tarawih di Pattani ini
adalah kali pertama. Di sini yang terlihat sangta berbeda adalah waktu
pelaksanaan sholat tarawih. Mengapa bisa seperti itu? Karena di sini tarawih dilaksanakan
diatas pukul 8 dan selesai hampir atau tempat pukul 10 malam. Secara otomatis,
kalau Saya membiarkan tubuh ini untuk tidak beristirahat di tengah hari, sudah
bisa dijamin bahwa nanti ketika tarawih, terasa berat dan sangat mengantuk.
Jadi, waktu Saya di sini hanya sedikit untuk bisa terjaga dan mengerjakan tugas
Saya sedikit demi sedikit. Seperti itulah kronologisnya.
Baiklah..sekarang
Say akan menuliskan sebuah kejadian selepas mengajar pagi hari ini. Mengajar
kelas M – 6 yang setara dengan SMA kelas 3 sekitar pukul 08.20 pagi. Pagi ini,
tidak bisa merasakan bahwa Saya bisa memberikan ilmu dengan maksimal, pasalnya
lagi – lagi bahasa memberi celah kita untuk bisa memahami satu sama lain. Ya
Allah… sampai kapan Saya seperti ini? saya masih belum bisa menemukan metode
apa yang tepat untuk mereka. Sebenarnya yang memberi kepahaman hanya Engkau
Sang Maha Segala, namun Saya di sini berusaha juga untuk membantu mereka agar
mendapatkan kepahaman itu. Memulai segala sesuatu yang sangat jauh dari apa yang
kita bayangkan, memang butuh wajtu dan tenaga ekstra untuk mewujudkannya. Di
sini…Saya belajar bagaimana untuk berkembang. Benar – benar mendidik mental dan
menggembleng jiwa ini.
Mengajar
mereka memang tidak bisa diajar dengan kekerasan, melainkan mengajarkan kepada
mereka tentang ketulusan hati, kedisipilan, dan saling menyayangi. Kehidupan
mereka tidak sama seperti kehidupan Saya. Mereka hidup seperti berada jauh dari
peradabaan bumi dan di sini Saya mengajak mereka untuk membuka dunia mereka
dengan hal – hal yang menakjubkan. Film adalah media yang Saya gunakan untuk
menghantarkan mereka mengenali dunia sedikit demi sedikit. Namun, Saya bisa
menggunakan media itu hanya ketika Saya berada di asrama. Jika di sekolah,
media tidak mendukung untuk itu. Sehingga sulit untuk Saya mengeksplor segala
yang Saya punya karena segalanya bisa jika ada media yang tepat. Hmm…kesabaran
dan ketelatenan yang dibutuhkan di sini. Sedikit demi sedikit, secara
istiqomah, mengajak mereka untuk menjadi insan yang lebih baik. Amin.
Hari ini Saya bisa belajar
hal baru bahwa tidak semua apa yang kita pahami, mereka bisa memahaminya juga.
Namun, jika kita mengajari mereka bagaimana untuk bisa memahami hal yang kita
pahami itu, cepat atau lambat mereka juga bisa memahaminya. Kuncinya di sini
hanya 2 yakni DOA dan USAHA.
12.22 Asrama Addirasat Islamiah
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar