Minggu, 20 Juli 2014

Kejadian di Addirasat Islamiah

July, 03rd 2014
Bismillah.
            Apa yang akan Saya tulis hari ini akan berbeda dengan hari – hari kemarin. Hal itu dikarenakan malam ini Saya tidak menemukan ide untuk Saya tulis. Sehingga, kegiatan menulis ini hanya Saya lakukan sebagai media untuk belajar istiqomah dalam menulis. Itu saja. Sehingga, apabila tulisan ini tanpa arah dan tidak jelas akan bermuara kemana, ini semua di luar batas kemampuan Saya. Hehehe.
            Sudah dua hari ini Saya menyita alat komunikasi murid Saya di asrama Addirasat Islamiah School. Sebenarnya tidak tega hati ini menyita barang mereka yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kawan karib mereka. Namun, apa boleh buat. Mereka tidak mematuhi apa yang Saya katakan padahal itu semata – mata demi kebaikan mereka juga.
Sejujurnya, kronologi kejadian ini sangat sederhana dan terjadi di bulan ramadhan ini. Sebelumnya, dari semua santri putri diasrama Addirasat Islamiah School ada 2 santri yang membawa dan bermain alat komunikasi yang berupa handphone ketika sholat tarawih sedang berlangsung. Sebenarnya santri yang lain juga membawa alat komunikasi itu. Akan tetapi, mereka tidak bermain pada saat kegiatan ibadah. Mereka hanya membawa untuk mengantisipasi kejadian yang tidak mereka inginkan. Namun ada 2 santri yang ternyata menyalahgunakan aturan tersebut. Mereka malah memanfaatkannya untuk bermain dan tidak melaksanakan kegiatan ibadah secara khusyuk. Pada hari pertama, Saya hanya membiarkan saja. Saya ingin tahu bagaimana reaksi mereka jika tidak ada yang mengingatkan. Ternyata hari – hari berikutnya mereka tetap membawa dan bermain. Karena sudah tidak sabar untuk segera menegur, akhirnya Saya menegur salah satu diantara mereka. Itu pun tetap saja tidak berpengaruh dan akhirnya hanya menyita handphone mereka. Namun, selepas sholat tarawih Saya pun mengembalikan kepada mereka dan mengingtkan untuk tidak membawa lagi. Ternyata apa yang mereka janjikan, tidak sesuai dengan kenyataan. Di hari berikutnya, mereka tetap membawa dan bermain juga. Karena sudah geram, akhirnya Saya pun menyita alat komunikasi mereka dan memberikannya kepada Kak.Sah (orang tua asuh Saya di sini). Sehingga mulai malam kemarin hingga sekarang, mereka tidak bisa menggunakan handphone mereka. Sebenarnya, melihat raut muka mereka yang sayu, hati Saya tidak tega dan kasihan. Akan tetapi, semua ini Saya lakukan karena Saya ingin mendidik mereka. Saya ingin menerapkan kepada mereka tentang kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa sosial, dan kerja keras. Mereka masih sangat lemah dalam hal itu, meski sudah setiap kali kata – kata itu dilontarkan. Namun, bagi mereka kata – kata itu ibarat angin yang berhembus lalu menghilang. Sehingga, tidak akan ada efeknya jika tidak ada tindakan khusus bagi mereka. Sering sebelum Saya datang, jika mereka tidak mengikuti aturan yang dibuat pondok, tidak jarang mereka mendapat hukuman. Hukuman itu biasa disebut dengan godhe (memukul dengan menggunakan rotan pada bagian betis). Bayangkan, betapa sakitnya rotan panjang yang digunakan untuk memukul itu. Hmm… menurut Saya itu tidak mendidik. Untuk membentuk karakter yang disiplin, patuh, dan taat, itu tidak harus menggunakan kekerasan. Masih banyak hukuman yang mendidik dan tidak harus menggunakan kekerasan seperti itu. Jadi, untuk mennghukum mereka, Saya menggunakan alternative lain yakni menghukum mereka dengan gerak AKASA, menulis, menyita benda yangmereka salah gunakan, menghafalkan kosa kata, dan sebagainya. Semoga cara ini cukup efektif dan membantu mereka dalam membentuk karakter yang dapat digunakan bersaing di kancah dunia. Amin.
23.23 Addirasat Islamiah
Firdha Yunita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar