June, 23rd 2014
Bismillah.
Tepat
hari ini tanggal 23 Juni 2014 utuk pertama kalinya Saya bertugas untuk mengajar
di anuban (Indonesia setara dengan TK). Awalnya memang Saya tidka mengajar di
anuban dikarenakan jadwal Saya mengajar di sekolah menengah dan sekolah atas di
Adderasat sudah penuh. Akan tetapi, karena adanya 2 guru baru yang sama – sama
mengajar bahasa inggris pula, akhirnya jadwal Saya yang awalnya ada 20 jam,
dibagi dengan mereka dan menjadi 9 jam di sekolah menengah dan sekolah atas.
Namun, khusus hari Senin dan Rabu, Saya harus mengajar di anuban mulai pukul
08.00 – 15.00.Semuanya harus disyukuri karena ini adalah amanah dari Allah.
Jadi, sebaik mungkin Aku harus memberikan yang terbaik semampuku dan sebisaku.
Amin.
Ternyata
mengajar di Anuban butuh tenaga yang ekstra. Anuban adalah sekolah khusus untuk
anak – anak kecil yang berusia 4 – 5
tahun. Kita sudah bisa membayangkan betapa mungil dan innocent mereka. Ada pula yang hiperaktif sehingga membuat guru
berusaha keras mengendalikan kelas. Ditambah lagi di anuban tempat Saya
mengajar, ada 30an murid – murid. Ada yang aktif, pasif, jahil, selalu
menangis, malas, dan sebagainya. Mereka semua unik dengan keunikan yang mereka
miliki. Dengan kondisi kelas yang seperti itu dan Saya pun juga tidak punya
ilmu – ilmu tentang mengajar anak TK, jadi saya mengajar sesuai kemampuan yang
Saya miliki. Untuk awal mengajar ini, rasanya sangat letih mengajar mereka.
Pasalnya mereka beraneka ragam dan guru harus berusaha memahami setiap karakter
anak. Tapi, tidak apa – apa karena di sinilah Saya berusaha untuk menjadi
pribadi yang lebih sabar dan tegar. Jadi, Saya harus bekerja esktra menemukan
cara bagaimana memanajemen kelas dengan kondisi siswa yang seperti itu. Untuk
pertemuan pertama kali ini, meski sedikit acak – acakan, tapi siswa sudah mulai
sedikit demi sedikit hafal lagu – lagu yang Saya berikan. Belajar dengan budak
amacam mereka, haruslah dibuat se- fun
mungkin agar siswa tidak mudah bosan dan ingat pelajaran yang telah
disampaikan.
Malam
harinya, setiap hari Senin Saya membuat agenda informal yang Saya namai agenda
suka – suka. Di sini kita belajar tentang bahasa Indonesia, bahasa inggris,
nasyid, game plus haring – sharing. Agenda ini semestinya harus saya jalankan
sejak minggu kemarin. Akan tetapi, karena adanya jadwal mendadak seputar
perpanjangan visa yang harus Saya lakukan di Malaysia, sehingga agenda itu pun
terhambat. Oleh karena itu, tadi malam adalah agenda pertama untuk kelas
informal yang Saya adakan. Ada berbagai kendala sebelum kelas itu Saya mulai.
Pertama Saya mengagendakan pukul 20.30 kita mulai agenda. Namun ternyata pukul
20.30 murid – murid masih belum selesai sholat isya berjamaah. Sehingga waktu
pun molor dan bisa dimulai pukul 21.06. Selain itu, karena situasi di Pattani
pun kurang begitu aman jika malam hari, anak – anak takut untuk mengaji di
bilik kelas. Tapi setelah kita bediskusi, akhirnya mereka pun berani mengaji
dan berangkat bersama – sama. Ada lagi, jadwal yang Saya agendakan sekitar 1
jam, bagi mereka sudah sangat banyak sehinggga jadwal pun Saya kurangi menjadi
30 – 40 menit per pertemuan. Terakhir, untuk bulan puasa itulah kendala yang
mungkin akan banyak ditemukan. Pada bulan puasa, jadwal Saya buat hari Sabtu
pagi, namun hari Jumat dan Sabtu banyak murid – murid yang balik ke rumah
apalagi pada bulan puasa. Yang Saya khawatirkan sekarang, apakah course outline yang sudah Saya buat
dengan berbagai pertimbangan itu nanti bisa teralisasikan semua? Semoga saja
bisa. Saya ingin mereka semua bisa seidkit
demi sedikit untuk memahami bahasa karena bahasa adalah alat komunikasi.
Minimal mereka tahu apa dan bagaimana penggunaannya. Namun, untuk kesan pertama
kali ini, Alhamdulillah…banyak dari mereka yang bersedia meluangkan waktu untuk
mengaji dalam agenda informal. Semoga bisa tetap bertahan. Amin.
@Adderasat Islamiah
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar