June, 12th 2014
Bismillah.
Hari
Kamis adalah hari yang cukup menguras tenaga, fikiran, dan waktu buat Aku.
Setiap hari Kamis, tidak di sekolah, tidak di lingkungan asrama selalu banyak
kegiatan yang harus Aku lakukan. Tapi tak apalah. Firdha jangan mengeluh.
Everything is process to be great person. Semua pasti sesuai dengan usaha dan
kemampuan yang kita miliki. Serta pengorbanan (waktu, tenaga, fikiran) yang
kita pertaruhkan. Menurutku, berkorban yang paling luar biasa adalah berkorban
waktu. Coba bayangkan, setiap hari, setiap menit, bahakan setiap detik, hari –
hariku selalu dihantui dengan pikiran – pikiran semacam apa yang harus Aku
lakukan agar anak – anak di sini paham dan selalu ingat apa yang Saya jelaskan.
Metode apa yang jitu untuk mereka yang notabene tidak paham dengan bahasa
Indonesia apalagi bahasa Inggris. Lalu berapa lama Aku bisa memenuhi targetku
itu? Seperti itu lah yang Aku pikirkan setiap hari di sini. Aku ingin total
dslam waktu 4 bulan ini. tak peduli berapa lama waktuku berjaga demi mencari
ide untuk mereka. Namun, sampai sejauh ini semua masih berjalan seperti biasa.
Ketika tiba waktu siang dan suhu udara semakin panas, semangatku untuk mengajar
mereka pun semakin berkurang. Seperti letih dan ingin break sejenak. Apalagi ketika moodku
tidak bagus dan murid – murid sulit untuk diatur, selalu saja emosi ini tidak
bisa dikendalikan dan amarah pun keluar di depan mereka. Hmm…memang untuk
menjadi guru yang enjoyable itu butuh tenaga dan perjuangan yang ekstra juga.
Ini masih pelatihan, belum menjadi guru yang sesungguhnya. Aku itu menginginkan
semua peserta didik yang Aku ajar itu focus dan serius dlaam belajar. Aku ingin
mereka paham dan benar – benar paham. Aku takut jika selama 4 bulan ini, mereka
tidak dapat apa – apa. Berarti sia – sia semua usaha yang Aku lakukan. Aku tak
ingin seperti itu terjadi. Oleh karena itu, Aku ingin mereka serius dalam 40
menit belajar bersamaku. Namun, namanya masih teenager gaduh, tidak focus, dan
terlalu bersantai itu bukan hal yang tabu lagi. Akan tetapi, Aku ingin mengubah
model yang seperti itu. Aku tak ingin muridku terlalu bersantai karena di luar
sana persaingan sangat ketat dan dunia ini sangat keras. Siap yang tidak bisa
bertahan, dia lah yang akan tersingkir. Saking
kerasnya, Aku takut jika murid – muridku tidak bisa survive dengan keadaan yang super duper horror itu.
Seperti
siang ini tadi sekitar pukul 11.40 waktu Pattani. Aku lupa bahwa pukul 11.40
aku ada kelas dan Aku baru keluar kelas pukul 11.51 waktu Pattani. Walhasil,
ketika tiba di depan kelas, tahukah apa yang terjadi? HANYA ADA 1 SISWA LAKI –
LAKI YANG ADA DI DALAM KELAS DAN TERLIHAT TIDAK BERSEMANGAT. Bayangkan…betapa
terkejutnya Saya mendapati tidak ada peserta didik yang lain. Setelah Saya
bertanya – Tanya, ternyata mereka sedang makan di kantin. Namun, tak lama
kemudian tiba 2 peserta didik yang dari kelas lain mausk kelas dan ketika Saya
tanya, ternyata peserta didik yang lain berada di asrama. Astagfirullah… flashback lah akhirnya. Ternyata apa
yang dahulu pernah kita lakukan kepada orang lain, kita pun akhirnya
merasakannya juga. Ternyata rasanya dicuekin itu tidak enak sama sekali. Dahulu
ketika berada di sekolah, pernah Saya meninggalkan kelas dna pergi ke kantin
bersama kawan – kawan yang lain dengan alasan menganggap guru tidak datang
karena waktu lewat. Yah…akhirnya sekarang ini Aku bisa merasakan apa yang
dahulu guru Saya rasakan ketika ada murid – muridnya yang meninggalkan kelas di
saat kegiatan belajar semestinya masih berlangsung. Cukup satu kali ini saja y
Allah. Aku tdiak akan mengulanginya lagi dan Aku pun juga akan menghargai waktu
serta orang lain. Benar kata dosenku Pragmatocs yaitu Bapak Sukarsono “Kalau
Anda ingin dihargai oleh orang lain, belajarlah untuk menghargai orang lain”.
Benar…hukum kehidupan itu sesuai dengan apa yang kita perbuat. Berputar dan
sama. Salam.
06.10 p.m. Asrama Adderasat Islamiah
School Pattani – Thailand
Firdha Yunita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar