June, 08th 2014
Bismillah…
Pukul 04.00
Aku
terbangun dari tidur panjangku. Mungkin karena tidur terlalu sore, sekitar
pukul 10 p.m. sehingga mudah untuk bangun lebih awal. Sambil menunggu adzan
Subuh, Aku membaringkan tubuhku lagi dan Aku hempaskan di atas toto (orang Pattani memanggil alas tidur
dengan nama itu). Tak lebih dari 10 menit, Aku larut dalam mimpi. Mimpi ini
membuatku terkejut dan tak kuasa untuk terbangun karena saking takutnya.
Pukul 04.59
Akhirnya
Aku terbangun ketika handphoneku
berdering. Ternyata dari Kak.Sah yang memintaku untuk membangunkan kanak –
kanak santri putri untuk sholat Subuh berjamaah. Baik, fokusku menceritakan
tentang nenekku. Tidak pernah Aku duga sebelumnya, tapi mengapa tiba – tiba Aku
bermimpi tentang nenekku tercinta yang ada di Indonesia? Aku bermimpi bersamanya
selama satu hari penuh, bersenang – senang, bercanda tawa penuh suka cita, dan
memanfaatkan momen itu untuk saling bertukar pikiran. Namun, dalam mimpiku, hal
buruk terjadi pada nenekku. Tak disangka tiba – tiba saudara – saudara Ibuku
berkata padaku bahwa mungkin hari ini hingga hari Kamis nenekku akan meninggalkan
dunia ini. lalu, pertanyaanku “Dari mana mereka tahu? Apakah mereka Tuhan? “.
Setahuku, kematian, kelahiran, jodoh, semua itu rahasia Illahi dan tak seorang
pun makhluknya akan mengetahui hal itu. Walhasil Aku membantah ucapan mereka.
Namun, ketika Aku mencari nenekku, dia memang benar – benar sudah pucat. Aku
tak tahu apa yang terjadi dengan Beliau, namun kondisi seperti ini membuatku
benar – benar tak mampu untuk berkata – kata. Aku menangis. Menangis sejadi –
jadinya. Meskipun itu dalam mimpi, namun Aku merasakannya seperti halnya. Aku
takut jika mimpi ini benar adanya dan ini merupakan firasat yang Allah berikan
untukku.
Sekarang
Aku tidak berada di Indonesia dan Aku juga belum tahu bagaimana kondisi di
kampong halaman. Namun yang pasti, meskipun Aku berada jauh dari mereka, Aku
tak pernah lupa meski hanya satu detik untuk mendoakan semua keluargaku
termasuk nenekku tercinta. Ya Allah..jangan jadikan mimpiku tadi sesuatu hal
yang mutlak benar adanya. Akan tetapi, jadikan itu sebuah kebalikan dalam dunia
yang fana ini. seperti kata Ibuku “Mimpi itu adalah bunga tidur. Kebalikan dari
kenyataan”. Jadi jangan pernah takut ketika kita mendapati mimpi buruk dan
jangan terlalu senang ketika kita bermimpi mendapat kebahagiaan. Karena semua
itu hanyalah “permainan alam bawah sadar manusia”. Ditambah juga pendapat oleh
Dosenku Komunikasi Pendidikan, Bapak Ngainun Naim. Beliau berkata “mimpi adalah
pengaplikasian apa yang kita fikirkan sebelumnya dan kebenarannya tidak dapat
dibuktikan”. Semoga semua itu benar adanya. Ya Allah…lindunglah semua
keluargakau yang ada di Indonesia dan di negara manapun. Aku mohon Y Allah…!.
Aku jauh dari mereka dan Aku tidak bisa melihat bahkan memeluk mereka. Dekaplah
mereka dalam kehangatan cintaMu, Ya Allah. Lindungilah mereka. Aku
menyayangimu…. Nenekku. I love you…
06.01 a.m. Palas, Thailand
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar