July, 03rd 2014
Bismillah.
Apa
yang akan Saya tulis hari ini akan berbeda dengan hari – hari kemarin. Hal itu
dikarenakan malam ini Saya tidak menemukan ide untuk Saya tulis. Sehingga,
kegiatan menulis ini hanya Saya lakukan sebagai media untuk belajar istiqomah dalam menulis. Itu saja.
Sehingga, apabila tulisan ini tanpa arah dan tidak jelas akan bermuara kemana,
ini semua di luar batas kemampuan Saya. Hehehe.
Sudah
dua hari ini Saya menyita alat komunikasi murid Saya di asrama Addirasat
Islamiah School. Sebenarnya tidak tega hati ini menyita barang mereka yang
mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kawan karib mereka.
Namun, apa boleh buat. Mereka tidak mematuhi apa yang Saya katakan padahal itu
semata – mata demi kebaikan mereka juga.
Sejujurnya, kronologi
kejadian ini sangat sederhana dan terjadi di bulan ramadhan ini. Sebelumnya,
dari semua santri putri diasrama Addirasat Islamiah School ada 2 santri yang
membawa dan bermain alat komunikasi yang berupa handphone ketika sholat tarawih sedang berlangsung. Sebenarnya
santri yang lain juga membawa alat komunikasi itu. Akan tetapi, mereka tidak
bermain pada saat kegiatan ibadah. Mereka hanya membawa untuk mengantisipasi
kejadian yang tidak mereka inginkan. Namun ada 2 santri yang ternyata
menyalahgunakan aturan tersebut. Mereka malah memanfaatkannya untuk bermain dan
tidak melaksanakan kegiatan ibadah secara khusyuk. Pada hari pertama, Saya
hanya membiarkan saja. Saya ingin tahu bagaimana reaksi mereka jika tidak ada yang
mengingatkan. Ternyata hari – hari berikutnya mereka tetap membawa dan bermain.
Karena sudah tidak sabar untuk segera menegur, akhirnya Saya menegur salah satu
diantara mereka. Itu pun tetap saja tidak berpengaruh dan akhirnya hanya
menyita handphone mereka. Namun,
selepas sholat tarawih Saya pun mengembalikan kepada mereka dan mengingtkan
untuk tidak membawa lagi. Ternyata apa yang mereka janjikan, tidak sesuai
dengan kenyataan. Di hari berikutnya, mereka tetap membawa dan bermain juga.
Karena sudah geram, akhirnya Saya pun menyita alat komunikasi mereka dan
memberikannya kepada Kak.Sah (orang tua asuh Saya di sini). Sehingga mulai
malam kemarin hingga sekarang, mereka tidak bisa menggunakan handphone mereka. Sebenarnya, melihat
raut muka mereka yang sayu, hati Saya tidak tega dan kasihan. Akan tetapi,
semua ini Saya lakukan karena Saya ingin mendidik mereka. Saya ingin menerapkan
kepada mereka tentang kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa sosial, dan kerja
keras. Mereka masih sangat lemah dalam hal itu, meski sudah setiap kali kata –
kata itu dilontarkan. Namun, bagi mereka kata – kata itu ibarat angin yang
berhembus lalu menghilang. Sehingga, tidak akan ada efeknya jika tidak ada
tindakan khusus bagi mereka. Sering sebelum Saya datang, jika mereka tidak mengikuti
aturan yang dibuat pondok, tidak jarang mereka mendapat hukuman. Hukuman itu
biasa disebut dengan godhe (memukul
dengan menggunakan rotan pada bagian betis). Bayangkan, betapa sakitnya rotan
panjang yang digunakan untuk memukul itu. Hmm… menurut Saya itu tidak mendidik.
Untuk membentuk karakter yang disiplin, patuh, dan taat, itu tidak harus
menggunakan kekerasan. Masih banyak hukuman yang mendidik dan tidak harus
menggunakan kekerasan seperti itu. Jadi, untuk mennghukum mereka, Saya
menggunakan alternative lain yakni menghukum mereka dengan gerak AKASA,
menulis, menyita benda yangmereka salah gunakan, menghafalkan kosa kata, dan
sebagainya. Semoga cara ini cukup efektif dan membantu mereka dalam membentuk
karakter yang dapat digunakan bersaing di kancah dunia. Amin.
23.23 Addirasat
Islamiah
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar