Jumat, 04 Juli 2014

nightmare

June, 08th 2014
            Bismillah…
Pukul 04.00
            Aku terbangun dari tidur panjangku. Mungkin karena tidur terlalu sore, sekitar pukul 10 p.m. sehingga mudah untuk bangun lebih awal. Sambil menunggu adzan Subuh, Aku membaringkan tubuhku lagi dan Aku hempaskan di atas toto (orang Pattani memanggil alas tidur dengan nama itu). Tak lebih dari 10 menit, Aku larut dalam mimpi. Mimpi ini membuatku terkejut dan tak kuasa untuk terbangun karena saking takutnya.
Pukul 04.59
            Akhirnya Aku terbangun ketika handphoneku berdering. Ternyata dari Kak.Sah yang memintaku untuk membangunkan kanak – kanak santri putri untuk sholat Subuh berjamaah. Baik, fokusku menceritakan tentang nenekku. Tidak pernah Aku duga sebelumnya, tapi mengapa tiba – tiba Aku bermimpi tentang nenekku tercinta yang ada di Indonesia? Aku bermimpi bersamanya selama satu hari penuh, bersenang – senang, bercanda tawa penuh suka cita, dan memanfaatkan momen itu untuk saling bertukar pikiran. Namun, dalam mimpiku, hal buruk terjadi pada nenekku. Tak disangka tiba – tiba saudara – saudara Ibuku berkata padaku bahwa mungkin hari ini hingga hari Kamis nenekku akan meninggalkan dunia ini. lalu, pertanyaanku “Dari mana mereka tahu? Apakah mereka Tuhan? “. Setahuku, kematian, kelahiran, jodoh, semua itu rahasia Illahi dan tak seorang pun makhluknya akan mengetahui hal itu. Walhasil Aku membantah ucapan mereka. Namun, ketika Aku mencari nenekku, dia memang benar – benar sudah pucat. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan Beliau, namun kondisi seperti ini membuatku benar – benar tak mampu untuk berkata – kata. Aku menangis. Menangis sejadi – jadinya. Meskipun itu dalam mimpi, namun Aku merasakannya seperti halnya. Aku takut jika mimpi ini benar adanya dan ini merupakan firasat yang Allah berikan untukku.
            Sekarang Aku tidak berada di Indonesia dan Aku juga belum tahu bagaimana kondisi di kampong halaman. Namun yang pasti, meskipun Aku berada jauh dari mereka, Aku tak pernah lupa meski hanya satu detik untuk mendoakan semua keluargaku termasuk nenekku tercinta. Ya Allah..jangan jadikan mimpiku tadi sesuatu hal yang mutlak benar adanya. Akan tetapi, jadikan itu sebuah kebalikan dalam dunia yang fana ini. seperti kata Ibuku “Mimpi itu adalah bunga tidur. Kebalikan dari kenyataan”. Jadi jangan pernah takut ketika kita mendapati mimpi buruk dan jangan terlalu senang ketika kita bermimpi mendapat kebahagiaan. Karena semua itu hanyalah “permainan alam bawah sadar manusia”. Ditambah juga pendapat oleh Dosenku Komunikasi Pendidikan, Bapak Ngainun Naim. Beliau berkata “mimpi adalah pengaplikasian apa yang kita fikirkan sebelumnya dan kebenarannya tidak dapat dibuktikan”. Semoga semua itu benar adanya. Ya Allah…lindunglah semua keluargakau yang ada di Indonesia dan di negara manapun. Aku mohon Y Allah…!. Aku jauh dari mereka dan Aku tidak bisa melihat bahkan memeluk mereka. Dekaplah mereka dalam kehangatan cintaMu, Ya Allah. Lindungilah mereka. Aku menyayangimu…. Nenekku. I love you…
06.01 a.m. Palas, Thailand
Firdha Yunita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar