June, 07th 2014
Bismillah.
Siang
ini udara dan cuaca di kampung Palas, Thailand sangatlah menyengat. Terik
matahari yang bersorak dengan riangnya menyinari bumi Pattani, Thailand ini.
Tidak heran kalau hampir di setiap rumah selalu menyediakan kipas angin atau AC
untuk menyejukkan tubuh ini. Hawa yang panas, listrik di asrama mati, air
habis, rasanya lengkap sekali cerita hidupku hari ini. Tak apalah, dengan
kondisi yang seperti ini tiba – tiba terlintas di benakku tentang kondisi orang
yang tak mampu yang hidup dengan penuh keterbatasan. Di sini, di tanah Pattani
ini, aku benar – benar belajar dengan alam. Aku sendiri dan harus bertahan
hidup. Meski kami berangkat 20 orang dari Tulungagung, namun tiba di sini kita
sendiri. Benar – benar seorang diri. Di tanah ini selama 4 bulan, aku benar –
benar harus survive. Tak jarang Aku
merindukan kampung halamanku dan keluargaku. Ketika mendengar suara mereka dan
melihat raut muka mereka, hal itu mampu memberi kesejukan di hati ini. sekarang
Aku juga tahu pentingnya arti kebersamaan. Di saat kita bersama setiap hari,
mungkin jarang kita akan berkata syukur atas kesempatan yang allah berikan
untuk berkumpul dengan oarng – orang tercinta. Namun, ketika kita terpisah
antara ruang dan waktu yang jauh ratusan km, indahnya kebersamaan yang dulu
sering kita abaikan terasa sangat berharga. Inginku mengulangi lagi dan lagi.
Akan tetapi, untuk waktu ini Aku masih belum bisa. Perjalanan hidupku di bumi
Pattani ini masih lama. Aku harus berjuang demi masa depanku dan keluargaku
nanti. Semua ini Aku lakukan karena ini adalah mimpiku. Bisa pergi ke luar
negeri untuk pertama kalinya di bumi Thaland. Meski mimpiku bukan pergi ke
Thailand, tapi tak apalah. Minimal bisa pergi keliling dunia dan mendapat ilmu
yang sangat bermanfaat ini.
Siang
ini, Aku duduk sendiri di asrama. Meski panas, namun Aku harus memanfaatkan
hari cuti ini untuk mengerjakan tugasku yang menumpuk bak gunung Kelud. Heheh.
Sambil ditemani Fresh cold Milo yang tadi dibeli kawanku dari Thailand,
salapao, kacang, dan kripik gepuk Aku melanjutkan tugas ini. perlahan tapi
pasti. Tak apalah…Aku akan mengerjakannya sedikit demi sedikit dan Aku yakin
semua ini adalah proses untukku menjadi orang yang bisa bermanfaat untuk orang
lain. Salam.
Palas, Pattani. Thailand
02.16 p.m. Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar