June, 13th 2014
Bismillah.
Hari
ini cukup melelahkan juga. Pagi setelah sholat Subuh, ikut mengaji dan langsung
kerja bakti. Memang hari ini tepat hari Jumat dan seperti biasa, agendanya
adalah Jumat bersih. So pasti, kita semua harus bersih – bersih mulai asrama
sendiri, masjid, dan seluruh lingkungan asrama tanpa terkecuali. Namun, hal
yang paling tidak Saya suka hari ii adalah kanak – kanak yang tinggal di Mahad
Adderasat ini sangat malas. Terbukti bahwa ketika mereka diminta untuk bersih –
bersih, mereka selalu mengelak dan bahkan no response. Sudah Saya coba berkali
– kali untuk mengingatkan mereka, namun tetap saja belum ada perubahan.
Sebenarnya Saya ingin semua murid di sini rajin dan bersungguh – sungguh.
Bersantai, bercanda, senang – senang itu boleh, namun jangan lupakan kewajiban
yang utama. Namun sayang, mereka malah berbanding terbalik. Sehingga, yang
utama mereka lalaikan sedangkan yang sampingan mereka utamakan. Itulah cara
pandang mereka dalam menjalani hidup berdasarkan kaca mata Saya. Sungguh ironis
ketika melihat mereka semasa muda sudah dididik seperti itu. Kelak mereka akan
menjadi apa? Saya sangat takut karena Saya menyadari bahwa di luar persaingan
itu sangat ketat. Siapa yang tak pandai mempertahankan diri dalam kelompoknya,
mereka akan tersingkir dengan sangat mudah. Maka dari itu, Saya selalu berusaha
mengajak mereka untuk mengubah cara pandang mereka. Mereka harus punya mimpi,
mereka harus punya cita – cita, mereka harus bisa menjdai orang yang hebat. Tapi
mereka pun juga harus berjuang untuk mendapatkan semua itu. Berjuang yang tidak
hanya berjuang. Harus berjuang dengan keras. Itu kuncinya.
Setelah
kegiatan Jumat bersih usai, kegiatan hari ini bagi para pelajar putri yakni
agenda menyambut budak baru. Mereka
(Dewan Pelajar) beramai – ramai membuat agenda suka – suka dengan budak baru. Di Thailand ini, agenda itu
dinamakan SOMOSO (Indonesia ; MOS). Kegiatan dalam SOMOSO ini diisi dengan game – game seru yang diikuti oleh
seluruh peserta didik baru ( M – 1). Jenis permainannya antara lain peach
balon, bubu kisi (Indonesia: duduk kursi), petak umpet, dan lain sebagaiya.
Agenda ini dimulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Namun, karena hari ini hari
Jumat, jaid mereka break dahulu pada
pukul 11.00 dan mereka melanjutkan lagi pada pukul 13.00 hingga pukul 16.00.
Terlihat semua peserta didik baru dan Dewan Pelajar sangat akrab dan mampu
bekerja sama. Ditambah pulan, para Dewa Pelajar menyediakan hadiah yang berupa
tepung (Indonesia : makanan ringan / snack)
yang diberikan kepada siapa – siapa peserta didik yang dapat memenangkan setiap
permainan. Tak lupa, mereka juga menyiapkan soft
drink ( di sini dinamakan ae batu dan cawan sejuk) untuk mengobati dahaga
mereka. Hmm…awalnya Saya fikir, sekolah di sini tidak mengadakan kegiatan
semacam MOS seperti di sekolahku dulu. Tapi pendapat saya dapat dibantah dengan
fakta hari ini. kegiatannya dilakukan tidak diawal nmaun dipertengahan masa
pembelajaran. Baiklah, Saya fikir baik di Thailand maupun di Indonesia, menurut
Saya mengadakan agenda semacam MOS itu penting. Selain berguna untuk melatih
kerja sama mereka, tetapi juga untuk ajang perkenalan satu peserta didik dengan
peserta didik yang lainnya. Sehingga, rasa kekeluargaan pun bisa terbentuk dari
agenda semacam ini.
15.16 Halaman Adderasat Islamiah
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar