Jumat, 04 Juli 2014

Konyol

June, 10th 2014
Bismillah.
            Tulisan yang Saya buat hari ini berdasarkan apa yang Saya alami tadi malam. Alhamdulillah….Aku harus bersyukur kepada Illahi Rabbi untuk yang kesekian kaliannya. Firdha harus berusaha syukur nikmat karena baik kecil atau besar yang kita dapatakan, baik Nampak atau tidak nampak yang kita peroleh, semua itu adalah nikmat yang Allah berikan khusus untuk Firdha.
            Luar biasa, ucap Saya. Awalnya Saya tidak pernah menduga bahwa tepat tadi malam tanggal 09 Juni 2014, kawan seperjuanganku di bumi Thailand ini bermalam di asramaku di Latdua Adderasat Islamiah. Subhanallah… senang sekali ketika ada kawan yang berkunjung sekaligus bermalam berdua di asrama. Ini adalah kesempatan emas bagi Saya untuk saling berbagi pengalaman dan proker – proker satu sama lain. Namun, sebelum merujuk ke sharing, ingin sekali rasanya Saya menuliskan kronologi kawan dari Pombeeng yaitu Riza sampai bermalam di asrama Saya. Jadi, cerita bermula dari guru – guru di sekolah Riza bertanya mengapa Riza matanya bengkak ? Apakah dia menangis? Kemudian Riza berkata jujur bahwa semalam dia menangis karena teringat dengan keluarga yang di Indonesia. Tidak disangka, untuk menghibur hati Riza, sore harinya Ustad fauzi (pengasuh Riza yang di Pombeeng) mengajak Riza untuk jalan – jalan. Di tengah jalan, Ustad Fauzi memberi tawaran ke Riza jikalau bersedia pergi berkunjung di Latdua di tempat Saya mengabdi selama 4 bulan. Dengan segera, Riza mencoba mengubungi Saya via telepon untuk meminta izin menginap di asrama Saya. Sudah pasti, Saya bersedia dan mengiyakan keinginan Riza itu. Saya merasa sangat beruntung ada kawan yang bersedia bermalam di asrama Saya yang apa adanya dan mewah (mepet sawah). Hehehe.
            Tak lama kemudian, selang beberapa menit setelah Saya menunaikan ibadah sholat Ashar berjamaah di masjid, beberapa guru (Thai : Acan) datang memanggil Saya dan memebri tahu bahwa ada kawan yang datang. Alhamdulillah… fikirku dia Riza. Alhamdulillah. Kemudian dengan segera Saya meluncur di tempat Riza menunggu Saya dan kami pun melepas rindu satu sama lain. Sekitar 10 menit kemudian, Ustad fauzi bersama Bedi (pengasuh Saya di Adderasat) datang menemui Riza dan Saya, sekaligus Ustad fauzi berpamitan pulang ke Pombeeng. Jadilah, tadi malam Riza menginap di asrama Saya bersama Saya. Sungguh….hati ini terasa amat senang dan lega. Jadi, begitulah kronologi singkat Riza tidur di asrama Saya. Hanya gara – gara menangis saja, Riza bisa diajak jalan – jalan dan tidur di bilik Saya. Saya berkata dalam hati, “Menangis saja setiap hari agar setiap malam bisa tidur dengan kawan seperjuangan. Hehehe. “. Ide yang sangat konyol menurut Saya, tapi mengesankan juga.
            Karena kami beranggapan bahwa semalam adalah waktu yang amat berharga untuk berbagi pengalaman, kami memanfaatkan waktu itu untuk berjaga hingga pukul 02.00 dini hari. Rasa kantuk kadang muncul, kadang juga sirna. Namun, kami tetap berusaha untuk saling bertukar pikiran tentang proker kami. Mengapa kami memilih untuk bekerja hingga larut malam? Sebelumnya kami sempat berbincang – bincang dengan Buya (Ustad yang menyelenggarakan program KKN dan PPL ini) tentang program kerja kami di Ma’had masing – masing. Ternyata dari pihak Thailand meminta banyak perubahan yang bisa diberikan oleh para peserta PPL dan KKN di Thailand tahun ini. Seperti halnya pelatihan – pelatihan soft skill, seperti surat – menyurat, membuat makalah, membuat artikel, cara membuka dan menutup rapat, dan lain sebagainya. Hal itu ternyata sangat dibutuhkan oleh pihak Ma’had dan itu bisa direalisasikan dengan cara membangun kerja sama antar dewan pelajar (OSIS). Untuk Saya, hal ini sedikit berat karena banyak kendala – kendala yang akan Firdha hadapi manakala melaksanakan agenda ini. Pertama, di Adderasat semua anggota dewan pelajar tidak ada yang bermukim di asrama. Kedua, masalah waktu. Waktu mengajar Firdha di Adderasat Islamiah selama satu minggu yaitu 19 kali pertemuan. Sehingga sulit bagi Saya untuk menyisipkan agenda tersebut baik di kelas maupun di luar kelas. Itu salah satu tugas yang menantang bagi Saya dalam program KKN dan PPL kali ini.Tak apalah, Saya harus menjalani dan menemukan solusi untuk problematika ini. Teringat hadist Nabi, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Itu benar adanya jika umat bersedia untuk mencari jalan keluar dan berfikir rasional untuk menyikapi problem satu demi satu. Bismillah..semoga hari ini bisa membuat planning untuk agenda tersebut sebelum dikonsultasikan kepada Bedi selaku guru besar di Adderasat Islamiah School Pattani – Thailand
11.05 a.m. Adderasat Islamiah School Pattani Thailand

Firdha Yunita.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar