Minggu, 20 Juli 2014

First time @Kindergarten School

June, 23rd 2014
Bismillah.
            Tepat hari ini tanggal 23 Juni 2014 utuk pertama kalinya Saya bertugas untuk mengajar di anuban (Indonesia setara dengan TK). Awalnya memang Saya tidka mengajar di anuban dikarenakan jadwal Saya mengajar di sekolah menengah dan sekolah atas di Adderasat sudah penuh. Akan tetapi, karena adanya 2 guru baru yang sama – sama mengajar bahasa inggris pula, akhirnya jadwal Saya yang awalnya ada 20 jam, dibagi dengan mereka dan menjadi 9 jam di sekolah menengah dan sekolah atas. Namun, khusus hari Senin dan Rabu, Saya harus mengajar di anuban mulai pukul 08.00 – 15.00.Semuanya harus disyukuri karena ini adalah amanah dari Allah. Jadi, sebaik mungkin Aku harus memberikan yang terbaik semampuku dan sebisaku. Amin.
            Ternyata mengajar di Anuban butuh tenaga yang ekstra. Anuban adalah sekolah khusus untuk anak – anak kecil yang  berusia 4 – 5 tahun. Kita sudah bisa membayangkan betapa mungil dan innocent mereka. Ada pula yang hiperaktif sehingga membuat guru berusaha keras mengendalikan kelas. Ditambah lagi di anuban tempat Saya mengajar, ada 30an murid – murid. Ada yang aktif, pasif, jahil, selalu menangis, malas, dan sebagainya. Mereka semua unik dengan keunikan yang mereka miliki. Dengan kondisi kelas yang seperti itu dan Saya pun juga tidak punya ilmu – ilmu tentang mengajar anak TK, jadi saya mengajar sesuai kemampuan yang Saya miliki. Untuk awal mengajar ini, rasanya sangat letih mengajar mereka. Pasalnya mereka beraneka ragam dan guru harus berusaha memahami setiap karakter anak. Tapi, tidak apa – apa karena di sinilah Saya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan tegar. Jadi, Saya harus bekerja esktra menemukan cara bagaimana memanajemen kelas dengan kondisi siswa yang seperti itu. Untuk pertemuan pertama kali ini, meski sedikit acak – acakan, tapi siswa sudah mulai sedikit demi sedikit hafal lagu – lagu yang Saya berikan. Belajar dengan budak amacam mereka, haruslah dibuat se- fun mungkin agar siswa tidak mudah bosan dan ingat pelajaran yang telah disampaikan.
            Malam harinya, setiap hari Senin Saya membuat agenda informal yang Saya namai agenda suka – suka. Di sini kita belajar tentang bahasa Indonesia, bahasa inggris, nasyid, game plus haring – sharing. Agenda ini semestinya harus saya jalankan sejak minggu kemarin. Akan tetapi, karena adanya jadwal mendadak seputar perpanjangan visa yang harus Saya lakukan di Malaysia, sehingga agenda itu pun terhambat. Oleh karena itu, tadi malam adalah agenda pertama untuk kelas informal yang Saya adakan. Ada berbagai kendala sebelum kelas itu Saya mulai. Pertama Saya mengagendakan pukul 20.30 kita mulai agenda. Namun ternyata pukul 20.30 murid – murid masih belum selesai sholat isya berjamaah. Sehingga waktu pun molor dan bisa dimulai pukul 21.06. Selain itu, karena situasi di Pattani pun kurang begitu aman jika malam hari, anak – anak takut untuk mengaji di bilik kelas. Tapi setelah kita bediskusi, akhirnya mereka pun berani mengaji dan berangkat bersama – sama. Ada lagi, jadwal yang Saya agendakan sekitar 1 jam, bagi mereka sudah sangat banyak sehinggga jadwal pun Saya kurangi menjadi 30 – 40 menit per pertemuan. Terakhir, untuk bulan puasa itulah kendala yang mungkin akan banyak ditemukan. Pada bulan puasa, jadwal Saya buat hari Sabtu pagi, namun hari Jumat dan Sabtu banyak murid – murid yang balik ke rumah apalagi pada bulan puasa. Yang Saya khawatirkan sekarang, apakah course outline yang sudah Saya buat dengan berbagai pertimbangan itu nanti bisa teralisasikan semua? Semoga saja bisa. Saya ingin mereka semua bisa seidkit  demi sedikit untuk memahami bahasa karena bahasa adalah alat komunikasi. Minimal mereka tahu apa dan bagaimana penggunaannya. Namun, untuk kesan pertama kali ini, Alhamdulillah…banyak dari mereka yang bersedia meluangkan waktu untuk mengaji dalam agenda informal. Semoga bisa tetap bertahan. Amin.
@Adderasat Islamiah
Firdha Yunita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar