July, 02nd 2014
Bismillah. Pukul 05.58 waktu Thailand
Pagi
ini, Saya bisa memulai untuk menulis di pagi hari sebelum menjalankan segala
rutinitas di bumi Pattani ini. Sayang sekali, kemarin tepat di awal bulan Juli,
Saya tidak bisa meluapkan ide – ide segar Saya di atas note mini ini. Semua itu
karena sebuah hal yang tidak Saya inginkan datang menimpa Saya. Semuanya sudah
Saya tulis di note tanggal 01 Juli 2014. Di sini, hanya flashback sedikit saja.
Melihat
awan biru ditemani cahaya warna limau semburat putih di pagi hari adalah hal
yangberkesan menurut Saya. Tidak tahu mengapa, dari Saya masih duduk di bangku
SMP hingga saat ini, melihat awan di langit adalah sebuah aktivitas untuk
menghilangkan kejenuhan. Hati ini serasa teduh dan hilanglah semua kerisauan
ketika Saya masih bisa diberi kesempatan untuk menikmati indahnya panorama
pagi. Tidak hanya pagi saja sebenarnya, namun setiap saat melihat awan, selalu
memunculkan sebuah sense yang
berbeda. Serasa dekat dengan alam dan Allah berada di dekat Saya. Thanks God. Kicauan
burung, minimnya kativitas, ketenangan, dan sejuknya udara pagi yang menemani
saat ini menulis di depan asrama salah satu pelajar di Addirasat Islamiah
School. Dibawah pohon manga yang belum ada buahnya, di atas tempat duduk kayu
yang berbentuk persegi panjang ukuran 150 cm x 120 cm Saya duduk dan mengetik
huruf ssatu per satu. Di sini, Saya memulai untuk menulis setiap harinya. Jika
hari itu Saya tidak bisa menulis, minimal Saya sudah berniat untuk membayarnya.
Begitu saja. Hehe. Maklum, masih proses untuk menulis secara istiqomah. Sehingga, butuh kemauan yang
ekstra juga untuk mewujudkannya.
Mungkin,
pagi ini masih cukup ungkapan rasa hati yang bisa Sayatulis. Suatu saat nanti,
Saya yakin bisa memberikan tulisan yang lebih bermanfaat unutk banyak orang.
Memulai sesuatu itu mulaidari hal yang paling simple untuk mengethaui seberapa besar progress yang bisa kita
lakukan untuk sebuah mimpi besar kita nanti. Salam pagi.
06.09 Addirasat Islamiah School
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar